2016, Buruh Migas Riau yang Di-PHK Capai 2.500 Orang
Jumat, 15 Juli 2016 - 18:59:55 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap buruh minyak dan gas (migas) di Riau terus terjadi.
Sampai saat ini Asosiasi Penguasa Indonesia (Apindo) mencatat sudah 2.500 pekerja migas dipecat sepanjang tahun 2016.
Ketua DPP Apindo Provinsi Riau Wijatmoko Rah Trisno mengaku, perusahaan pertambangan terpaksa merestrukturisasi tenaga kerjanya menyusul lesunya perekonomian global selama 2 tahun terakhir, harga batu bara dan minyak mentah merosot mencapai titik terendah selama kurun waktu 10 tahun terakhir.
Pekerja yang mayoritas warga pendatang, sehingga dampaknya tidak terlalu dirasakan di Riau. Sehingga tidak terlalu membebanti masyarakat dan pemerintah daerah.
Wijatmoko Rah Trisno menyakini di lapangan jumlah korban phk tersebut lebih banyak dari data Apindo dan data dinas tenaga kerja (disnaker) Riau, sebab banyak perusahaan pertambangan yang sengaja tidak mau melaporkan jumlah pekerjanya kepada disnaker.
Memasuki semester dua tahun 2016 dia melihat gelombang PHK mulai berangsur-angsur menurun, pengusaha mulai membaca prospek cerah dengan mebmbaiknya harga minyak mentah dunia.
Wijatmoko menambahkan, pengusaha juga mulai melirik sektor-sektor industri yang tidak terlalu terimbas krisis global, seperti kelapa sawit maupun pembangunan power plan yang menjadi pilihan utama investasi swasta seiring pelemahan harga minyak mentah dunia. (slt)
Komentar Anda :