Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Presiden Filipina Dukung Pembunuhan Wartawan Korup, Organisasi Media Marah
Rabu, 01 Juni 2016 - 22:26:11 WIB
Rodrigo Duterte (Foto: REUTERS/Rene Lumawag/detik.com)

MANILA, Suluhriau- Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte menyatakan dirinya mendukung pembunuhan para jurnalis yang korup. Kelompok-kelompok media marah atas dukungan Duterte tersebut.

Duterte yang memenangi pemilihan presiden bulan lalu, mengatakan bahwa dirinya mendukung pembunuhan jurnalis yang menerima suap atau terlibat dalam aktivitas korup lainnya.

"Hanya karena Anda jurnalis, Anda tidak terbebas dari pembunuhan jika Anda seorang bajingan," cetus Duterte seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/6/2016).

Hal itu disampaikan Duterte ketika ditanya mengenai bagaimana dia akan menangani masalah pembunuhan jurnalis di negeri itu. Pekan lalu, seorang reporter ditembak mati di Manila, ibukota Filipina.

Filipina merupakan salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi para jurnalis. Sebanyak 174 wartawan telah tewas sejak demokrasi yang marak korupsi menggantikan kediktatoran Ferdinand Marcos tiga dekade lalu.

"Kebanyakan mereka yang tewas, sejujurnya, telah melakukan sesuatu. Anda tak akan dibunuh jika Anda tak berbuat salah," ujar Duterte seraya menambahkan, banyak jurnalis di Filipina yang korup.

Serikat Jurnalis Nasional Filipina (NUJP) menyebut komentar Duterte tersebut "mengerikan". Diakui organisasi media itu, ada masalah korupsi di industri pers negeri itu, namun hal itu tidak menjustifikasi pembunuhan wartawan.

Kecaman senada disampaikan Luis Teodoro, wakil direktur organisasi Kebebasan dan Tanggung jawab Media. Menurutnya, komentar Duterte tersebut menyedihkan, dan bisa mengirimkan sinyal bahwa sah-sah saja untuk membunuh dalam keadaan tertentu.

"Ketika Anda mengatakan jurnalis korup bisa dibunuh, itu pesan yang sangat jelas," cetusnya seperti dikutip AFP.

Komite Perlindungan Jurnalis yang berbasis di New York, Amerika Serikat juga mengecam Duterte. "Apa yang telah dilakukannya dengan komentar tak bertanggung jawab ini adalah memberikan hak kepada petugas-petugas keamanan untuk membunuh atas perbuatan yang mereka anggap fitnah," ujar perwakilan Asia Tenggara organisasi tersebut, Shawn Crispin.

"Ini salah satu statemen paling keterlaluan yang pernah kita dengar dari seorang presiden di Filipina," cetusnya.

sumber: detik.com



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat