Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Diseret-serat Dalam Percobaan Kudeta Turki
Ini Hidup Sederhana Gulen dan Ruangan 45 Meter Persegi
Rabu, 24 Agustus 2016 - 12:09:28 WIB
Fatullah Gulen (int)

SULUHRIAU- Sudah sekitar 17 tahun ulama Turki Fethullah Gulen tinggal di kamp Golden Generation, Worship and Retreat Centre (GGWRC) yang berada di kawasan pedesaan Saylorsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. Dia meninggalkan Turki pada 1999, di tengah namanya diseret-seret dalam politik.

Gulen saat ini memiliki jutaan pengikut. Tidak ada yang bisa memastikan berapa jumlah pengikut Gulen sebenarnya. Hingga saat ini Gulen sama sekali tidak membentuk sebuah organisasi, sehingga pengikutnya tidak terdeteksi. Dia selama ini hanya menyampaikan ajaran-ajaran dan pesan-pesan yang kemudian diikuti oleh masyarakat Turki.

"Selama ini kami tidak tahu berapa jumlah pengikut Gulen, karena kami tidak pernah mengisi formulir," kata Alp Aslandogan, yang saat ini dipercaya sebagai juru bicara Gulen bila bertemu media. Yang jelas, ada jutaan warga Turki yang menjadi pengikut Gulen yang tinggal tidak hanya di Turki, tapi juga menyebar ke 170 negara. Ada gerakan bersama yang dilakukan para pengikut Gulen, yaitu Hezmat. Ini merupakan gerakan pelayanan yang fokus utamanya pada pendidikan dan kesehatan.

Gerakan Hezmat ini dilakukan secara swasembada para pengikut Gulen. "Gulen sama sekali tidak mendapatkan bayaran dari banyaknya sekolah maupun RS yang dibangun para pengikut Gulen," kata Osman, salah seorang pengurus Yayasan Golden Generation.

Dengan demikian, Gulen tidak punya sekolah, RS, atau perusahaan. Karena itu, apabila ada informasi bahwa Gulen berbisnis sekolah dan RS, itu tidak benar. Sekolah dan RS dimiliki dan dikelola oleh para pengikut Gulen, yang sama sekali tidak ada struktur dengan Gulen. "Sampai sekarang Pak Gulen tidak memiliki jabatan apa pun," kata Osman.


Ruang ta'lim Fauttallah Gulen/dtc

Satu-satunya pendapatan Gulen selama hidupnya, berasal dari royalti buku-buku yang ia tulis. Namun, royalti ini pun sudah tidak ia terima lagi, karena penerbit buku-buku Gulen di Turki sudah ditutup oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Sebelumnya, uang royalti buku yang ia terima, ia juga gunakan untuk membayar ruangan seluas 15 meter persegi yang ia tinggali selama ini.

Sisanya ia sumbangkan untuk kegiatan di Kamp GGWRC. Sebenarnya Gulen juga memiliki uang pensiun dari PNS yang ia jalani sebelum meninggalkan Turki. Namun, pemerintah Turki telah menghentikan uang pensiunnya. Dia tidak ada alasan menumpuk harta, karena juga tidak punya istri dan anak.

Sebagai ulama kharismatis yang sangat berpengaruh, kehidupan Gulen di kamp GGWRC sangat sederhana. Dia tinggal di ruangan 45 meter persegi di lantai 2 sebuah gedung berdinding kayu, tanpa ada asisten khusus. Ruangan yang ia pakai terdiri dari 3 bagian. Begian terbesar adalah ruang ta'lim, kemudian ruang kerja, dan ruang tidur.

Dilansir oleh detikcom, di temoat tinggal Gulen itu, Begitu pintu dibuka, ruangan yang ditemui pertama kali adalah ruangan ta'lim. Ruangan ini beralas karpet Turki dengan di bagian dindingnya terdapat banyak kitab dan buku. Ada kursi di bagian tengah yang digunakan untuk duduk Gulen saat memberikan ta'lim. Juga ada kursi sofa yang dibangun mengelilingi ruangan, sebuah desain khas Turki. Tulisan kaligrafi juga menghias dindingnya.

Di bagian pojok kiri, ada pintu masuk ke ruang kerja dan ruang tidur. Ruang kerja juga penuh dengan buku dan kitab. Ada meja kerja plus kursinya yang digunakan Gulen untuk membaca dan menulis.  Sementara ruang tidurnya, tergitung sempit. Hanya ada satu kasus ukuran sedang, meja kecil dan lemari kecil untuk menyimpan pakaian. Ada juga monitor kecil cctv yang digunakan Gulen memantau tamu yang akan datang dan melihat suasana di ruangan ta'lim.

Sebagian buku karya Gulen berbahasa Indonesia. Demikian kehidupan Gulen yang sederhana. Dia seringkali ditulis di media memiliki kekayaan yang luar biasa yang ia dapatkan dari sekolah-sekolah dan RS-RS Gulen.

Padahal, tidak demikian. Sejak beberapa bulan lalu, Gulen telah dipindahkan ke ruangan yang lebih gampang dijangkau di gedung utama yang baru dibangun yayasan tiga tahun lalu. Selain masalah kesehatan, dipindahnya Gulen ini terkait faktor keamanan dan kenyamanan. Di ruangan lama, Gulen harus naik tangga ke lantai dua, yang tentu menyusahkan pria seusia 75 tahun seperti dirinya.

Sumber: detik.com| Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat