Dipicu Kenaikan Harga Mobil, September Riau Alami Inflasi 0,81 Persen
Senin, 03 Oktober 2016 - 21:12:57 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Untuk pertama kalinya kenaikan harga mobil menjadi penyebab terjadinya inflasi di Provinsi Riau.
Bahkan, berada di peringkat kedua dengan andil 0,13 persen, setelah harga cabai merah dengan andil 0,55 persen.
Inflasi Riau September 2016 sebesar 0,81 persen, bahkan berada di peringkat kedua dengan andil 0,13 persen, setelah harga cabai merah sebagai penyebab utama dengan andil 0,55 persen.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Riau Aden Gultom saat ekpose resmi statistik terkait Infalis September 2016, Senin (3/10/2016).
Inflasi sebesar 0,81 persen katanya dengan indeks harga konsumen (IHK) 125,53 dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,99 persen serta inflasi year on year, September 2015 terhadap September 2016 sebesar 3,27 persen.
Dua dari tiga kota IHK di Riau mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 0,94 persen dan Dumai sebesar 0,64 persen. Sedangkan Tembilahan mengalami deflasi sebesar 0,22 persen.
Inflasi Riau terjadi karena kenaikan harga pada lima kelompok pengeluaran dengan komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi antara lain cabai merah, mobil, tarif pulsa ponsel, minyak goreng dan lain sebagainya.
Sementara dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga, yaitu daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, gula pasir dan lain sebagainya.
Aden Gultom menambahkan, dari 23 kota di sumatera yang menghitung IHK, 19 kota mengalami inflasi dengan tertinggi di Kota Sibolga sebesar 1,85 persen diikuti Lhoksaumawe 1,44 persen dan Medan 1,32 persen, inflasi terendah terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,07 persen.
Deflasi terjadi di 4 kota, yaitu Kota Tanjung Pandan 0,68 persen, Tembilahan 0,02 persen, Jambi 0,17 persen dan Kota Bungo sebesar 0,06 persen. (slt)
Komentar Anda :