Kondisi Udara Sangat Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Terapkan Belajar Daring Selama 4 Hari
SULUHRIAU, Pekanbaru — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring selama tiga hari, Rabu hingga Sabtu (16-19) September 2026).
Kebijakan diambil setelah rapat bersama sejumlah pihak terkait kondisi udara di Pekanbaru yang masuk kategori sangat tidak sehat, Selasa (15/9/2026).
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan mempertimbangkan Indeks Standar Pencemar Udara yang sudah mencapai 220.
Angka itu masuk kategori sangat tidak sehat. "Mempertimbangkan prediksi BMKG curah hujan yang belum turun sampai hari Jumat, maka mulai besok melaksanakan pembelajaran jarak jauh," kata Agung Nugroho.

Menurutnya, belajar daring menjadi langkah upaya melindungi kesehatan peserta didik dari gangguan akibat kabut asap.
Jika kualitas udara belum membaik, belajar tampa tatap muka ini berpotensi diperpanjang.
Opsi perpanjangan disiapkan hingga akhir pekan atau sampai Minggu 20 September 2026.
Agung menegaskan meski tidak ditemukan titik api di wilayah Kota Pekanbaru, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diantisipasi bersama.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan. Karena dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko karhutla di sekitar Pekanbaru.
Sementara itu, berdasarkan surat edaran (SE) Nomor: B.400.3.1/Disdik/35/2026, Tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru yang ditetapkan di Pekanbaru pada tanggal, 15 September 2026 antara lain disebutkan, dari hasil pemantauan ISPU, kondisi pada hari Selasa, 15 September 2026 kualitas udara terpantau pada kategori Sangat Tidak Sehat.
Atas pertimbangan ini, Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring kembali dilaksanakan selama 4 (empat) hari (Rabu s.d Sabtu) tanggal 16-19 September 2026 untuk SD dan SMP. Sedangkan TK/PAUD libur.
Kepada Sekolah/Madrasah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama dan kementerian/lembaga lainnya di Kota Pekanbaru, dihimbau untuk dapat menyesuaikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dengan tetap memperhatikan kondisi kualitas udara serta kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Bagi sekolah yang terkendala akses listrik atau jaringan internet, pembelajaran dilaksanakan. melalui modul pembelajaran penugasan berbasis rumah.
"Jadi SE itu pada dasarnya sama dengan sebelum-sebelumnya," ujar Plt Kadisdik Pekanbaru Abdul Jamal. (sr5)
Komentar Anda :