Terkait Bentrok Warga-Polisi
Obati Duka Keluarga, Kapolda Riau Tawarkan Adik Korban Masuk Polri Tanpa Uang
Minggu, 28 Agustus 2016 - 11:16:15 WIB
|
Kapolda Riau bersama pejabat Meranti di rumah keluarga korban meninggal.
|
MERANTI, Suluhriau- Kapolda Riau Brigjend Pol Supriyanto menjanjikan kepada keluarga Adi Apri, korban tewas pasca kasus penusukan polisi yang telah memicu kerusuhan antara warga dan polisi tiga hari lalu, jika adik korban berminat masuk polisi akan dibantu tanpa uang.
Hal itu diungkapkan Kapolda dalam perbincangan dengan keluarga almarhum Adi saat bersilaturrahmi ke rumah korban jelang Kapolda Riau bertolak ke Pekanbaru, setelah dua hari di Selatpanjang turun mengkondunsifkan suana kota sagu atas insiden kerusugan warga dengan polisi.
Kapolda berbincang dengan adik almarhum Adi dan menawarkan untuk masuk anggota Polri. Jika berminat kata Kapolda, Ia berjanji akan membantu dengan syarat adik lelaki almarhum serius menjaga stamina agar semua syarat untuk masuk anggota Polri teroenuhi, Kapolda juga menjamin keluarga Adi tidak akan mengeluarkan uang sepeserpun selama proses seleksi. "Saya jamin tak ada keluar uang sepeserpun, jika ada bayar itu hanya tembak di atas kuda," ungkap Kapolda Riau.
Sebelum kembali ke Pekanbaru, Kapolda didampingi Wakil Bupati H. Said Hasyim berpamitan kepada pihak keluarga almarhum Apri Adi Pratama di rumah duka, Sabtu pagi (27/8/2016).
Kedatangan Kapolda, Wabup dan Sekdakab Meranti H. Iqaruddin disambut ibu kandung Apri Adi, Nur (45), bersama 4 orang anaknya serta paman Adi. Di rumah duka terjadi perbincangan hangat antara Kapolda, Nur dan Wakil Bupati H Said Hasyim.
Meski saat itu keluarga Apri Adi masih terlihat sock karena kepergian Adi dinilai keluarga cukup tragis. Namun mereka mulai bisa menerima kenyataan itu.
Nur bermohon kepada Kapolda untuk melakukan proses hukum se adil-adilnya terhadap oknum polisi yang diduga melakukan penindakan diluar prosedur hingga menyebabkan anak lelaki tertuanya meninggal dunia.
Anak perempuan Nur, dengan suara bergetar mengaku tak terima atas perlakukan oknum polisi kepada saudaranya Adi. "Saya terima jika adik saya harus dihukum semur hidup, saya minta pelaku diproses hukum se adil-adilnya," paparnya.
Kapolda menanggapi hal ini mengatakan, jika keluarga bisa mempercayakan proses hukum kepada Polda Riau, ia berjanji akan menjalankan sebaik-baiknya. "Percayalah kepada saya, demi Allah saya akan memprosesnya dengan sebenar-benarnya," ujar Kapolda.
Dalam kesempatan itu ia juga memenuhi janjinya untuk mengamankan barang-barang berharga milik Adi, yaitu sebuah sepeda motor Yamaha V-Ixion, 2 buah HP, surat-surat berharga ijazah dan lainnya, Hanya HP Oppo milik Adi yang belum ditemukan, Kapoldapun telah menggantinya dengan HP yang baru. Semua benda berharga milik Adi langsung diserahkan Kapolda kepada pihak keluarga.
Wakil Bupati H Said Hasyim berharap kepada keluarga untuk tetap tenang sambil menunggu proses hukum yang dilakukan Polda Riau selesai.
Menurutnya jika situasi Meranti tak kondusif maka yang dirugikan adalah seluruh masyarakat, muali ekonomi, politik keamanan dan ketenangan akan terganggu.
Akhir kunjungan, keluargapun melepas Kapolda Riau bersama Itwil Polda Riau AKBP Alam dan rombongan kembali ke Pekanbaru. (raf)
Komentar Anda :