Gawat, Ratusan Pencuri Serentak Bobol Ribuan ATM di Jepang
Selasa, 24 Mei 2016 - 08:26:06 WIB
|
Ilustrasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM) (int)
|
TOKYO, Suluhriau- Anggota sindikat kejahatan internasional diduga telah mencuri uang sebesar lebih dari 1.4 bn yen atau sekitar US$ 12,7 juta dari sejumlah mesin ATM di Jepang.
Pembobolan ATM tersebut dilakukan hanya dalam waktu kurang dari tiga jam dengan melibatkan ribuan penarikan terkoordinasi.
Polisi setempat percaya bahwa tersangka berjumlah 100 orang dan hingga berita ini ditulis belum ada satupun yang tertangkap. Mereka diduga secara bersama-sama menggunakan kartu kredit palsu yang berisi rincian rekening ilegal yang diperoleh dari sebuah bank di Afrika Selatan.
Polisi setempat mengatakan, para pelaku menggunakan kartu kredit tersebut di 1.400 ATM di beberapa minimarket pada Minggu, 15 Mei 2016. Setiap transaksi, mereka diduga menarik senilai 100.000 yen yang menjadi jumlah maksimal untuk setiap transaksi penarikan tunai. Tercatat ada sekitar 14.000 penarikan pada saat itu.
Menurut kantor berita Kyodo News, para pencuri menargetkan pembobolan di mesin ATM di ibukota Tokyo dan 16 prefektur lainnya. Kepolisian Jepang telah meminta otoritas Afrika Selatan lewat Interpol untuk menyelidiki bagaimana mereka mendapatlan informasi yang pada kartu kredit itu.
Para pelaku memulai transaksi pada hari Minggu pekan lalu, mulai dari pukul 05.00 waktu setempat dan transaksi terakhir tercatat sebelum pukul 08.00.
Kantor berita The Yomiuri Shimbun melaporkn bahwa para pelaku diduga telah meninggalkan Jepang. Polisi Jepang telah meminta pihak berwenang di Afrika Selatan, melalui Interpol, untuk menetapkan bagaimana informasi kartu kredit yang diperoleh.
Jepang adalah korban terbaru dari serangkaian perampokan ATM menggunakan kartu kredit palsu ini. Menurut Yomiuri, dalam satu kasus pencuri menarik 4.5bn yen di 26 negara, termasuk Jepang di tahun 2012 dan 2013.
sumber: tempo.co
Komentar Anda :