SULUHRIAU, Siak— Kado istimewa datang untuk Kabupaten Siak jelang Hari Ulang Tahun ke-27. Naskah kuno Syair Perang Siak resmi ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Penetapan ini menjadi catatan sejarah. Tidak hanya yang pertama dari Kabupaten Siak, tetapi juga yang pertama dari Provinsi Riau yang berhasil lolos sebagai IKON.
"Alhamdulillah untuk hadiah ulang tahun Kabupaten Siak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak mendapatkan penghargaan nasional yaitu Syair Perang Siak menjadi Ingatan Kolektif Nasional," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak Setya Hendro Wardana, Jumat (18/9/2026).
Pengakuan nasional tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Perpusnas RI Nomor 154 Tahun 2026 tentang Penetapan Naskah Kuno sebagai Ingatan Kolektif Nasional Tahun 2026.
Kepastian itu disampaikan melalui surat Perpusnas Nomor B.2901/3/JIP.02.02/IX/2026 tertanggal 16 September 2026 kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak selaku pengusul.
Dalam surat itu disebutkan, Syair Perang Siak memiliki nilai penting sebagai warisan dokumenter yang signifikan bagi sejarah, kebudayaan, dan peradaban Indonesia.
Perpusnas juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Siak atas partisipasi dan kontribusi dalam upaya pelestarian warisan dokumenter bangsa.
Penghargaan akan diserahkan dalam Penganugerahan IKON dan Seminar IKON-Memory of the World Tahun 2026.
Kegiatan mengusung tema Naskah, Ingatan, dan Kolektivitas Bangsa dan dijadwalkan berlangsung Kamis 24 September 2026 di Auditorium Lantai 2 Perpusnas, Jakarta Pusat.
Sertifikat IKON akan diserahkan langsung oleh Kepala Perpusnas kepada perwakilan pengusul.
Bagi Hendro, capaian ini menjadi kebanggaan bersama.
Usulan ini berasal dari daerah yang memiliki keterkaitan kuat dengan sejarahnya, tempat berdirinya Istana Siak dan jejak Kesultanan Siak berada.
"Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ibu Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapak Sekretaris Daerah beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Siak, Pemerintah Provinsi Riau beserta jajarannya, LAM Siak, LAM Riau, serta seluruh tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak," ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada budayawan Siak Tuk Budi, filolog dari Unilak I-iek, serta seluruh pihak yang membantu proses pengusulan hingga ditetapkan menjadi IKON Nasional.
"Semoga Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Kuasa membalas segala kebaikan dan dukungan yang telah diberikan oleh kita semua. Prestasi ini bukan milik satu pihak, melainkan menjadi hadiah, kebanggaan, dan prestasi kita bersama untuk Kabupaten Siak dan Provinsi Riau," ucap Hendro.
Dengan penetapan ini, Syair Perang Siak kini mendapat pengakuan resmi sebagai bagian dari ingatan kolektif bangsa.
Warisan manuskrip Melayu tersebut memperkuat posisi khazanah sejarah dan budaya Siak dalam peta warisan dokumenter Indonesia. (mcr, src)
Komentar Anda :