5 Jam Terobos Bukit Batu, Kapolres Kampar Pimpin Langsung Padamkan 7 Titik Api di Sungai Sarik-Balung
SULUHRIAU, Kampar— Jauh, terjal, berbatu cadas, minim air, tanpa sinyal. Itu gambaran medan yang harus ditembus tim gabungan untuk memadamkan kebakaran di perbatasan Desa Sungai Sarik, Kampar Kiri dan Desa Balung, XIII Koto Kampar, Kamis (17/0/2026).
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang memimpin langsung operasi sejak pukul 07.00 WIB.
Perjalanan sejauh 50 kilometer ditempuh selama 5 jam hanya untuk mencapai lokasi.
Setibanya di lapangan, tim menemukan 7 titik api masih berkobar di kawasan perbukitan terpencil.
Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektar dan tersebar di dua wilayah kecamatan yang berbatasan.
Identitas pemilik lahan masih dalam penyelidikan.
Medan menjadi tantangan utama.
Bukit terjal berbatu cadas membuat pergerakan sangat berat.
Sumber air jauh dan terbatas. Jaringan komunikasi tidak ada, sehingga koordinasi harus dilakukan secara langsung dari satu titik ke titik lain.
Namun keterbatasan tidak membuat langkah surut.
Sebanyak 98 personel bergerak menyatu di bawah komando Kapolres.
Terdiri dari 53 personel Polres Kampar dan Polsek Kampar Kiri, 28 personel Brimobda Polda Riau, 2 personel TNI, 10 personel Manggala Agni, serta 5 personel RPK PT Ciliandra.
Peralatan diangkut dengan susah payah ke puncak bukit.
Ada 9 unit kendaraan roda empat, 13 unit roda dua, puluhan gulung selang, 10 unit nozzle, 6 unit Mini Striker, 2 unit mesin Robin, hingga 50 jerigen cairan pemadam X-fire.
Tim bekerja bergantian mengangkut air dari kejauhan dan menyiram setiap jengkal tanah yang terbakar untuk membatasi perambatan api.
Kapolres menegaskan komitmen menjaga alam tetap menjadi prioritas.
"Hari ini kami membuktikan bahwa tidak ada medan yang terlalu jauh, tidak ada bukit yang terlalu tinggi, dan tidak ada keterbatasan yang boleh mengalahkan niat kami untuk menjaga alam.
Perjalanan 5 jam ini adalah bukti nyata: kami datang bukan sekadar memadamkan api, tetapi menunjukkan bahwa setiap jengkal tanah di Kabupaten Kampar adalah tanggung jawab kami," tegasnya.
"Api mungkin menyusup ke tempat yang sulit dijangkau, tetapi tekad kami untuk menjangkaunya jauh lebih besar. Kami tidak akan pulang sebelum lahan benar-benar dingin dan aman," tambahnya.
Hingga laporan ini disampaikan, ketujuh titik api telah berhasil dipadamkan.
Meski begitu, sisa asap masih terlihat keluar dari kedalaman tanah menandakan bara belum sepenuhnya padam.
Tim masih bertahan di lokasi untuk melakukan pendinginan secara bertahap dengan memanfaatkan setiap sumber air yang tersedia.
Penyelidikan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab juga terus berjalan.
Personel akan terus melakukan penyiraman hingga dipastikan tidak ada potensi api menyala kembali.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat asap atau titik api ke layanan 110 atau pos keamanan terdekat. (hpk)
Komentar Anda :