Rabu, 28 Oktober 2026 Jadi Andalan, Produk Patin dan Batik Kampar Disiapkan Tembus Pasar Luas | Jalur Narkoba dari Malaysia Dibendung, Polda Riau Sita 34,9 Kg Sabu Senilai Rp62,9 Miliar | Hampir Rampung, Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa Pekanbaru Tinggal Menunggu Pembagian | Operasi Patuh Lancang Kuning di Kampar, Bukan Sekadar Tilang, Kendaraan Juga Diperiksa Pajaknya | Abdil Majid Rahman Cs Pulang ke Riau, Bawa Medali Emas & Perunggu Asian Para Games 2026 di Jepang | Perempuan Lansia Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Sungai Apit, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
 
 
☰ Sosial Budaya
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Bentuk Kaukus Parlemen Hijau Khusus Lingkungan di Riau
Sabtu, 12 September 2026 - 19:49:17 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Krisis ekologis tidak bisa lagi diselesaikan hanya di lapangan.


Sebanyak 20 organisasi masyarakat sipil di Riau resmi mendeklarasikan Koalisi Masyarakat Sipil Riau Penyokong Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau. 


Deklarasi dilakukan Johny Setiawan Mundung selaku Dinamisator Koalisi, di Pekanbaru.


Organisasi yang tergabung di antaranya Yayasan Inisiatif Bumi Swarnadwipa, Fitra Riau, Jikalahari, YMI, LPESM, Yayasan Buana Nusantara, Yayasan Kabut Riau, Perkumpulan ELANG, Yayasan Bunga Bangsa dan RWWG.


Langkah ini muncul sebagai respons terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, serta kebutuhan integrasi kebijakan berwawasan lingkungan dalam produk legislasi di Bumi Lancang Kuning.


Melalui deklarasi, koalisi mendesak terbentuknya "KAUKUS PARLEMEN HIJAU DAERAH RIAU". 
Kaukus ini diharapkan diinisiasi dan diisi seluruh elemen legislatif, mulai dari DPRD Provinsi Riau hingga DPRD kabupaten dan kota se-Riau.


Menurut koalisi, penyelamatan lingkungan di Riau tidak cukup mengandalkan eksekutif dan penegakan hukum saja. 
Parlemen sebagai pemegang fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan harus berada di garda depan.


Ada tiga tuntutan utama yang diajukan.


Pertama, penguatan regulasi hijau daerah. 
DPRD provinsi dan kabupaten/kota diminta melahirkan Perda inovatif yang pro-lingkungan. 
Perda itu harus melindungi hak masyarakat adat dan memperketat izin korporasi berbasis lahan.


Kedua, pengawasan anggaran lingkungan. 
Koalisi ingin memastikan APBD benar-benar berpihak pada program mitigasi bencana ekologis, restorasi gambut, dan penanggulangan karhutla secara permanen.


Ketiga, fungsi kontrol terhadap korporasi. 
Parlemen harus berani menggunakan hak pengawasannya untuk mengevaluasi kepatuhan lingkungan perusahaan yang beroperasi di Riau.


Johny Setiawan Mundung menegaskan desakan ini adalah soal komitmen.


"Masa depan ekologi Riau berada di tangan kebijakan yang kita formulasikan hari ini. Kami menantang komitmen moral dan politik seluruh Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota se-Riau untuk segera melembagakan Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau," ujarnya.


Bagi koalisi, kaukus hijau bukan sekadar simbol. 
Ini ruang kerja bersama untuk memastikan setiap kebijakan daerah tidak menambah beban lingkungan.


Dengan adanya kaukus, diharapkan legislasi di Riau lebih responsif terhadap perubahan iklim, kerusakan gambut, dan dampak industri terhadap masyarakat.


Koalisi juga berharap DPRD menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas utama dalam pembahasan anggaran dan pengawasan tahunan. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Jadi Andalan, Produk Patin dan Batik Kampar Disiapkan Tembus Pasar Luas
  • Jalur Narkoba dari Malaysia Dibendung, Polda Riau Sita 34,9 Kg Sabu Senilai Rp62,9 Miliar
  • Hampir Rampung, Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa Pekanbaru Tinggal Menunggu Pembagian
  • Operasi Patuh Lancang Kuning di Kampar, Bukan Sekadar Tilang, Kendaraan Juga Diperiksa Pajaknya
  • Abdil Majid Rahman Cs Pulang ke Riau, Bawa Medali Emas & Perunggu Asian Para Games 2026 di Jepang
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Jadi Andalan, Produk Patin dan Batik Kampar Disiapkan Tembus Pasar Luas
    02 Jalur Narkoba dari Malaysia Dibendung, Polda Riau Sita 34,9 Kg Sabu Senilai Rp62,9 Miliar
    03 Hampir Rampung, Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa Pekanbaru Tinggal Menunggu Pembagian
    04 Operasi Patuh Lancang Kuning di Kampar, Bukan Sekadar Tilang, Kendaraan Juga Diperiksa Pajaknya
    05 Abdil Majid Rahman Cs Pulang ke Riau, Bawa Medali Emas & Perunggu Asian Para Games 2026 di Jepang
    06 Perempuan Lansia Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Sungai Apit, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
    07 12 Masjid di Kampar Gelar Sholat Subuh Keliling Bersama Polisi
    08 Temui Plt Gubernur Riau, Bupati Kampar Usulkan Jalan Muara Takus hingga Jembatan Rumbio
    09 Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Damkar, Ingatkan Perkuat Layanan Darurat
    10 Berujung Saling Dorong, Demo di Kantor Gubri Ricuh, Satu Mahasiswa UIR Tumbang dan Dievakuasi
    11 Ratusan Mahasiswa Unri Geruduk DPRD Riau, Desak Bongkar Dalang Karhutla
    12 SMSI dan RRI Teken MoU, Bersinergi Lawan Hoaks di Ruang Digital
    13 Wako Agung Nugroho Lantik 17 Pejabat Pemko Pekanbaru, 4 Eselon II Bergeser, Berikut Nama dan Jabatan
    14 Pasokan Gas Berkurang, PLN Siapkan Pemadaman Bergilir di Riau
    15 Operasi Patuh Lancang Kuning Dimulai Hari Ini, Bidik 10 Pelanggaran Lalin, Personel Diminta Hindari Pungli
    16 Bukan Sekadar Tanam Pohon, Kapolres Kampar Titip Pesan Lingkungan kepada Pelajar
    17 Jangan Abai! Operasi Patuh Lancang Kuning Dimulai Senin 26 Oktober, Ini 10 Sasarannya
    18 SK Diperpanjang, Gaji PPPK Paruh Waktu Kampar Mulai Cair Senin 26 Oktober
    19 Pabrik Lee Biscuits Tutup Akhir Oktober Ini Setelah 92 Tahun Berjalan, Biskuit Marie Hadapi Babak Baru
    20 Kapolri Suyudi Dorong Larangan Total Vape, Soroti Ancaman Pintu Masuk Narkotika Cair
    21 Sejumlah Titik di Pangeran Hidayat Disisir Polisi, 18 Paket Sabu dan 4 Pria Positif Narkoba Diamankan
    22 Air Sungai Batang Bio Keruh, Polsek Kampar Kiri Gerebek PETI di Tanjung Permai, 5 Rakit Dibakar
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat