Pasca Polisi dan TNI Redamkan Bentrok Ormas PP Vs Grib Jaya di Pandau, Lusa Tetap Dilakukan Mediasi Sabtu, 01/02/2025 | 21:24
SULUHRIAU, Kampar- Setelah TNI dan Polri secara persuasif berhasil meredam bentrok antara Ormas PP dan Grib Jumat (31/1/2025) sore.
Kendati demikian menindaklanjuti masalah tersebut, pada Senin 3 Januari 2025 akan dilanjutkan mediasi di Polda Riau.
Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja, S.I.K, dikutip melalui keterangan tertulis Sabtu (1/1/2025) mengharapkan mediasi ini mendapat hasil dengan solusi yang adil dan damai terkait konflik tersebut, sehingga tidak lagi terjadi bentrok antar ormas di masa mendatang.
Sebelumnya, ketegangan mewarnai wilayah Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pada Jumat (31/1/2025) sore.
Dua organisasi massa (ormas) Pemuda Pancasila dan Grib Jaya, bersitegang di pinggir jalan lajur dua di Perum Pandau Permai.
Konflik ini dipicu permasalahan terkait pendirian plang nama dan pagar non permanen di sebidang lahan yang diklaim kedua ormas.
Permasalahan ini berawal dari pendirian plang nama dan pagar non permanen oleh Ormas Grib Jaya Provinsi Riau di sebidang lahan seluas lebih kurang 2 hektar.
Lahan tersebut diklaim masih dalam pengawasan Ormas Pemuda Pancasila berdasarkan surat kuasa dari pemilik lahan.
"Situasi sangat tegang, massa dari kedua ormas berkumpul dengan jumlah yang cukup banyak," ungkap Kapolsek Siak Hulu, Kompol Fauzi, S.H., M.H. "Kami langsung turun ke lokasi dan melakukan mediasi antara pimpinan masing-masing ormas," katanya.
Mediasi pertama dilakukan oleh Kapolsek Siak Hulu dengan mengajak kedua pihak untuk menjelaskan permasalahan dengan kepala dingin. Namun, mediasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan.
"Kami minta agar pihak Grib Jaya dapat melakukan pembongkaran terlebih dahulu pagar dan plang nama hingga adanya hasil kesepakatan saat mediasi nantinya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tegas Dankoti PP Provinsi Riau, Ari Gaufar, S.H.
"Kami bersedia melakukan mediasi, namun kami tidak mendapatkan persetujuan untuk membongkar pagar dan plang nama Grib Jaya," jawab Pendi selaku Panglima Grib Jaya DPD Provinsi Riau.
Menyadari bahwa situasi semakin tegang, Polisi mengajak TNI untuk bersama-sama melakukan mediasi. Dir Intelkam Polda Riau KBP Wimboko, S.I.K., M.Si, Kasat Samapta Polresta Pekanbaru AKBP Maryanta, S.H, Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja, S.I.K, Kasat IK Polres Kampar AKP JWH Matondang, S.H, Camat Siak Hulu Bpk. Irwansyah, S.STP, Kapolsek Siak Hulu Kompol Fauzi, S.H., M.H, Danramil 06/SH Kapten CBA Y Zebua hadir di lokasi untuk mencari solusi.
Namun, tengah perundingan, massa dari anggota PP dan Grib Jaya turun ke jalan dengan saling berhadapan membentuk kelompok. Situasi pun semakin tegang.
"Kapolres Kampar secara tegas meminta Pendi untuk segera menghubungi dan menghdirkan kuasa hukum Grib Jaya yang telah memberi perintah melakukan pemagaran lahan secara sepihak. Apabila tidak dapat dihadirkan maka massa dari Grib jaya akan dibubarkan secara paksa karena dianggap telah menimbulkan gangguan Kamtibmas," tegas Kapolres Kampar. (hpk)