Selasa, 27 Oktober 2026 Temui Plt Gubernur Riau, Bupati Kampar Usulkan Jalan Muara Takus hingga Jembatan Rumbio | Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Damkar, Ingatkan Perkuat Layanan Darurat | Berujung Saling Dorong, Demo di Kantor Gubri Ricuh, Satu Mahasiswa UIR Tumbang dan Dievakuasi | Ratusan Mahasiswa Unri Geruduk DPRD Riau, Desak Bongkar Dalang Karhutla | SMSI dan RRI Teken MoU, Bersinergi Lawan Hoaks di Ruang Digital | Wako Agung Nugroho Lantik 17 Pejabat Pemko Pekanbaru, 4 Eselon II Bergeser, Berikut Nama dan Jabatan
 
 
☰ Sosial Budaya
Kemenkum Riau Bekali Calon Paralegal dengan Materi Hukum dan Demokrasi
Jumat, 11 September 2026 - 19:01:25 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Akses keadilan harus sampai ke level paling bawah. Itu alasan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau turut terlibat dalam Pendidikan dan Pelatihan Paralegal bagi Masyarakat. 


Kegiatan digelar Yayasan Lembaga Bantuan Hukum dan Kemanusiaan YLBHK Markfen Justice, Jumat (11/9/2026). 


Pelatihan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.


Hadir Direktur YLBHK Markfen Justice, Penyuluh Hukum Kanwil Kemenkum Riau, serta 25 peserta pelatihan.


Kegiatan dibuka Direktur YLBHK Markfen Justice Markoni Efendi. 
Ia mengapresiasi semangat peserta yang bersedia menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.


Menurut Markoni, paralegal adalah jembatan. 
Menghubungkan masyarakat miskin dan kelompok termarginalkan dengan akses terhadap keadilan.


"Bantuan hukum tidak hanya soal pendampingan perkara. Tapi juga edukasi agar masyarakat punya kemandirian dan kesadaran hukum," jelasnya.


Sesi materi kemudian disampaikan Dwi Maya Charlly, Penyuluh Hukum Ahli Muda Kanwil Kemenkum Riau. 
Temanya Pengantar Hukum dan Demokrasi.


Dalam pemaparannya, Dwi Maya menegaskan Indonesia adalah negara hukum yang demokratis. 
Dasarnya Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


Kehidupan bernegara dijalankan melalui mekanisme demokrasi, pembagian kekuasaan, dan tata kelola pemerintahan yang baik. 
Semuanya tetap berlandaskan hukum.


Ia juga menguraikan hubungan erat antara hukum dan demokrasi.


"Hukum tanpa demokrasi berpotensi melahirkan pemerintahan otoriter. Demokrasi tanpa hukum bisa menimbulkan ketidakpastian dan kondisi tanpa aturan," ujarnya.


Karena itu, Indonesia menempatkan hukum dan demokrasi berjalan beriringan. 
Proses demokrasi harus tetap berada dalam koridor hukum.


Agar materi mudah dipahami, penyampaian tidak hanya berupa teori. 
Disertai ilustrasi, studi kasus, kuis interaktif, pembahasan jawaban, tanya jawab, dan diskusi terbuka.


Pendekatan ini memberi ruang bagi peserta mengaitkan materi dengan persoalan advokasi yang ditemui di lapangan.


Peserta juga mendapat pemahaman tentang prinsip negara hukum, demokrasi, supremasi hukum, keadilan sosial, dan keberagaman sistem hukum dalam masyarakat.


Di akhir sesi, Dwi Maya menekankan peran penting paralegal. Mereka diharapkan membantu masyarakat memahami dan memperoleh akses terhadap hak-hak hukumnya.


Paralegal juga diharapkan memastikan hak konstitusional masyarakat tetap terlindungi. 
Sekaligus membantu menghadapi persoalan hukum secara tepat.


