Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Ekbis
Ketum Atsindo Berharap OJK Dapat Pahami Kebutuhan Start Up di Indonesia
Selasa, 24 Januari 2017 - 09:43:25 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Masa tugas Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan OJK akan segera berakhir pada 23 Juli 2017. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Umum Asosiasi Tech Start-up Indonesia (Atsindo) Handito Joewono mengatakan, pihaknya berharap pengurus Dewan Komisioner OJK yang baru nanti bisa terus mengeratkan hubungan dengan Bank Indonesia dan lembaga-lembaga terkait lainnya agar kedepan bisa memahami kebutuhan startup di Indonesia.

"Startup teknologi sendiri bukan hanya  berbasis digital saja, namun juga bisa merambah ke berbagai bidang mulai dari teknologi maritim, teknlogi argo dan energi," kata Handito Joewono di Jakarta.

Handito mengatakan, perusahaan-perusahaan yang berbasis teknlogi tersebut membutuhkan investasi yang cepat dan besar.

"Saya berharap ini menjadi PR yang sangat besar terkait dengan pengurus OJK yang baru agar bisa diwadahi antara lain dengan pembentukan papan kedua di Bursa Efek Indonesia," kata Handito melalui rilis diterima suluhriau.com, Selasa (24/1/2017).

Ia menyebutkan, kalau misalnya memang tidak bisa di Bursa Efek Indonesia, OJK harus berani untuk memilih dengan membuat bursa efek yang baru.

Selain itu juga OJK harus berani mendorong instrumen-instrumen keuangan yang memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang relatif resikonya lebih tinggi untuk melakukan pengembangan yang lebih jauh lagi.

"Supaya mewadahi pengembangan tech start up Indonesia, dimana saat muncul start up teknlogi digital di Indonesia jutru dibeli oleh  pihak asing," ujarnya.

Ia menyebutkan, hal itu disebabkan karena untuk mengembangkan sebuah start up dibutuhkan modal yang besar dan skema dalam negeri itu belum ada.

"Sementara Thailand, Singapura sudah membuat model-model pembiayaan termasuk bursa khusus start up," katanya.

Ia menyebutkan, sebuah negara ini tidak akan bisa maju lebih cepat kalau tidak bisa mengembangkan teknologi. Apalagi sekarang kita masih sebagai pengguna teknologi, itu sama saja menikmati pertumbuhan perusahaan orang lain.

"Semua ini membutuhkan grand desain yang baik dengan melibatkan unsur-unsur pemerintah, swasta dan pihak asing tetap bisa menjaga nilai keindonesiaan," katanya. (rls)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat