Tak Mengalir ke Daerah, Riau Keluhkan Bea Ekspor CPO
Sabtu, 15 Oktober 2016 - 13:18:13 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Pemda Riau mengeluhkan penetapan bea keluar ekspor minyak sawit mentah. Pasalnya, walaupun penerimaan negara dari sektor tersebut semakin besar, namun pendapatan tersebut tidak mengalir ke daerah.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan bea keluar untuk produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) periode Mei 2016 dengan besaran 754,1 Dollar AS per metrik ton (MT) atau naik 10,52 persen dibanding April 2016 sebesar 682,32 Dollar AS per MT.
Namun penetapan peraturan menteri perdagangan tentang penetapan harga patokan ekspor (HPE) atas produk pertanian dan kehutanan yang dikenakan bea keluar tersebut ,tetap dikeluhkan pemerintah Riau.
Sebab walaupun penerimaan negara dari sektor tersebut semakin besar, namun pendapatan tersebut tidak mengalir ke daerah.
Hal itu diungkapkan Kadis Perkebunan Riau Muhibul Basyar, HPE dan harga referensi periode MEI 2016 ditetapkan setelah menyikapi perkembangan harga komoditas, baik nasional maupun internasional.
Meningkatnya harga referensi CPO saat ini akibat semakin menguatnya harga internasional untuk komoditas tersebut, namun riau tidak dapat menikmati karena semua bea keluar ekspor masuk ke APBB.
Muhibul menambahkan, jika pemerintah pusat membagi penerimaan tersebut dengan daerah penghasil, maka Riau dapat bagian yang cukup besar.
Sebab harga referensi CPO saat ini untuk pertama kalinya sejak Oktober 2014 berada di atas threshold pengenaan bk di level 750 Dollar AS, yang gunanya untuk pembangunan di Provinsi Riau khususnya infrastruktur di sektor perkebunan kelapa sawit. (slt)
Komentar Anda :