Oknum Pegawai Meranti Disorot Soal Suka Datang Tempat tak Semestinya
Senin, 29 Agustus 2016 - 10:35:48 WIB
SELATPANJANG, Suluhriau- Aktivitas oknum pegawai Meranti yang suka mengunjungi tempat-tempat yang tidak semestinya mendapat sorotan.
Soratan datang dari Wabup Meranti Said Hasyim, saat menjadi pembina upacara pagi Senin, (29/8/2016). Menurutnya, aktivitas oknum pegawai itu menurutnya hanya akan menimbulkan masalah. "Saya ingatkan kepada karyawan dan karyawati jangan bermain ditempat yang tidak seharusnya dikunjungi dan jangan menggunakan obat-obatan yang bisa merusak otak," jelasnya seiring maraknya peredaran obat-obatan terlarang di Meranti.
Ia menambahkan, serius melihat dan mengamati prilaku pegawai dilingkungan Pemkab Meranti, dirinya tak ingin kerusuhan di Meranti yang terjadi baru-baru ini terulang, dan ditakutkan kerusuhan justru terjadi akibat dari oknum PNS yang tidak komit menjalankan amanah.
Termasuk bermain-main dengan uang rakyat, karena diyakini rakyat juga memperhatikan hal itu. Ia meminta mengambil hikmah atas peristiwa berdarah yang terjadi dan mempedomaninya. Bagaimana gencarnya masyarakat mencari kebenaran atas prilaku aparat penegak hukum yang dinilai tidak rasional.
Menurut Sai, aktivitas korupsi yang dilakukan oleh oknum pegawai juga diperhatikan oleh rakyat dan bukan tidak mungkin rakyat akan bertindak. "Ini hanya menunggu waktu saja, rakyat akan bertindak, masyarakat meranti tidak takut kehilangan nyawanya walaupun dihadang dengan senjata, pentungan dan lainnya. Masyarakat sudah benci dengan ketidakadilan, bosan melihat jalan baru setahun dibangun sudah hancur begitu juga fasilitas publik lainnya. Masyarakat sudah benci melihat tindak tanduk oknum aparatur yang semena-mena," tegasnya.
Pada kesempatan itu, secara pribadi dan institusi H Said Hasyim mengapresiasi langkah Kapolda Riau dan Kapolri yang telah bertindak tegas dan cepat dalam hal mengamankan peristiwa yang terjadi. Terbukti dari berita yang diperolehnya langsung dari Kapolda Riau Brigjend pol Supriyanto, Polda Riau telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus berdarah di Meranti.
Namun tidak tertutup kemungkinan bertambahnya tersangka karena saat ini Polda Riau masih mendalami pemeriksaan terhadap 15 oknum polisi yang diduga melanggar SOP dalam melaksanakan penindakan terhadap almarhum Ari Adi Pratama hingga menyebabkan honorer DPPKAD Meranti ini meninggal dunia.
"Ini menandakan Polri bertindak tegas menegakkan aturan, bukan saja pada pelanggaran SOP dijajarannya, tetapi hal lain juga termasuk pelanggaran penggunaan uang rakyat, semua yang melanggar hukum akan ditindak,"ujar Wabup lagi.
Untuk itu Wabup mengingatkan kepada pemegang jawabatan yang diberikan amanah, dan amanah "Saya ingatkan SKPD bukan milik Kepala SKPD jadi jangan sesukanya, jalani kegiatan dengan aturan dan UU yang berlaku," tegas H Said Hayim. (raf)
Komentar Anda :