Kamis, 15 Oktober 2026 Kalahkan Puluhan Kanwil, Kemenkum Riau Raih Terbaik II Anugerah Legislasi | PWI-Lemhannas Teken MoU untuk Menjaga Ketahanan Nasional | Dua Kadiv Kemenkum Riau Lulus PKN Tingkat II, Kakanwil Edison Manik Beri Apresiasi | Edarkan Sabu dan Pil Ekstasi, Tiga Pria di Tambang Kampar Ditangkap | Adik Kepala BNPB Terseret Kasus Dana Siap Pakai Kebencanaan, KPK Dalami Dugaan Pengondisian | Edarkan 18 Paket Sabu, Warga Kepau Jaya Siak Hulu Ditangkap Polisi
 
 
☰ Sosial Budaya
PWI-Lemhannas Teken MoU untuk Menjaga Ketahanan Nasional
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:42:51 WIB

SULUHRIAU, Jakarta- Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan penandatanganan nota kesepahaman.


Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan Ketua Umum PWI Akhmad Munir bersama Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026).


Turut mendampingi pengurus PWI Pusat yaitu Wakil Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Sekretaris Jenderal Haryo Ristamaji dan Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu.


Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan kepemimpinan dan pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan. Selain itu, kedua lembaga sepakat menjalin pertukaran informasi, pertukaran narasumber, penyelenggaraan kegiatan ilmiah, serta bidang lain sesuai kebutuhan yang disepakati.


Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman 
antara PWI dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaan serta peran wartawan dalam menjaga ketahanan nasional melalui pemberitaan. 


Akhmad Munir mengatakan, kerja sama antara PWI dan Lemhannas telah terjalin sejak lama. Selama ini, PWI turut berpartisipasi dalam berbagai program peningkatan dan pemantapan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan Lemhannas.


"Kami menyambut baik MoU antara PWI dengan Lemhannas. Kerja sama ini adalah pembaruan karena sebelumnya antara PWI dengan Lemhannas sudah terjalin kerja sama yang cukup lama," kata Akhmad Munir usai penandatanganan nota kesepahaman antara PWI dan Lembaga Ketahanan Nasional.


Dia menjelaskan, selama ini anggota PWI, baik di tingkat pusat maupun daerah, telah mengikuti berbagai program Lemhannas, termasuk pendidikan wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara dengan durasi tiga hingga enam bulan.


Akhmad Munir menegaskan, PWI akan terus melanjutkan kolaborasi tersebut karena ketahanan nasional perlu dijaga di tengah tantangan perkembangan teknologi informasi dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks.


"Kami tentu akan terus melakukan kolaborasi ini karena kami sadar betul bahwa tantangan terhadap ketahanan negara itu harus terus dijaga," ujarnya.


Menurut Akhmad Munir, situasi tersebut membutuhkan pemahaman, persepsi, dan sikap yang sama mengenai nilai-nilai kebangsaan di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya wartawan dan komunitas pers.


Dia menilai, penguatan nilai-nilai kebangsaan di kalangan wartawan menjadi penting karena pers memiliki peran strategis dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi kepada masyarakat.


"Khususnya oleh wartawan, komunitas pers agar penguatan terhadap nilai-nilai kebangsaannya harus terus dikuatkan, bahkan harus terus ditularkan kepada masyarakat," katanya.


Akhmad Munir menambahkan, wartawan perlu memastikan produk jurnalistik yang dihasilkan tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta merawat keberagaman bangsa.


"Kita bekerja dalam koridor jurnalisme, di mana memproduksi dan mendistribusi berita. Sehingga berita-berita yang kita produksi, berita-berita yang kita siarkan itu tetap menjaga NKRI, nilai-nilai kebangsaan, dan merawat kebinekaan, keragaman bangsa Indonesia ini agar betul-betul menjadi bangsa yang tahan dan kuat," tuturnya.


Sementara itu, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengatakan, ketahanan nasional tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan demografi.


"Kita menyampaikan ketahanan nasional bukan hanya ditentukan kekuatan militer, tetapi juga oleh komponen yang lain. Ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, demografi kita," ujar Ace.


Dia menegaskan, pembangunan ketahanan nasional merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk PWI, diperlukan untuk menghadapi tantangan yang terus berkembang.


Ace juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya berbentuk perang militer, tetapi juga perang kognitif yang dapat memengaruhi pola pikir dan persepsi masyarakat.


Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan penggunaan algoritma dalam penyebaran informasi menuntut masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar.


"Kita harus menyadari itu dan bisa jadi kita menjadi kekuatan yang dipakai," tuturnya.


Melalui kerja sama ini, PWI dan Lemhannas diharapkan dapat memperkuat kapasitas wartawan dalam memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus meningkatkan kontribusi pers dalam menjaga persatuan dan ketahanan nasional di tengah perkembangan teknologi informasi. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Kalahkan Puluhan Kanwil, Kemenkum Riau Raih Terbaik II Anugerah Legislasi
  • PWI-Lemhannas Teken MoU untuk Menjaga Ketahanan Nasional
  • Dua Kadiv Kemenkum Riau Lulus PKN Tingkat II, Kakanwil Edison Manik Beri Apresiasi
  • Edarkan Sabu dan Pil Ekstasi, Tiga Pria di Tambang Kampar Ditangkap
  • Adik Kepala BNPB Terseret Kasus Dana Siap Pakai Kebencanaan, KPK Dalami Dugaan Pengondisian
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kalahkan Puluhan Kanwil, Kemenkum Riau Raih Terbaik II Anugerah Legislasi
    02 PWI-Lemhannas Teken MoU untuk Menjaga Ketahanan Nasional
    03 Dua Kadiv Kemenkum Riau Lulus PKN Tingkat II, Kakanwil Edison Manik Beri Apresiasi
    04 Edarkan Sabu dan Pil Ekstasi, Tiga Pria di Tambang Kampar Ditangkap
    05 Adik Kepala BNPB Terseret Kasus Dana Siap Pakai Kebencanaan, KPK Dalami Dugaan Pengondisian
    06 Edarkan 18 Paket Sabu, Warga Kepau Jaya Siak Hulu Ditangkap Polisi
    07 Akses Jalan Ditutup, Warga Kulim Mengaku Dikeroyok hingga Lapor Polisi
    08 Kanwil Kemenkum Riau Beri Masukan Ranperda Penanggulangan Bencana Inhu
    09 Kanwil Kemenkum Riau Evaluasi Kualitas Layanan Hukum bagi 13 Penerima Bantuan Hukum
    10 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Kepatuhan Royalti Musik di Pekanbaru
    11 Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Kemenkum Riau Perkuat Tata Kelola Regulasi
    12 Konferkab PWI Kampar Siap Digelar, Dua Kandidat Berebut Kursi Ketu
    13 Modus Buang Bungkusan Berisi Narkoba di Jalan Gagal, Dua Pria Kampar Masuk Jeruji
    14 Utang Lunas Tapi Jaminan Masih Aktif, Kanwil Kemenkum Riau Soroti Layanan Roya Fidusia
    15 Kabut Tebal Selimuti Pelalawan, Jarak Pandang Disebut Hanya Sekitar 100 Meter
    16 Kabut Asap Karhutla Mengusik Kesehatan Warga Pekanbaru, 11.707 Kasus Dilaporkan
    17 Asap Karhutla Kembali Ganggu Pekanbaru, Siswa Belajar dari Rumah Selama Dua Hari
    18 Menbud Fadlizon Apresiasi LAMR, Pelestarian Sejarah Melayu Riau Dibahas di Jakarta
    19 Rp6,7 Miliar Bansos Pendidikan Cair, 1.138 Mahasiswa Riau Sudah Terima
    20 Lihat Kondisi Rumah Ibu Lansia 73 Tahun di Desa Ranah, Kapolres Kampar Turunkan Bantuan Rehab
    21 Polisi Sisir Rumah Diduga Sarang Narkoba di Hangtuah Perhentian Raja Kampar Kiri, Ini Hasilnya
    22 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Merek Kolektif Lewat Aplikasi SIMAKO
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat