Minggu, 18 Oktober 2026 Diikuti Ribuan Peserta, Tiga Hentakan Cokmar Fadli Zon Buka Arak-arakan Keberagaman di Riau | Naik Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen Siapkan Aturan dan Berlaku 2027/2028 | Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Tiadakan CFD Minggu 18 Oktober | Ribuan Warga Padati Tradisi Ikan Antau Lubuk Rangan Siberuang, Dibidik Jadi Ikon Wisata Kampar | Pagi Sabtu Kabut Asap Naik Tajam, PM2.5 dan Tembus 187,6 Mikrogram dengan Level Sangat Tidak Sehat | Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Ranperwako Strategi Sanitasi Kota Pekanbaru 2025–2029
 
 
☰ Sosial Budaya
Dari Balai Adat LAMR
Diikuti Ribuan Peserta, Tiga Hentakan Cokmar Fadli Zon Buka Arak-arakan Keberagaman di Riau
Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:21:08 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Tiga kali hentakan Cokmar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menjadi penanda dimulainya Arak-arakan Keberagaman, Persebatian Antaretnis di Pekanbaru, Minggu (18/10/2026).


Hentakan tersebut dilakukan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon di halaman Balai Adat LAMR. Momen itu sekaligus menandai puncak rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 di Provinsi Riau.


Dengan Cokmar di tangan, Fadli Zon tidak hanya melepas barisan peserta. Simbol adat tersebut menjadi bagian dari pesan yang lebih besar tentang keberagaman, persatuan, dan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.


Sebelum arak-arakan bergerak, Fadli menyampaikan apresiasi kepada LAMR dan seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian kegiatan kebudayaan yang berlangsung sejak 16 Oktober 2026.


“Atas nama Kementerian Kebudayaan, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya kepada LAMR Provinsi Riau beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Fadli.


Menurut dia, Arak-arakan Keberagaman merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk merawat warisan budaya, tradisi, dan adat Melayu Riau. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.


Fadli menegaskan, keragaman budaya bukan sekadar perbedaan yang harus diterima, melainkan kekayaan yang perlu dirawat dan dikembangkan.


Kebudayaan, kata dia, memiliki cakupan yang luas. Tidak hanya seni pertunjukan, tetapi juga bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, olahraga tradisional, permainan rakyat, serta berbagai bentuk ekspresi seni.


Dalam konteks Riau, Fadli juga menyoroti posisi penting kebudayaan Melayu dalam perjalanan sejarah Nusantara.


Bahasa Melayu, menurutnya, memiliki jejak panjang sebagai bahasa perdagangan dan komunikasi antarmasyarakat di berbagai wilayah Nusantara. Jejak tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan kebudayaan Indonesia.


Fadli kemudian menyinggung upaya pengusulan Tari Zapin ke UNESCO yang dilakukan bersama negara-negara serumpun, termasuk Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.


“Kebudayaan kita ini sangat luas. Keberagaman ini adalah kekayaan kita,” katanya.


Pesan itu kemudian mengarah pada tantangan berikutnya. Menurut Fadli, kekayaan budaya Riau perlu terus dihidupkan melalui berbagai ruang, mulai dari museum, situs sejarah, hingga berbagai warisan budaya yang tersebar di daerah.


Kebudayaan, lanjut dia, bukan hanya menyangkut identitas dan jati diri bangsa. Jika dikelola dengan baik, kebudayaan juga dapat menjadi kekuatan yang menggerakkan perekonomian sekaligus mendorong sektor pariwisata.


Karena itu, Fadli mendorong komunitas dan para pelaku budaya di Riau memanfaatkan berbagai dukungan pemerintah, termasuk program Dana Indonesiana untuk pengembangan kegiatan seni dan kebudayaan.


Pemerintah juga terus menjalankan program revitalisasi situs-situs budaya. Sejumlah situs di Riau termasuk dalam perhatian pemerintah dalam upaya menjaga warisan budaya agar tetap memiliki nilai bagi generasi sekarang maupun mendatang.


Menjelang pelepasan arak-arakan, Fadli kembali mengingatkan pentingnya merawat semangat Bhinneka Tunggal Ika.


Perbedaan suku, bahasa, adat, dan tradisi, menurutnya, semestinya tidak menjadi sekat. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan yang memperkokoh ikatan kebangsaan.


Pesan tersebut terlihat dalam barisan arak-arakan yang memenuhi kawasan Balai Adat LAMR. Ribuan peserta dari 42 paguyuban tampil mengenakan beragam busana adat sekaligus membawa ekspresi budaya dari berbagai etnis yang hidup dan berkembang di Riau.


Kegiatan tersebut diinisiasi LAMR bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), serta sejumlah pihak lainnya.


Keberagaman yang ditampilkan tidak berhenti pada simbol pakaian dan pertunjukan. Arak-arakan itu menjadi gambaran bagaimana berbagai kelompok masyarakat dapat berjalan dalam satu barisan tanpa harus kehilangan identitas budaya masing-masing.


Di situlah makna HKN 2026 di Riau menemukan bentuknya. Budaya tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi dihadirkan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat hari ini.


Fadli kemudian menutup sambutannya dengan pantun yang menegaskan kuatnya kecintaan terhadap budaya Melayu. "Dijunjung tinggi takkan Melayu hilang di bumi.” (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Diikuti Ribuan Peserta, Tiga Hentakan Cokmar Fadli Zon Buka Arak-arakan Keberagaman di Riau
  • Naik Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen Siapkan Aturan dan Berlaku 2027/2028
  • Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Tiadakan CFD Minggu 18 Oktober
  • Ribuan Warga Padati Tradisi Ikan Antau Lubuk Rangan Siberuang, Dibidik Jadi Ikon Wisata Kampar
  • Pagi Sabtu Kabut Asap Naik Tajam, PM2.5 dan Tembus 187,6 Mikrogram dengan Level Sangat Tidak Sehat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Diikuti Ribuan Peserta, Tiga Hentakan Cokmar Fadli Zon Buka Arak-arakan Keberagaman di Riau
    02 Naik Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen Siapkan Aturan dan Berlaku 2027/2028
    03 Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Tiadakan CFD Minggu 18 Oktober
    04 Ribuan Warga Padati Tradisi Ikan Antau Lubuk Rangan Siberuang, Dibidik Jadi Ikon Wisata Kampar
    05 Pagi Sabtu Kabut Asap Naik Tajam, PM2.5 dan Tembus 187,6 Mikrogram dengan Level Sangat Tidak Sehat
    06 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Ranperwako Strategi Sanitasi Kota Pekanbaru 2025–2029
    07 KPK Ungkap Dana Bencana BNPB Diduga Jadi Bancakan, Adik Mantan Kepala BNPB Tersangka
    08 Polresta Pekanbaru Sisir Kampung Dalam-Kampung Terendam, Tes Urine 3 Orang Positif Methamphetamine
    09 Tragis di Teluk Meranti, Ayah Tewas Diduga Dipukul dengan Kayu oleh Anak Kandung
    10 Suhardiman Bantah Mobil Mewah Jadi Imbalan Jabatan Zulkarnain, Hanya Dipinjamkan
    11 Kanwil Kemenkum Riau Dalami Isu Krusial Satu Data Indonesia untuk Perkuat Kualitas Regulasi
    12 Tingkatkan Kapasitas ASN Berbasis Assessment, Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Program JELAJAH
    13 Kalahkan Ratusan Daerah, BAZNAS Kampar Dinobatkan Pengelola Zakat Terbaik
    14 Kemenkum Riau Dorong Digitalisasi Evaluasi Perda Lewat Inovasi ''PASIH PERDA''
    15 Razia Tengah Malam di Tempat Hiburan Tapung, Dua Pengunjung Karoke Positif Sabu Diamankan
    16 Bupati Siak Tegas Soal Disiplin ASN, 10 Pegawai Dipecat dan 14 Lainnya Diguyur Penghargaan
    17 Syawal Pimpin PWI Kampar 2026–2029, Bawa Misi Satukan Wartawan dan Jaga Marwah Pers
    18 Kabut Asap Masih Mengintai, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar dari Rumah 16–17 Oktober
    19 Perkuat Profesionalisme, Polres Kampar Sosialisasi UU Polri dan KUHAP Baru
    20 Perkuat Pengawasan Notaris, Kemenkum Riau Bahas Pedoman Pemeriksaan Protokol
    21 27 Merek Kolektif Terdaftar, Kemenkum Riau Kejar Target 50 KDKMP Aktif
    22 Kalahkan Puluhan Kanwil, Kemenkum Riau Raih Terbaik II Anugerah Legislasi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat