Sekda Tinjau Korban Kebakaran di Jalan Banglas Barat
Rabu, 14 September 2016 - 19:37:50 WIB
SELATPANJANG, Suluhriau- Sekda Kepulauan Meranti H Iqaruddin, MSi meninjau kebakaran hebat dijalan Banglas Barat yang menghanguskan sebuah rumah dan 3 unit sepeda motor pada Rabu Dini hari sekira pukul 1.30 WIB (15/9/2016).
, saat peninjauan rumah korban kebakaran Harnatis alias Guntur yang tampak sudah rata dengan tanah, Sekda berharap peristiwa itu dapat menjadi pelajaran bagi warga dengan senantiasa mengecek Instalasi listrik dirumah.
"Agar peristiwa ini tidak terulang, jadikan musibah ini sebagai pelajaran, sering-seringlah mengecek Instalasi rumah masing-masing. Lakukan perawatan minimal setiap 3 tahun sekali," jelas Sekda didampingi Asisten I H. Alizar, Kabag Humas Drs. Ery Suhairi dan Kaban Kesbangpolinmas Ahmad Yani SPi.
Dikatakan Sekda, belajar dari musibah kebakaran yang menimpa keluarga Guntur, merupakan bukti nyata bahwa kerusakan instalasi sangat berdampak buruk. Dimana, berdasarkan pengakuan Guntur pula, api yang meluluh lantakkan rumah mereka diduga berasal dari korsleting listrik.
"Untuk itu, kita imbau seluruh masyarakat untuk rutin mengecek semua kabel apakah masih bagus atau sudah rusak. Tak jarang kabel rusak akibat terlalu panas atau digigit tikus," ungkap Iqaruddin.
"Apalagi musim panas seperti sekarang. Perhatikan betul-betul, jangan sampai kita tertimpa musibah kebakaran," tambah Sekda Iqaruddin.
Di tempat sama, salah seorang warga yang mengaku bekerja di biro instalasi, Anuar, mengatakan bahwa perawatan instalasi minimal harus dilakukan setiap tiga tahun. Kata Anuar juga, jangan sampai takut mengeluarkan sedikit uang (untuk membayar jasa biro, red) malah kehilangan banyak harta benda.
"Biaya untuk perawatan instalasi itu tidaklah mahal. Terkadang kabel ada yang digigit tikus, isolasinya terlepas, atau mungkin pemasangan awal kabel tidak standard," ujar Anuar pula.
Sementara Guntur, korban kebakaran, ketika ditemui sedang mengenakan baju kaos dan selimut yang dilitik di pinggangnya.
Menurut cerita Guntur, api diduga dari korsleting listrik yang berasal dari kamar lantai II bagian rumah belakang, dan membakar rumahnya sekitar pukul 01.45 WIB tengah malam. Guntur mengakui, kebakaran kurang dari 30 menit namun mampu meluluh lantakkan kediaman yang sudah 30 tahun ia tempatinya.
Kebakaran itu sendiri terjadi di kediaman Harnatis alias Guntur. Kebakaran yang terjadi, Rabu (14/9/2016) dinihari sekitar pukul 01.40 WIB itu terjadi begitu cepat dan menghanguskan bangunan rumah.
Warga sekitar kediaman Guntur sempat memberi pertolongan memadamkan api. Pihak Damkar BPBD pun tiba di lokasi, namun api begitu cepat menghanguskan rumah yang terbuat dari kayu itu.
Menurut cerita saksi Asnawi, waktu itu pemilik rumah Guntur sedang tidur di kamar belakang. Sementara. Sulaiman yang merupakan menantu Guntur tidur di kamar depan.
Sulaiman yang sempat bercerita dengan Asnawi mengatakan, api pertama kali dilihat di kamar atas rumah belakang (rumah belakang dibangun dua lantai, red). Waktu itu Sulaiman mendengar bunyi 'tik'-'tik', setelah dilihat ternyata sudah ada api.
Melihat api berkobar di dalam rumah, Sulaiman bergegas membangunkan keluarganya. Sulaiman hanya bisa menyelamatkan diri melalui jendela kamar (karena untuk keluar dari kamar sangat berbahaya, red). Sambil keluar itu Sulaiman hanya mampu membawa beberapa pakaian saja.
Sementara Guntur keluar rumah melalui pintu belakang. Kebetulan Guntur beserta keluarganya tidur di kamar belakang.
"Tapi sebagian cerita ada juga yang mengatakan pemuda setempat sempat menggedor rumah Guntur untuk memberitahu bahwa ada api," beber Asnawi juga.
Untuk sementara, tambah Asnawi, kebakaran diduga akibat korsleting hubungan arus pendek. Akibat kejadian ini, Guntur kehilangan surat-surat berharga, beberapa kendaraan bermotor, dan harta benda lainnya. "Kalau kerugian belum bisa dihitung," ujar Asnawi. (raf)
Komentar Anda :