Kamis, 01 Oktober 2026 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
 
 
☰ Peristiwa
Gerah Isu Pungli di PSB,
Wabup Panggil Semua Kepsek dan Tekankan tak Boleh Ada Pungutan Apapun
Kamis, 14 Juli 2016 - 17:46:21 WIB

SELATPANJANG, Suluhriau- Wakil Bupati Merati Said Hasyim gerah dengan isu adanya pungutan liar (pungli) dalam penerimaan siswa baru (PSB).

Menanggapi hal ini, ia lalu memanggil seluruh kepala sekolah (kepsek) tingkat SMP dan SMA sederajat Se-Kabupaten Meranti, dalam intruksinya ia mengaskan kepada pihak sekolah untuk tidak  melakukan pungutan apapun kepada wali murid.

"Sesuai ketentuan, dalam penerimaan siswa baru tidak boleh ada pungutan, apapun jenis kegiatannya apalagi sampai memberatkan wali murid," ujar H. Said Hasyim, didampingi Sekdakab Meranti H. Iqaruddin saat memimpin pertemuan dengan para Kepala Sekolah SMP dan SMU seserajat Se-Kabupaten Meranti, di Aula Kantor Bupati, Kamis (14/6/2016).

Pertemuan juga dihadiri oleh Kepala Inspektorat Dra. Suhendri, Asisten II Sekdakab Meranti H. Anwar Zainal, Kepala Dinas Pendidikan M. Arif serta puluhan Kepala Sekolah terkait.

Dalam penjelasanya Wakil Bupati menekankan kepada pihak sekolah, untuk tidak melakukan pungutan kepada wali murid, hal itu sesuai ketentuan Bupati yang didasari oleh peraturan Pemerintah.

Karena Pemerintah Pusat dan Daerah telah memberikan banyak bantuan pendidikan kepada sekolah, seperti Dana BOS dan Alokasi Dana APBD sebesar 20 persen. "Ini tujuannya agar tidak lagi ada alasan anak tidak sekolah dan masyarakat tidak bisa menyekolahkan anaknya karena tidak memiliki biaya," jelas Said Hasyim.

Anehnya lagi dari isu yang berkembang dan sampai ketelinga Wabup, pungutan justru dilakukan oleh sekolah-sekolah yang berada di kota dimana kelengkapan maupun fasilitasnya jauh kebih baik dari sekolah yang dipinggiran yang serba kekurangan termasuk tenaga pengajar.

Menurutnya lagi, dengan besarnya biaya pungutan oleh sekolah dapat memicu dampak negatif psikologi anak dan orang tua, khususnya yang kurang mampu.
"Bagi anak dari keluarga mampu mungkin tak ada masalah, tapi bagi anak kurang mampu akan sangat tertekan, akibatnya anak jadi malu sekolah yang akan berdampak pada menurunya prestasi belajar, mudah-mudahan tidak terjadi di Meranti," jelasnya.

Memang di beberapa sekolah di Meranti bahkan berani memajang spanduk spanduk tidak memungut uang apapun dalam penerimaan siswa baru, namun isu yang beredar dimasyarakat justru bertolak belakang.
Keresahan masyarakat ini juga sampai ketelinga Sekdakab Meranti H. Iqaruddin, yang sangat menyesalkan kelakuan dari oknum sekolah itu. Apalagi ditengah kondisi ekonom masyarakat yang sedang sulit seperti saat ini. "Hati saya merasa terusik dengan isu ini, ekonomi masyarakat dalam kondisi sulit jangan dipersulit lagi," ujarnya kesal.

Sekda mengingatkan isu yang sudah terlanjur menjadi Trading Topic di media sosial dan pemberitaan di media masa itu jangan sampai menjadi isu Nasional yang memalukan Meranti, disaat Bupati dan Wakil Bupati tengah gencar-gencarnya menggesa peningkatan mutu pendidikan lewat berbagai program pelayanan masyarakat, gara-gara hal yang harusnya tak perlu dilakukan semua menjadi rusak.

"Yang terpenting saat ini bagaimana Dinas Pendidikan khususnya pihak sekolah memformulasikan dalam lima tahun kedepan ini meningkatkan prestasi pendidikan yang mulai terpuruk," paparnya.

"Kesejahteraan guru lewat tunjangan dan sertifikasi sudah semakin baik, jadi mari kita gencarkan prestasi belajar siswa didik," ajaknya.

Sekda juga meminta, pungutan-pungutan diluar ketentuan yang terlanjur diminta agar dapat dikembalikan, sebelum menimbulkan masalah pada sekolah dan pendidik, apalagi sudah masuk ranah hukum. "Dana yang sudah terlanjut dipungut sebaiknya dikembalikan saja agar jangan tersangkut kasus hukum," ujarnya.

Andaipun harus ada pungutan, Sekda meminta libatkanlah Komite Sekolah untuk memberikan pertimbangan, bukan hanya dalam hal penerimaan siswa baru tapi juga untuk biaya administrasi, kebersihan, tenaga guru honor dan lainnya.

"Manfaatkanlah Komite sekolah sebelum menetapkan kebijakan, jangan asal pungut saja," jelasnya lagi.
Pada kesempatan itu, Kepala Sekolah SMUN 3 Tebing Tinggi, turut memberikan komentar, ia mengakui pihaknya melakukan pungutan kepada wali murid, namun sudah melalui persetujuan rapat komite sekolah, adapun pungutan yang dilakukan seperti, khusus pendaftaran gratis, untuk baju olahraga, biaya komite, TI Komputer, Topi Siswa, Koperasi, kartu pelajar, Ekskul dengan jumlah total 800 ribu rupiah. Biaya sendiri bisa diangsur.

Ia beralasan, untuk biaya peningkatan mutu sekolah dan kesejahteraan guru honorer, khusus untuk peningkatan prestasi sekolah menurut Kepala Sekolah SMUN 3 Tebing Tinggi, diperlukan dana yang cukup besar bukan saja dari partisipasi wali murid, profesionalitas tenaga pengajar tapi juga dukungan dari APBD.

"Untuk meningkatkan prestasi siswa diperlukan dana dan dukungan dari semua pihak, termasuk dari pemerintah daerah," paparnya.

Menyikapi masalah itu, dikatakan Wakil Bupati H. Said Hasyim, kebutuhan sekolah sampai kapanpun tidak ada habisnya, yang terpenting bagaimana pihak sekolah memanage dengan anggaran yang tesedia dapat mengakomodir kebutuhan, jangan sampai memberatkan wali murid.

Dan disitu pula peran dari Dinas Pendidikan sebagai Leading Sektor, untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah. "Kelola manajemen sekolah sesuai dengan kebutuhan yang ada, jika ada kekurangan ajukan melalui APBD, sekolah konsentrasi saja pada mutu pendidikan dan mutu pendidikan ditentukan oleh guru, karena soal kelengkapan hanya




 
Berita Lainnya :
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    02 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    03 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    04 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    05 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    06 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    07 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    08 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    09 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    10 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    11 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    12 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    13 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    14 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    15 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    16 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    17 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    19 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    20 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    21 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    22 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat