Rabu, 16 September 2026 Kemenkum Riau Kenalkan HARMONITAS, Platform Digital untuk Harmonisasi Perda | Jalan Kaki 5 Kilometer, Manggala Agni Kejar Karhutla Gambut di Kampung Pulau Inhu | Menangkap Pengedar Tidak Cukup, Kasat Narkoba Polresta: Perang Lawan Narkoba Dimulai dari Rumah | Silaturahmi ke SMSI, PHR Tegaskan Media Mitra Strategis Energi Nasional | Genjot Ekonomi Petani Tidak Hanya Sawit, Kampar Bidik Pisang Cavendish Jadi Komoditas Unggulan | Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Pedoman Tata Kelola Sentra KI dengan DJKI
 
 
☰ Sosial Budaya
Jurnalisme di Tengah Gelombang AI, Syahrul Aidi Dorong Wartawan Pahami Regulasi Digital
Rabu, 16 September 2026 - 19:58:19 WIB
Tangkapan layar, Syahrul Aidi Maazat sebagai keynote speaker dalam Webinar Merajut Nusantara yang digelar BAKTI Komdigi, Rabu (16/9/2026).

SULUHRIAU— Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap dunia jurnalistik. 


Di tengah kemudahan teknologi dalam memproduksi dan menyebarkan informasi, pemahaman terhadap regulasi dan keamanan digital dinilai semakin penting bagi para jurnalis.


Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A. saat menjadi keynote speaker dalam Webinar Merajut Nusantara yang digelar BAKTI Komdigi, Rabu (16/9/2026).


Webinar yang berlangsung secara daring melalui Zoom sejak pukul 13.30 WIB hingga 16.30 WIB itu mengangkat tema “Jurnalisme di Era AI: Antara Kebebasan Pers, Keamanan Digital dan Regulasi”.


Syahrul mengatakan, perkembangan teknologi menuntut jurnalis untuk terus memperbarui pengetahuan. Bukan hanya terkait teknik jurnalistik, tetapi juga menyangkut regulasi yang berkembang seiring dengan perubahan teknologi digital.


“Jurnalis perlu memahami dan meng-upgrade pengetahuan, terutama terkait regulasi yang ada dan kaitannya dengan perkembangan teknologi, termasuk AI,” ujar Syahrul dalam kegiatan tersebut.


Menurut dia, pemahaman tersebut penting agar insan pers dapat melihat perkembangan teknologi secara lebih utuh. AI, kata dia, tidak hanya menghadirkan peluang dalam kerja jurnalistik, tetapi juga membawa sejumlah persoalan baru yang berkaitan dengan informasi, keamanan digital, dan regulasi.


Karena itu, kegiatan tersebut turut difasilitasi untuk memberikan ruang bagi jurnalis, khususnya dari Riau, agar memperoleh informasi dan perspektif yang lebih komprehensif mengenai perkembangan regulasi di ranah digital.


Salah satu narasumber yang dihadirkan dalam webinar itu adalah Dr. Aza El Munadiyana, S.Si., MM., AMIPR, akademisi sekaligus Ketua STIM Budi Bakti dan Tenaga Ahli Fraksi PKS untuk Poksi I.


Syahrul menyebut Aza memiliki pengalaman dalam pembahasan sejumlah isu yang berkaitan dengan transformasi digital, termasuk bidang pers, media, penyiaran, dan regulasi digital yang menjadi perhatian di DPR RI.


Selain mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan regulasi, Syahrul juga membuka ruang bagi para jurnalis untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.


Ia mengatakan masukan dari insan pers dapat menjadi bahan dalam melihat kebutuhan regulasi ke depan, terutama ketika perkembangan teknologi bergerak lebih cepat dibandingkan perubahan aturan.


“Silakan tampung dan sampaikan aspirasi para jurnalis. Kalau berkaitan dengan regulasi, aspirasi tersebut bisa menjadi bahan untuk mempersiapkan regulasi ke depan,” katanya.


Pembahasan mengenai AI, lanjut Syahrul, juga tidak dapat dilepaskan dari perkembangan global. Teknologi tersebut telah menjadi perhatian berbagai negara dan forum internasional karena dampaknya menyentuh banyak sektor kehidupan.


Melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), Syahrul mengatakan isu AI turut menjadi bagian dari pembahasan dalam forum-forum global. Kondisi tersebut menurutnya menunjukkan perlunya Indonesia menyiapkan kerangka regulasi yang dapat merespons perkembangan teknologi secara terarah.


Ia mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan surat kepada pimpinan DPR RI terkait rekomendasi agar pembahasan mengenai Undang-Undang AI dapat masuk dalam agenda legislasi.


“Kami sudah menyurati pimpinan. Mudah-mudahan secepatnya,” ujar Syahrul.


Bagi dunia jurnalistik, perkembangan AI pada akhirnya bukan sekadar persoalan teknologi. Di balik kemampuan mesin menghasilkan dan mengolah informasi, terdapat pertanyaan yang lebih mendasar mengenai akurasi, tanggung jawab, keamanan, serta batas kebebasan pers.


Karena itu, penguatan kapasitas jurnalis dan pembahasan regulasi menjadi dua hal yang berjalan beriringan. Perkembangan teknologi yang semakin cepat membutuhkan insan pers yang mampu beradaptasi, sekaligus memahami koridor hukum dan etika dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Sementara itu, pemateri, yakni Woro Indah Widi Astuti dalam pemaparannya, Woro Indah Widi Astuti membahas pentingnya pemerataan infrastruktur telekomunikasi, termasuk pembangunan dari wilayah pinggiran, dalam menghadapi perkembangan jurnalisme di era digital.


Sedangkan, Aza El Munadiyan menyampaikan perspektif akademik terkait penataan regulasi penyiaran di tengah berlangsungnya konversi dan transformasi digital. (sr5)


 




 
Berita Lainnya :
  • Kemenkum Riau Kenalkan HARMONITAS, Platform Digital untuk Harmonisasi Perda
  • Jalan Kaki 5 Kilometer, Manggala Agni Kejar Karhutla Gambut di Kampung Pulau Inhu
  • Menangkap Pengedar Tidak Cukup, Kasat Narkoba Polresta: Perang Lawan Narkoba Dimulai dari Rumah
  • Silaturahmi ke SMSI, PHR Tegaskan Media Mitra Strategis Energi Nasional
  • Genjot Ekonomi Petani Tidak Hanya Sawit, Kampar Bidik Pisang Cavendish Jadi Komoditas Unggulan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kemenkum Riau Kenalkan HARMONITAS, Platform Digital untuk Harmonisasi Perda
    02 Jalan Kaki 5 Kilometer, Manggala Agni Kejar Karhutla Gambut di Kampung Pulau Inhu
    03 Menangkap Pengedar Tidak Cukup, Kasat Narkoba Polresta: Perang Lawan Narkoba Dimulai dari Rumah
    04 Silaturahmi ke SMSI, PHR Tegaskan Media Mitra Strategis Energi Nasional
    05 Genjot Ekonomi Petani Tidak Hanya Sawit, Kampar Bidik Pisang Cavendish Jadi Komoditas Unggulan
    06 Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Pedoman Tata Kelola Sentra KI dengan DJKI
    07 Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Bantuan Hukum Pro Bono
    08 Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Layanan Daktiloskopi dengan Ditjen AHU
    09 Jurnalisme di Tengah Gelombang AI, Syahrul Aidi Dorong Wartawan Pahami Regulasi Digital
    10 Pos Jaga Sawit Jadi Tempat Transaki Narkoba, Dua Pengedar Sabu di Tapung Hilir Diringkus
    11 Fasilitasi Pemprov Riau, Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Dorong Kerja Sama Strategis dengan Jepang
    12 Kepala Bakom RI M Qodari di Podcast PWI Pusat, Bahas Nasib Media Mainstream dan Regulasi Medsos
    13 Dugaan Pelanggaran IG Kopi Liberika Meranti, Kemenkum Riau Siapkan Mediasi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan BPHN, Kenalkan Sejumlah Inovasi Pembinaan Hukum
    15 Kabut Asap Selimuti 16 Kecamatan, Kasus ISPA di Rohul Capai 1.860 dalam Kurun Dua Pekan
    16 Kondisi Udara Sangat Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Terapkan Belajar Daring Selama 4 Hari
    17 Empat Bulan Terakhir, Polresta Pekanbaru Bongkar 82 Kasus, 128 Tersangka Narkoba Diamankan
    18 Selain Gelar Diskusi Masa Depan Pers, PWI Riau Umumkan Pemenang LKTJ Raja Ali Kelana 2026
    19 Kemenkum Riau Kembangkan HARMONITAS, Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat
    20 36 Peserta Ikut Seleksi, 29 Jamaah Panutan Kampar Akan Diberangkatkan ke Tanah Suci
    21 Pagi Hari, Asap Kepung Pekanbaru, Warga Keluhkan Sesak dan Mata Perih
    22 Bangun Kepercayaan Publik, Bukan Sekadar Publikasi Pemko Pekanbaru Ingin Media yang Profesional
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat