Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Pemerintah Panama Berang Disebut Negara Pelindung Mafia Pajak
Rabu, 06 April 2016 - 16:39:13 WIB

Suluhriau- Terbongkarnya dokumen Panama Papers yang menyeret sejumlah nama pesohor dunia, membuat Prancis berencana memasukkan Panama dalam daftar hitam.

Rencana ini dibuat karena salah satu negara Amerika Tengah itu lalai dalam menjaga dokumen rahasia sehingga bisa teretas dan merebak di seluruh dunia.

"Prancis akan mengambil keputusan memasukkan Panama ke dalam daftar hitam negara yang tidak kooperatif, atas semua konsekuensi kepada mereka yang memiliki transaksi di dalamnya," ujar Menteri Keuangan Prancis Michel Sapin dalam jumpa pers Selasa (5/4/2016).

Mendengar kabar seperti itu, Panama tidak tinggal diam. Melalui Kepala Staf Presiden Alvaro Aleman, Panama mengeluarkan ancaman kepada Negeri Menara Eiffel itu. Panama mengancam akan membalas Prancis jika melanjutkan rencana untuk memasukkan negara Amerika Tengah itu kembali ke daftar hitam yurisdiksi pajak yang tidak kooperatif.

Aleman mengatakan pemerintahnya akan melakukan hal yang sama kepada semua negara yang memasukkan Panama dalam daftar hitam, tidak terkecuali Prancis.

"Dalam kasus Prancis atau negara manapun yang memasukkan Panama dalam daftar abu-abu, pemerintah nasional akan melakukan analisa situasi dan mengambil berbagai langkah untuk melakukan hal yang sama," kata Aleman, Rabu (6/4/2016).

Sejumlah langkah yang akan dilakukan Panama adalah memblokir investasi asing atau menahan tender publik.

"Kami tidak akan membiarkan Panama digunakan sebagai kambing hitam oleh pihak lain. Setiap negara yang terlibat dalam dugaan pencucian uang turut bertanggung jawab atas hal ini," lanjut dia.

Aleman mengungkapkan bahwa Presiden Panama telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk menghubungi puluhan negara terlibat dalam kasus ini.

Dia juga mengatakan Panama siap untuk bekerja sama melakukan berbagai penyelidikan dalam kasus pembocoran data ini.

Data yang dikenal dengan nama Panama Papers bocor ke publik pada akhir pekan kemarin. Bocornya 11,5 juta dokumen atau setara 2,6 terabita ini mengungkapkan banyaknya perusahaan hingga tokoh dunia yang mengemplang pajak.

Perusahaan yang dibobol datanya adalah perusahaan firma hukum di Panama, Mossack Fonsesca. Sejumlah nama pemimpin dunia seperti Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahkan pemain sepak bola kenamaan Argentina Lionel Messi juga turut masuk dalam Panama Papers tersebut.

Sumber: merdeka.com



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat