Kamis, 01 Oktober 2026 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat | Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
 
 
☰ Peristiwa
Pagi Ini, Satelit Deteksi Tujuh Titik Api di Riau
Jumat, 07 Oktober 2016 - 10:03:56 WIB

PEKANBARU, Suluhriau- Satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendeteksi tujuh titik api dengan tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di atas 70 persen di Provinsi Riau.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi berujar, titik api menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

"Pagi ini, satelit deteksi tujuh titik api dari total 13 titik panas di Riau. Ketujuh titik api tersebut terpantau pada dua kabupaten yakni di Siak enam titik dan sisanya di Rokan Hilir satu titik," ujarnya di Pekanbaru, Jumat (7/10/2016).

Dia menerangkan, enam titik api di Siak terkosentrasi pada satu kecamatan yaitu Kandis dengan masing-masing memiliki tingkat kepercayaan karhutla 77 persen, 79 persen, 81 persen, 85 persen dua titik, dan 92 persen. Satu titik api di Rokan Hilir terdapat pada Kecamatan Tanah Putih dengan miliki tingkat kepercayaan karhutla 77 persen. "Tapi semua titik api itu berpotensi terbakar. Apalagi bila terjadi di lahan gambut, karena provinsi ini terkenal memiliki baik hutan atau lahan bergambut yang luas," katanya.

Slamet mengatakan, 13 titik panas di Riau itu terpantau berada di tiga kabupaten yakni Siak 10 titik, lalu Bengkalis dua titik dan Rokan Hilir satu titik. Total titik panas di Sumatera dengan tingkat kepercayaan karhutla di atas 50 persen berjumlah 17 titik dengan wilayah penyebaran pada empat provinsi. "Selain di Riau, titik panas terdeteksi di Sumatera Utara dua titik, Sumatera Barat dan Jambi masing-masing satu titik," ujarnya.

Satuan tugas siaga darurat kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau kemarin dilaporkan, telah menyebar sebanyak 64,4 ton garam sebagai upaya modifikasi cuaca guna mempercepat proses hujan buatan.

"Total garam yang disebar hingga hari ini 64,4 ton garam. Sementara yang tersisa 9 ton garam," kata anggota Satgas Udara Karhutla Riau, Mayor Ferry Duwantoro. Program Teknologi Modifikiasi Cuaca (TMC) dilakukan BPPT bersama dengan Satgas kebakaran hutan dan lahan Satgas siaga darurat Karhutla Riau dimulai sejak pertengahan Juli 2016 lalu.

Awalnya, operasi TMC tersebut menggunakan pesawat tipe Cassa 212 dengan registrasi PK-PCT. Namun, kata dia, pesawat yang telah menyebar 40 ton garam itu diperbantukan ke Sumatera Utara.

Kini, upaya modifikasi cuaca dilanjutkan dengan pesawat jenis yang sama dengan nomor registrasi A-2107 yang juga bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Dengan A-2107, kita telah menyebar 24,4 ton garam," ujarnya. (Ant)




 
Berita Lainnya :
  • Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Perubahan Posisi Pejabat
    02 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    03 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    04 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    05 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    06 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    07 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    08 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    09 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    10 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    11 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    12 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    13 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    14 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    15 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    16 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    17 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    18 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    19 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    20 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    21 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    22 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat