Khawatir, Impor Ilegal Diduga Meningkat Jelang Natal dan Tahun Baru
Selasa, 06 Desember 2016 - 20:18:16 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Disperindag Riau Riau mengkhawatirkan terjadinya peningkatan impor ilegal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang natal dan tahun baru.
Ini juga tidak terlepas kondisi di era masyarakat ekonomi asean (MEA) tengah diberlakukan. Hal itu disampaikan Kadisperindag Riau, Giat Panjaitan, saat rapat koordinasi TPID Riau, di Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau, Senin, (6/12/2016).
Pihaknya mengkhawatirkan peningkatkan impor ilegal atau arus barang impor termasuk barang ilegal pada akhir tahun, selain jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Dalam dua minggu ke depan atau sepanjang bulan ini merupakan ujian berat, karena menjelang natal dan tahun baru, sehingga peredaran barang ilegal makin marak melalui pelabuhan tikus yang banyak terdapat di Riau.
Menurutnya, pihaknya akan semakin intensif untuk melakukan pengawasan guna meminimalisir peredaran barang ilagal dengan menggandeng lima instansi pemerintahan yakni badan pengawas obat dan makanan (BPOM), badan karantina pertanian (barantan), direktorat jenderal bea dan cukai (DJBC), kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pertanian.
Kerja sama tersebut untuk mendukung upaya meminimalisir masuknya produk-produk ilegal ke Indonesia, khususnya yang menyangkut pengawasan barang baik di perbatasan tempat pemasukan dan pengeluaran barang serta pasar.
Giat Panjaitan mengungkapkan pengawasan tersebut guna melindungi konsumsi dalam negeri yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dan masyarakat dilindungi dari penggunaan atau pengonsumsian produk yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan, kebersihan dan keamanan lingkungan (K3L).
Alasan lain adalah pemerintah memberikan perhatian pada impor terutama barang ilegal kepada konsumen terutama setelah terbukanya pasar bebas masyarakat ekonomi asean 2015 yang secara otomatis jumlah peredaran barang impor diprediksi semakin marak. (slt)
Komentar Anda :