Rabu, 14 Oktober 2026 Kabut Asap Karhutla Mengusik Kesehatan Warga Pekanbaru, 11.707 Kasus Dilaporkan | Asap Karhutla Kembali Ganggu Pekanbaru, Siswa Belajar dari Rumah Selama Dua Hari | Menbud Fadlizon Apresiasi LAMR, Pelestarian Sejarah Melayu Riau Dibahas di Jakarta | Rp6,7 Miliar Bansos Pendidikan Cair, 1.138 Mahasiswa Riau Sudah Terima | Lihat Kondisi Rumah Ibu Lansia 73 Tahun di Desa Ranah, Kapolres Kampar Turunkan Bantuan Rehab | Polisi Sisir Rumah Diduga Sarang Narkoba di Hangtuah Perhentian Raja Kampar Kiri, Ini Hasilnya
 
 
☰ Metropolis
Kabut Asap Karhutla Mengusik Kesehatan Warga Pekanbaru, 11.707 Kasus Dilaporkan
Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:37:49 WIB
Ilustrasi, dampak asap larhutla bagi warga Pekanbaru (Foto AI/suluhriau

SULUHRIAU, Pekanbaru-  Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru bukan sekadar mengganggu jarak pandang.


Dampaknya terhadap kesehatan masyarakat juga kian menjadi perhatian, dengan 11.707 kasus gangguan kesehatan tercatat hingga pertengahan Oktober 2026.


Data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menunjukkan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi keluhan paling dominan di tengah kondisi udara yang memburuk. Ribuan kasus tersebut menjadi pengingat bahwa paparan asap tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.


Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi kasus yang dihimpun sejak 25 Agustus 2026, setelah penetapan status siaga darurat kebakaran lahan di wilayah Pekanbaru.


“Seluruh data kesehatan tersebut berhasil direkap dari fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di kota tersebut, yakni mencakup 21 Puskesmas dan 30 rumah sakit. Dari total belasan ribu kasus yang tercatat, ISPA menjadi penyakit yang paling dominan menyerang masyarakat,” ujar Hazli, Selasa (13/10/2026).


Besarnya angka tersebut membuat upaya pencegahan dan kesiapan layanan kesehatan menjadi semakin penting. Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Diskes pun memperkuat sosialisasi kepada masyarakat sekaligus memastikan fasilitas kesehatan tetap siap menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan.


ISPA Capai 9.816 Kasus


Dari total 11.707 kasus gangguan kesehatan yang tercatat, ISPA menempati urutan teratas dengan 9.816 kasus. Angka ini menunjukkan bahwa keluhan pada saluran pernapasan menjadi masalah kesehatan utama yang dilaporkan selama periode pendataan.


Selain ISPA, Diskes Pekanbaru juga mencatat 892 kasus asma, 498 kasus iritasi kulit, serta 328 kasus konjungtivitis atau peradangan pada selaput mata yang dapat menimbulkan kemerahan dan rasa tidak nyaman.


Beragam keluhan tersebut menjadi perhatian di tengah paparan asap karhutla. Meski demikian, angka yang tercatat merupakan data kasus gangguan kesehatan selama periode pendataan dan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh kasus disebabkan langsung oleh kabut asap.


Pemerintah daerah tetap mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengurangi paparan polusi udara, terutama ketika kondisi udara tidak mendukung aktivitas di luar ruangan.


Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah


Untuk menekan risiko gangguan kesehatan, Diskes Pekanbaru menggencarkan promosi kesehatan melalui jaringan Puskesmas. Masyarakat diimbau membatasi kegiatan di luar rumah dan menggunakan masker saat harus bepergian.


Warga juga dianjurkan menutup pintu, jendela, serta ventilasi rumah guna mengurangi masuknya partikel asap ke dalam ruangan.


Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu melindungi anggota keluarga dari paparan polusi udara. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau kondisi kesehatan yang membuat mereka lebih rentan.


Selain memberikan edukasi, Diskes Pekanbaru turut membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Hazli menyebut persediaan masker yang dimiliki masih mencukupi untuk mendukung upaya perlindungan warga.


Pemko Pekanbaru juga menggandeng perusahaan dan kalangan korporasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). 


Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu pengadaan dan penyaluran masker bagi masyarakat yang membutuhkan.


Puskesmas Siaga hingga Malam


Di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak kabut asap, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dari penanganan. Diskes Pekanbaru memastikan Puskesmas dan rumah sakit disiagakan dengan dukungan obat-obatan, tabung oksigen, serta peralatan untuk menangani pasien dengan gangguan pernapasan.


