"Saat Sensus Ekonomi, Usaha Online Sulit Dideteksi"
Minggu, 08 Mei 2016 - 21:45:50 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Saat sensus ekonomi 2016, jenis usaha penjualan online sulit dideteksi.Kepala BPS Riau Mawardi Arsyad mengaku karakteristik usaha online berbeda dibanding dengan jenis usaha lainnya berbeda. Sehingga merupakan jenis usaya yang paling sulit dideteksi saat sensus ekonomi 2016.
"Berbeda dengan usaha lainnya yang cenderung terlihat seperti warung bakso, sehingga petugas cukup mendatangi dan melakukan sensus, sementara usaha online tidak semua dapat dilihat," katanya.
Guna mengoptimalkan sensus hingga menyasar jenis usaha online, petugas pencacah dilapangan sudah diminta menggali informasi usaha online yang ada di setiap rumah tangga atau pelaku usaha, penggalian informasi tersebut bisa dilakukan melalui wawancara dengan tetangga atau bila memungkinkan melalui sosial media.
Sensus Ekonomi digelar 1 - 31 Mei, guna mengantisipasi pendataan ganda, setiap petugas memiliki wilayah tugas masing-masing sesuai peta wilayah sensus.
Tujuan dari sensus salah satunya untuk memotret perkembangan dan pertumbuhan ekonomi wilayah, dari hasil sensus tersebut diharapkan bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan, bagi pengusaha hasil sensus ekonomi bisa menjadi acauan untuk berinvestasi.
Mawardi Arsyad mengatakan, cakupan sensus ekonomi meliputi seluruh usaha atau perusahaan non pertanian, termasuk warga yang melakukan jenis usaha dengan keliling seperti tukang jajanan keliling dan penyedia jasa keliling.
Selain itu, sensus menyasar jenis usaha online yang belakangan mengalami perkembangan pesat. Saat melaksanakan sensus, tidak ada sama sekali pungutan, sehingga jika ada petugas yang memungut agar dilaporkan. (slt)
Komentar Anda :