MTQ ke 41 Bengkalis Perlombakan 20 Cabang
Minggu, 25 September 2016 - 15:36:12 WIB
BENGKALIS, Suluhriau- Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-41 tingkat Kabupaten Bengkalis terdapat 20 cabang diperlombakan.
"Adapun cabang yang dipertandingkan sesuai kategori peserta sebanyak 20 cabang. MTQ ini juga sebagai ajang seleksi untuk MTQ ke-35 tingkat Provinsi Riau, pada Oktober mendatang," tutup Heri Indra Putra Ketua Umum Pelaksanaan MTQ ke 41 Bengkalis.
Minggu, (25/9/2016) sejumlah cabang sudah mulai diperlombakan. Seperti cabang tilawah golongan anak-anak dan tartil di masjid Nurul Huda Tanjung Medang, tilawah golongan remaja dan dewasa di astaka lapangan Gedung Medang Perkasa.
Kemudian, seluruh cabang khattil quran terdiri dari golongan naskah, hiasan mushaf, dekorasi dan kontemporer perlombaannya di SMP Negeri 1 Rupat Utara.
"Perlombaan kaligrafi ini para peserta diberikan waktu untuk membuat naskah selama tujuh jam. Sedangkan untuk membuat hiasan mushaf, dekorasi dan kontemporer selama delapan jam. ujar ketua dewan hakim khattil quran, Subandi.
MTQ ke-41 ini, diikuti delapan kecamatan dan LPTQ dengan peserta 270 orang, terdiri dari Bengkalis (33 orang), Bantan (33), Bukit Batu (33), Siak Kecil (33), Mandau (32), Pinggir (34 orang), Rupat (29), LPTQ (13) dan Rupat Utara (30)
Sementara itu, Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan, salah satu tujuan dan makna kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) memang untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan pembinaan yang dilakukan. Untuk meraih prestasi terbaik.
Namun demikian, tegasnya, MTQ tidak boleh dimaknai sebagai perlombaan semata, tetapi harus dijadikan sebagai upaya kita bersama untuk proses regenerasi. Bukan hanya sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas seni membaca atau menuliskannya.
"Tetapi juga agar dapat mengetahui dan memahami isi kandungan Al-Qur'an serta diimplementasikan, sehingga kehakikian nilai-nilai sejati islam yang benar bisa diinternalisasikan dalam kehidupan," ujar Amril pada pembukaan MTQ ke-41 tingkat Kabupaten Bengkalis di Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Sabtu (24/9/2016) malam.
Selain itu dan yang paling utama, imbuhnya, MTQ harus menjadi salah satu media syiar dan dakwa tentang bagaimana membumikan Al-Qur'an. Sehingga menjadi sebagai nafas, pegangan hidup yang hakiki dan kepribadian setiap umat Islam.
"Karena itu, kita jangan sampai mengabaikan esensi sesungguhnya dari MTQ ke-41 ini. Mari kita jaga agar kemuliaan harkat dan martabatnya, sehingga senantiasa mulia, tidak dikotori atau ternodai oleh hal-hal yang tidak diinginkan," ajak Amril. (las)
Komentar Anda :