Tidak hanya dari sisi ketersediaan perlengkapan medis, akses pelayanan juga diperluas. Jam pelayanan Puskesmas diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB dan tetap dibuka pada Sabtu serta Minggu.


Perpanjangan jam layanan tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis tanpa harus menunggu hingga hari kerja berikutnya.


Warga yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar asap, terutama sesak napas atau gejala yang memburuk, disarankan segera mencari pertolongan medis.


Sementara itu, kerugian selain kesehatan, juga materi bagi warga terdampak, pencarian mereka terganggu karena sulit beraktifitas normal.


Belum lagi soal non materi, masyarakat terusik psikologinya, karena kekhawatiran karena ancaman asap karhutla. "Kami-kami orang tua ini, merasa khawatir, karena ketergangguan pelajaran anak-anak, walaupun belajar daring, "aku Rahmawati, salah seoarang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Kabut Asap Karhutla Mengusik Kesehatan Warga Pekanbaru, 11.707 Kasus Dilaporkan
  • Asap Karhutla Kembali Ganggu Pekanbaru, Siswa Belajar dari Rumah Selama Dua Hari
  • Menbud Fadlizon Apresiasi LAMR, Pelestarian Sejarah Melayu Riau Dibahas di Jakarta
  • Rp6,7 Miliar Bansos Pendidikan Cair, 1.138 Mahasiswa Riau Sudah Terima
  • Lihat Kondisi Rumah Ibu Lansia 73 Tahun di Desa Ranah, Kapolres Kampar Turunkan Bantuan Rehab
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kabut Asap Karhutla Mengusik Kesehatan Warga Pekanbaru, 11.707 Kasus Dilaporkan
    02 Asap Karhutla Kembali Ganggu Pekanbaru, Siswa Belajar dari Rumah Selama Dua Hari
    03 Menbud Fadlizon Apresiasi LAMR, Pelestarian Sejarah Melayu Riau Dibahas di Jakarta
    04 Rp6,7 Miliar Bansos Pendidikan Cair, 1.138 Mahasiswa Riau Sudah Terima
    05 Lihat Kondisi Rumah Ibu Lansia 73 Tahun di Desa Ranah, Kapolres Kampar Turunkan Bantuan Rehab
    06 Polisi Sisir Rumah Diduga Sarang Narkoba di Hangtuah Perhentian Raja Kampar Kiri, Ini Hasilnya
    07 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Merek Kolektif Lewat Aplikasi SIMAKO
    08 Perkuat Akurasi Data, Kemenkum Riau Ikuti Pemutakhiran SIMWAS dan SIPIDU
    09 Plaza Citra Pekanbaru Tutup, Kenangan Bioskop hingga Belanja Bersama Keluarga Kini Tinggal Cerita
    10 Klaim Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Korban Disebut Tembus Ratusan
    11 Paripurna Hari Jadi Ke 27 Kuansing, DPRD Tekankan Sinergi di Tengah Keterbatasan Fiskal
    12 Operasi Narkoba di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru, 68 Orang Diamankan, 63 Positif Tes Urine
    13 Atlet SOIna Kampar Siap Berlaga di PeSONas II, Wabup Misharti Lepas Kontingen
    14 Cekcok Harga Indomie, Pemilik Warung di Siak Hulu Bacok Warga hingga Luka Parah
    15 Kakanwil Kemenkum Riau Edison Manik Pimpin Rapat Kinerja Perdana, Fokus Realisasi Anggaran Triwulan IV
    16 Bawa Sabu 3,43 Gram, Pemuda 25 Ditangkap di Sei Putih Tapung
    17 Perkuat Akuntabilitas, Kakanwil Pimpin Pembahasan Perjanjian Kinerja Kemenkum Riau 2027
    18 Kakanwil Kemenkum Riau Edison Manik Pimpin Jajaran Ikuti Pelantikan Pimti Madya Kemenkum RI
    19 Ambil Paspor Makin Mudah, Imigrasi Pekanbaru Hadirkan Layanan Digital ''IKAN PATIN''
    20 MTQ Kampar ke-55 Dimulai, Diikuti 21 Kecamatan dengan 9 Cabang Perlombaan
    21 Perdana Menteri dan Menhan Jadi Target Pembunuhan, Polandia Perketat Keamanan Pejabat Tinggi
    22 Tepuk Tepung Tawar Iringi Langkah Awal Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat, Pesan Adat Melayu Menguat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat