Sawit tak Lagi Penghasil Devisa Terbesar, Warning Bagi daerah Riau
Sabtu, 15 Oktober 2016 - 13:06:09 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Perkebunan kelapa sawit selama ini merupakan sektor unggulan yang menghasilkan devisa terbesar bagi ekonomi Indonesia.
Namun, lain halnya sekarang, sawit tidak bisa lagi diandakan, karena tingkat produktivitasnya yang menurun.
Ini akibat kondisi yang sudah berusia lebih dari 25 tahun, sehingga perlu diremajakan untuk memastikan tingkat produktivitas sesuai dengan kebutuhan industri.
Industri sawit penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani maupun masyarakat.
Menurut Kadis Perkebunan Provinsi Riau, Muhibul Basyar, kemitraan perusahana perkebunan kelapa sawit dengan petani plasma selama ini telah terjalin lebih dari 29 tahun dan program peremajaan kebun kelapa sawit saat ini wajib dilakukan sebagaimana siklus penanaman kelapa sawit.
Sejumlah perusahaan berencana mendampingi peremajaan kebun petani sawit rakyat, jika tidak maka ekspor cpo tidak bisa lagi diandalkan pada tahun-tahun mendatang, sebagai penghasil devisa terbesar bagi indonesia.
Sementara itu, ketua KUD Mulus Raya Saring mengatakan, kebutuhan peremajaan sawit sangat tinggi untuk meningkatkan produktivitas dari saat ini rata-rata 10 ton per hektare menjadi diatas 20 ton per hektare .
Namun beberapa petani masih ragu sehingga masih ada yang menunggu dan belum melakukan peremajaan. (slt)
Komentar Anda :