Kebijakan Naikkan BK CPO Pengaruhi Harga TBS
Selasa, 07 Februari 2017 - 20:19:46 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Kebijakan pemerintah menaikkan bea keluar (BK) untuk minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO) mempengaruhi harga tandan buah segara (TBS) sawit.
Sesuai kebijakan itu, BK CPO naik SU$27,26 atau 3,46 persen menjadi US$18 per metrik ton (mt0 sejak Februari 2017, dibanding BK Januari 2017 sebesar US$788,26 per mt.
Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Riau Karya Muslimat usai rapat tim penetapan harga TBS sawit Riau, Selasa (7/2/2017) di Dinasa Tanamangan Pangan Hortikultura dan Dinas Perkebunan Riau mengatakan, penurunan disebabkan turunnya harga CPO dari seluruh perusahaan sumber data, walaupun harga kernel mengalami kenaikan namun tidak signifikan.
Namun penurunan lebih disebabkan faktor eksternal dipengaruhi naiknya angka produksi. Sedangkan angka permintaan relatif sama, disamping dipengaruhi kebijakan pemerintah untuk menaikkan bea keluar CPO yang berlaku sejak Februari 2017, hal tersebut menyebabkan pengusaha menjadi kurang tertarik mengeskport sehingga eksport melemah.
Walaupun harga tbs kepala sawit pada perdagangan pekan ini mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya, hingga Rp 32 per kilo gram, namun petani tetap menyambut gembira, karena harga tergolong masih tinggi, berada di level Rp 1800 per kg.
Sementara sekretaris tim pelaksana tim penetapan harga TBS sawit Provinsi Riau, Irina Rosdiana menjelaskan harga TBS di Riau terendah Rp 1.627,4 per kg dengan umur tanaman kelapa sawit sampai tertinggi Rp 2.014,37 per kg dengan umur tanaman kelapa sawit diatas 25 tahun. (las)
Komentar Anda :