Kejar Adipura 2026, DLHK Pekanbaru Perang Lawan TPS Liar dan Gandeng PT ICE Kelola Sampah TPA Muara Fajar
SULUHRIAU, Pekanbaru— Warga Pekanbaru tak bisa lagi leluasa buang sampah sembarangan. Pemberantasan Tempat Pembuangan Sementara liar di pinggiran jalan kini menjadi fokus utama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru.
Targetnya jelas, rebut kembali Piala Adipura pada 2026. Pengetatan pengawasan TPS liar merupakan bagian dari perombakan total pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Di tingkat hilir, Pemko Pekanbaru mengambil langkah agresif. Pemko menggandeng pihak ketiga, PT Indonesia Clean Energy (ICE) untuk menata dan mengelola tumpukan sampah di TPA Muara Fajar.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra mengatakan kerja sama ini diharapkan segera berjalan.
"Mudah-mudahan dalam tahun ini PT ICE sudah bergerak dan beroperasi. Kami berharap kehadiran PT ICE dapat memberi nilai tambah pengolahan sampah dalam penilaian Adipura," ujar Reza, Jumat (18/9/2026).
Selain menata TPA dan membabat habis titik tumpukan sampah ilegal, DLHK juga mengubah prosedur kerja Lembaga Pengelola Sampah di tingkat masyarakat.
Selama ini sebagian besar LPS hanya mengangkut sampah dari rumah warga untuk dibuang ke TPS atau TPA.
Ke depan rutinitas itu ditingkatkan. "Masing-masing LPS harus melaksanakan pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya," tegas Reza.
Pemilahan dari sumber dinilai menjadi kunci menekan volume limbah rumah tangga yang berakhir di TPA Muara Fajar.
Jika volume tidak dipangkas sejak hulu, penataan TPA akan terus menjadi persoalan tak berujung.
Terkait warga yang masih membuang sampah di luar waktu dan tempat yang ditentukan, Reza memastikan pengawasan di lapangan diperketat.
Titik yang selama ini langganan menjadi lokasi penumpukan ilegal akan diawasi khusus.
"Kita pastikan tidak ada lagi tumpukan-tumpukan sampah di TPS-TPS liar di pinggiran jalan. Wajah Kota Pekanbaru harus lebih bersih dan tertata," paparnya.
Meski sistem pengolahan diperkuat, Adipura mustahil diraih tanpa perubahan perilaku masyarakat.
"Mari sama-sama kita menjaga kebersihan lingkungan. Jangan sampai kota kita ini kotor. Harapannya Piala Adipura tahun 2026 bisa kita bawa pulang kembali," tutup Reza. (src)
Komentar Anda :