Melalui keterlibatan ini, Kanwil Kemenkum Riau di bawah kepemimpinan Rudy Hendra Pakpahan mendukung peningkatan pemahaman dan kapasitas hukum masyarakat.


Fokusnya pada calon paralegal yang kelak akan memberi edukasi dan membantu warga menghadapi persoalan hukum di lingkungan masing-masing. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Temui Plt Gubernur Riau, Bupati Kampar Usulkan Jalan Muara Takus hingga Jembatan Rumbio
  • Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Damkar, Ingatkan Perkuat Layanan Darurat
  • Berujung Saling Dorong, Demo di Kantor Gubri Ricuh, Satu Mahasiswa UIR Tumbang dan Dievakuasi
  • Ratusan Mahasiswa Unri Geruduk DPRD Riau, Desak Bongkar Dalang Karhutla
  • SMSI dan RRI Teken MoU, Bersinergi Lawan Hoaks di Ruang Digital
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Temui Plt Gubernur Riau, Bupati Kampar Usulkan Jalan Muara Takus hingga Jembatan Rumbio
    02 Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Damkar, Ingatkan Perkuat Layanan Darurat
    03 Berujung Saling Dorong, Demo di Kantor Gubri Ricuh, Satu Mahasiswa UIR Tumbang dan Dievakuasi
    04 Ratusan Mahasiswa Unri Geruduk DPRD Riau, Desak Bongkar Dalang Karhutla
    05 SMSI dan RRI Teken MoU, Bersinergi Lawan Hoaks di Ruang Digital
    06 Wako Agung Nugroho Lantik 17 Pejabat Pemko Pekanbaru, 4 Eselon II Bergeser, Berikut Nama dan Jabatan
    07 Pasokan Gas Berkurang, PLN Siapkan Pemadaman Bergilir di Riau
    08 Operasi Patuh Lancang Kuning Dimulai Hari Ini, Bidik 10 Pelanggaran Lalin, Personel Diminta Hindari Pungli
    09 Bukan Sekadar Tanam Pohon, Kapolres Kampar Titip Pesan Lingkungan kepada Pelajar
    10 Jangan Abai! Operasi Patuh Lancang Kuning Dimulai Senin 26 Oktober, Ini 10 Sasarannya
    11 SK Diperpanjang, Gaji PPPK Paruh Waktu Kampar Mulai Cair Senin 26 Oktober
    12 Pabrik Lee Biscuits Tutup Akhir Oktober Ini Setelah 92 Tahun Berjalan, Biskuit Marie Hadapi Babak Baru
    13 Kapolri Suyudi Dorong Larangan Total Vape, Soroti Ancaman Pintu Masuk Narkotika Cair
    14 Sejumlah Titik di Pangeran Hidayat Disisir Polisi, 18 Paket Sabu dan 4 Pria Positif Narkoba Diamankan
    15 Air Sungai Batang Bio Keruh, Polsek Kampar Kiri Gerebek PETI di Tanjung Permai, 5 Rakit Dibakar
    16 Gubuk di Kebun Sawit di Desa Silam Kuok Dirazia Polisi, Orang Tak Ada Tapi Ditemukan Bong dan Pipet
    17 Pacu Sampan Buluh Cina Jadi Ikon Wisata Kampar, Dongkrak Ekonomi Warga
    18 Terungkap di Sidang, Zulkarnain Serahkan 8.000 Dolar Singapura kepada Suhardiman di Bandara
    19 Sembunyikan Sabu di Sumur Bor, Pria di Tapung Hilir Dibekuk Polisi
    20 Pisah Sambut Kakanwil Kemenkum Riau, Edison Manik Tekankan Program Berkesinambungan
    21 Polsek Tambang Bekuk Pengedar Sabu 2,42 Gram di Desa Kualu
    22 Polisi Gerebek Lokasi Penyimpanan Solar Subsidi di Tapung, 14 Jerigen Diamankan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat