Dari Luka Bullying ke Jerat Radikalisme, Kemenkum Riau Ingatkan Bahaya Ekstremisme Digital pada Anak
SULUHRIAU, Pekanbaru— Luka di dunia nyata bisa berujung jerat di dunia maya. Kamis (10/9/2026), Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau kembali menghadirkan Podcast Bertuah. Berbicara Tuntas Urusan Hukum.
Episode kali ini mengangkat tema "Dari Bullying ke Radikalisme: Ketika Luka Anak Menjadi Celah Ekstremisme Digital".
Pembahasan fokus pada kerentanan generasi muda terhadap paparan narasi ekstremisme di ruang digital.
Terutama saat anak berada dalam kondisi rentan karena perundungan, keterasingan, atau butuh penerimaan sosial.
Podcast menghadirkan dua narasumber.
Kombes Pol Sunadi, Kasatgaswil Riau Densus 88 AT Polri. Dan Frida, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Provinsi Riau. Dipandu host Melisa Rizka.
Diskusi membedah ekstremisme dari sisi keamanan. Sekaligus upaya pemerintah daerah membangun ketahanan generasi muda.
Kombes Pol Sunadi menjelaskan pola penyebaran radikalisme dan ekstremisme di masyarakat.
Perhatiannya tertuju pada ruang digital.
Menurutnya, platform online mudah dimanfaatkan untuk menyebar narasi ekstremisme. Sasarannya anak dan remaja yang sedang mencari identitas, dukungan, dan rasa memiliki.
"Ruang digital tidak punya batas. Jika anak merasa tidak diterima di lingkungannya, narasi yang memberi pengakuan palsu bisa masuk dengan cepat," ujarnya.
Frida menyoroti sisi lain. Penting membangun ketahanan generasi muda melalui penguatan nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan toleransi.
Ia menekankan, anak yang mengalami bullying, merasa terasing, atau tidak mendapat lingkungan sosial mendukung, rentan jadi target.
Kondisi itu harus diantisipasi bersama.
Diskusi menegaskan, pencegahan tidak bisa dikerjakan sendiri.
Keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah punya peran.
Sinergi antara Densus 88 AT Polri dan pemerintah daerah menjadi kunci.
Tujuannya memperkuat pencegahan dan membangun daya tangkal anak terhadap narasi ekstremisme.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau Rudy Hendra Pakpahan mendukung Podcast Bertuah sebagai media edukasi hukum.
Sekaligus ruang dialog atas persoalan yang berkembang di masyarakat.
"Perlindungan anak di ruang digital bukan hanya soal teknologi. Ini juga soal lingkungan sosial, literasi, dan penguatan nilai kebangsaan," katanya.
Melalui episode ini, generasi muda diajak lebih kritis dan bijak bermedia sosial.
Jangan mudah percaya narasi yang mengarah pada ekstremisme.
Bangun rasa percaya diri dan kepedulian terhadap lingkungan serta bangsa.
Kanwil Kemenkum Riau berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Agar ruang digital menjadi tempat yang aman, sehat, dan positif bagi tumbuh kembang generasi muda. (rls, src)
Komentar Anda :