Cegah Ekspor, Riau Butuh Investor Hilir Sagu
Minggu, 05 Juni 2016 - 14:05:45 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Untuk mencegak ekspor, Riau butuh teknologi hilir. Dengan demikian tidak lagi bergantung dengan permintaan internasional.
Pemrov Riau dan badan restorasi gambut akan mencari investor untuk membangun pabrik hilirisasi sagu di Riau ini.
"Ini dalma rangka mencegah ekspor sagu yang lebih banyak tidak bergantung kepada permintaan luar negeri," katanya.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan beberapa calon investor dari luar negeri, seperti Jepang untuk berinvestasi di sektor hilirisasi sagu di Indonesia.
Apalagi selain Riau, Provinsi Papua juga menjadi salah satu daerah sentra produksi sagu. Produksi sagu riau mencapai 246.000 ton per tahun yang dipusatkan di kabupaten kepulauan meranti Riau dengan total luas lahan 5,7 juta hektar, saat ini sagu masih diekspor ke luar negeri seperti di Jepang dan Tiongkok.
Andi Rachman mengakui selama ini, Riau hanya memanfaatkan 5 persen tanaman sagu, untuk menggaet investor, Pemrov Riau akan menggenjot produksi sagu.
Pemerintah juga akan mempromosikan sagu ke dunia internasional untuk meningkatkan potensi pariwisata dengan menggelar festival kuliner sagu internasional.
Gubri mengatakan, swasembada sagu juga diprogramkan yang berfungsi merestorasi lahan gambut dengan bekerjasama dengan dua universitas dari Jepang.
Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau Ondhi Sukara mengatakan, hilirisasi diperlukan agar sagu diekspor dalam bentuk olahan tidak hanya mei sagu. (slt)
Komentar Anda :