Rabu, 16 September 2026 Kemenkum Riau Kenalkan HARMONITAS, Platform Digital untuk Harmonisasi Perda | Jalan Kaki 5 Kilometer, Manggala Agni Kejar Karhutla Gambut di Kampung Pulau Inhu | Menangkap Pengedar Tidak Cukup, Kasat Narkoba Polresta: Perang Lawan Narkoba Dimulai dari Rumah | Silaturahmi ke SMSI, PHR Tegaskan Media Mitra Strategis Energi Nasional | Genjot Ekonomi Petani Tidak Hanya Sawit, Kampar Bidik Pisang Cavendish Jadi Komoditas Unggulan | Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Pedoman Tata Kelola Sentra KI dengan DJKI
 
 
☰ Kampar
Genjot Ekonomi Petani Tidak Hanya Sawit, Kampar Bidik Pisang Cavendish Jadi Komoditas Unggulan
Rabu, 16 September 2026 - 20:52:07 WIB

SULUHRIAU, Kampar— Pemerintah Kabupaten Kampar tidak ingin hanya mengandalkan dana pusat.Sektor hortikultura kini didorong menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.


Komitmen itu disampaikan Bupati Kampar H Ahmad Yuzar saat menghadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura di Aula Kantor Bupati Kampar, Rabu (16/9/2026) 


Kegiatan dihadiri pengembang ekonomi kerakyatan Jefry Noer yang juga Bupati Kampar pada masanya, Sekda Kampar Dr Ardi Mardiansyah, Bung Ardo, jajaran perangkat daerah, perwakilan perusahaan, camat, dan kepala desa se-Kabupaten Kampar.


Ahmad Yuzar mengatakan pembangunan daerah butuh inovasi dan kontribusi semua pihak.


Tidak bisa hanya berharap dari pusat. 
Pemerintah daerah harus membuka peluang ekonomi yang bermuara pada penguatan ekonomi masyarakat.


"Untuk membangun daerah, kita tidak hanya bisa mengandalkan dana dari pusat. Kita harus memiliki inovasi dan melakukan berbagai upaya yang bermuara pada penguatan ekonomi kerakyatan," ujarnya.


Menurutnya, Kampar memiliki potensi dan SDM yang bisa menjadi contoh pertanian modern.


Salah satunya Jefry Noer yang sukses mengembangkan pisang Cavendish hingga menembus pasar ekspor dan mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis.


"Kita sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kita ingin pola pengembangan yang sudah berhasil dapat ditularkan ke seluruh wilayah Kabupaten Kampar sesuai dengan potensi masing-masing daerah," katanya.


Ahmad Yuzar menegaskan pengembangan hortikultura tidak berhenti di budidaya.


Perlu pendampingan petani, penerapan SOP, hingga akses pemasaran.


Dengan tata kelola yang baik, hortikultura dinilai memberi nilai ekonomi signifikan.


"Kita yakin, kalau dipelihara sesuai SOP, hasilnya tidak akan mengecewakan. Kita juga sudah melihat langsung lokasi pengembangannya beberapa waktu lalu. Ini merupakan contoh baik yang bisa kita kembangkan di Kampar," ungkapnya.


Ia juga mengajak perusahaan bersinergi mengembangkan sumber ekonomi masyarakat, terutama di sekitar lingkungan perusahaan.


"Lebih dari itu, kita ingin menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Kampar. Karena itu, kita mengajak seluruh pihak, termasuk perusahaan, untuk bersinergi," tegasnya.


Bupati berharap hortikultura menjadi model pemberdayaan yang bisa direplikasi di tiap kecamatan dan desa sesuai karakteristik wilayah.


Kolaborasi pemerintah, petani, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan membuat sektor pertanian lebih produktif dan mempercepat kesejahteraan.


"Kalau kita bisa mengembangkan potensi yang ada secara bersama-sama, kita yakin akan lahir pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini bagian dari upaya kita mempercepat pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar," pungkasnya.


Pada kesempatan itu Jefry Noer memaparkan prospek pisang Cavendish, mulai tata kelola hingga strategi pemasaran sampai mancanegara.


Kegiatan dilanjutkan diskusi dan tanya jawab tentang peluang pengembangan hortikultura khususnya pisang Cavendish. (hpk)


 




 
Berita Lainnya :
  • Kemenkum Riau Kenalkan HARMONITAS, Platform Digital untuk Harmonisasi Perda
  • Jalan Kaki 5 Kilometer, Manggala Agni Kejar Karhutla Gambut di Kampung Pulau Inhu
  • Menangkap Pengedar Tidak Cukup, Kasat Narkoba Polresta: Perang Lawan Narkoba Dimulai dari Rumah
  • Silaturahmi ke SMSI, PHR Tegaskan Media Mitra Strategis Energi Nasional
  • Genjot Ekonomi Petani Tidak Hanya Sawit, Kampar Bidik Pisang Cavendish Jadi Komoditas Unggulan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kemenkum Riau Kenalkan HARMONITAS, Platform Digital untuk Harmonisasi Perda
    02 Jalan Kaki 5 Kilometer, Manggala Agni Kejar Karhutla Gambut di Kampung Pulau Inhu
    03 Menangkap Pengedar Tidak Cukup, Kasat Narkoba Polresta: Perang Lawan Narkoba Dimulai dari Rumah
    04 Silaturahmi ke SMSI, PHR Tegaskan Media Mitra Strategis Energi Nasional
    05 Genjot Ekonomi Petani Tidak Hanya Sawit, Kampar Bidik Pisang Cavendish Jadi Komoditas Unggulan
    06 Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Pedoman Tata Kelola Sentra KI dengan DJKI
    07 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Bantuan Hukum Pro Bono
    08 Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Layanan Daktiloskopi dengan Ditjen AHU
    09 Jurnalisme di Tengah Gelombang AI, Syahrul Aidi Dorong Wartawan Pahami Regulasi Digital
    10 Pos Jaga Sawit Jadi Tempat Transaki Narkoba, Dua Pengedar Sabu di Tapung Hilir Diringkus
    11 Fasilitasi Pemprov Riau, Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Dorong Kerja Sama Strategis dengan Jepang
    12 Kepala Bakom RI M Qodari di Podcast PWI Pusat, Bahas Nasib Media Mainstream dan Regulasi Medsos
    13 Dugaan Pelanggaran IG Kopi Liberika Meranti, Kemenkum Riau Siapkan Mediasi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan BPHN, Kenalkan Sejumlah Inovasi Pembinaan Hukum
    15 Kabut Asap Selimuti 16 Kecamatan, Kasus ISPA di Rohul Capai 1.860 dalam Kurun Dua Pekan
    16 Kondisi Udara Sangat Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Terapkan Belajar Daring Selama 4 Hari
    17 Empat Bulan Terakhir, Polresta Pekanbaru Bongkar 82 Kasus, 128 Tersangka Narkoba Diamankan
    18 Selain Gelar Diskusi Masa Depan Pers, PWI Riau Umumkan Pemenang LKTJ Raja Ali Kelana 2026
    19 Kemenkum Riau Kembangkan HARMONITAS, Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat
    20 36 Peserta Ikut Seleksi, 29 Jamaah Panutan Kampar Akan Diberangkatkan ke Tanah Suci
    21 Pagi Hari, Asap Kepung Pekanbaru, Warga Keluhkan Sesak dan Mata Perih
    22 Bangun Kepercayaan Publik, Bukan Sekadar Publikasi Pemko Pekanbaru Ingin Media yang Profesional
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat