Kamis, 10 September 2026 JANGAN OLIGARKI Desak Kejaksaan Usut Dugaan Permainan KSO Kebun Sawit Sitaan Satgas PKH | Diduga Hendak Transaksi Sabu, Sepasang Pria-Wanita di Kampar Kiri Ditangkap di Kebun Karet | Kanwil Kemenkum dan Pengadilan Tinggi Perkuat Kapasitas Posbankum di Mediasi | Dari Luka Bullying ke Jerat Radikalisme, Kemenkum Riau Ingatkan Bahaya Ekstremisme Digital pada Anak | Kemenkum Riau Bahas Strategi Perbaiki Layanan Jaminan Fidusia | KPU Kampar Verifikasi 35.591 Data Pemilih untuk Pemilu Mendatang
 
 
☰ Sosial Budaya
Dari Luka Bullying ke Jerat Radikalisme, Kemenkum Riau Ingatkan Bahaya Ekstremisme Digital pada Anak
Kamis, 10 September 2026 - 19:33:50 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Luka di dunia nyata bisa berujung jerat di dunia maya. Kamis (10/9/2026), Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau kembali menghadirkan Podcast Bertuah. Berbicara Tuntas Urusan Hukum. 


Episode kali ini mengangkat tema "Dari Bullying ke Radikalisme: Ketika Luka Anak Menjadi Celah Ekstremisme Digital".


Pembahasan fokus pada kerentanan generasi muda terhadap paparan narasi ekstremisme di ruang digital. 
Terutama saat anak berada dalam kondisi rentan karena perundungan, keterasingan, atau butuh penerimaan sosial.


Podcast menghadirkan dua narasumber. 


Kombes Pol Sunadi, Kasatgaswil Riau Densus 88 AT Polri. Dan Frida, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Provinsi Riau. Dipandu host Melisa Rizka.


Diskusi membedah ekstremisme dari sisi keamanan. Sekaligus upaya pemerintah daerah membangun ketahanan generasi muda.


Kombes Pol Sunadi menjelaskan pola penyebaran radikalisme dan ekstremisme di masyarakat. 
Perhatiannya tertuju pada ruang digital. 


Menurutnya, platform online mudah dimanfaatkan untuk menyebar narasi ekstremisme. Sasarannya anak dan remaja yang sedang mencari identitas, dukungan, dan rasa memiliki.


"Ruang digital tidak punya batas. Jika anak merasa tidak diterima di lingkungannya, narasi yang memberi pengakuan palsu bisa masuk dengan cepat," ujarnya.


Frida menyoroti sisi lain. Penting membangun ketahanan generasi muda melalui penguatan nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan toleransi.


Ia menekankan, anak yang mengalami bullying, merasa terasing, atau tidak mendapat lingkungan sosial mendukung, rentan jadi target. 
Kondisi itu harus diantisipasi bersama.


Diskusi menegaskan, pencegahan tidak bisa dikerjakan sendiri. 
Keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah punya peran.


Sinergi antara Densus 88 AT Polri dan pemerintah daerah menjadi kunci. 
Tujuannya memperkuat pencegahan dan membangun daya tangkal anak terhadap narasi ekstremisme.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau Rudy Hendra Pakpahan mendukung Podcast Bertuah sebagai media edukasi hukum. 
Sekaligus ruang dialog atas persoalan yang berkembang di masyarakat.


"Perlindungan anak di ruang digital bukan hanya soal teknologi. Ini juga soal lingkungan sosial, literasi, dan penguatan nilai kebangsaan," katanya.


Melalui episode ini, generasi muda diajak lebih kritis dan bijak bermedia sosial. 
Jangan mudah percaya narasi yang mengarah pada ekstremisme. 
Bangun rasa percaya diri dan kepedulian terhadap lingkungan serta bangsa.


Kanwil Kemenkum Riau berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Agar ruang digital menjadi tempat yang aman, sehat, dan positif bagi tumbuh kembang generasi muda. (rls, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • JANGAN OLIGARKI Desak Kejaksaan Usut Dugaan Permainan KSO Kebun Sawit Sitaan Satgas PKH
  • Diduga Hendak Transaksi Sabu, Sepasang Pria-Wanita di Kampar Kiri Ditangkap di Kebun Karet
  • Kanwil Kemenkum dan Pengadilan Tinggi Perkuat Kapasitas Posbankum di Mediasi
  • Dari Luka Bullying ke Jerat Radikalisme, Kemenkum Riau Ingatkan Bahaya Ekstremisme Digital pada Anak
  • Kemenkum Riau Bahas Strategi Perbaiki Layanan Jaminan Fidusia
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 JANGAN OLIGARKI Desak Kejaksaan Usut Dugaan Permainan KSO Kebun Sawit Sitaan Satgas PKH
    02 Diduga Hendak Transaksi Sabu, Sepasang Pria-Wanita di Kampar Kiri Ditangkap di Kebun Karet
    03 Kanwil Kemenkum dan Pengadilan Tinggi Perkuat Kapasitas Posbankum di Mediasi
    04 Dari Luka Bullying ke Jerat Radikalisme, Kemenkum Riau Ingatkan Bahaya Ekstremisme Digital pada Anak
    05 Kemenkum Riau Bahas Strategi Perbaiki Layanan Jaminan Fidusia
    06 KPU Kampar Verifikasi 35.591 Data Pemilih untuk Pemilu Mendatang
    07 Dibekuk di Rumah Sendiri, Jaringan Narkoba Desa Penghidupan Diamankan Polsek Kampar Kiri Hilir
    08 Perubahan RKPD Pelalawan 2026, Kemenkum Riau Tekankan Sinkronisasi Program dan Anggaran
    09 Kanwil Kemenkum Riau Dorong UMKM Dumai Naik Kelas melalui Perseroan Perorangan
    10 30 Kilometer, Tanpa Sinyal, Medan Terjal-Kapolres Kampar dan Tim Padamkan Karhutla di Kampar Kiri
    11 Tabligh Akbar Peringati Maulid Nabi SAW 1448 H, Pemkab Kampar Hadirkan Buya Ristawardi
    12 Evaluasi IRH 2026, Kanwil Kemenkum Riau Ingatkan Pemda Jangan Kejar Nilai, Tapi Dampak
    13 Masuk Jam Tutup Pakai Stiker LPS, Tiga Mobil Sampah Ilegal Diamankan di Trans Depo Air Hitam
    14 Dua Ranperkada Inhu 2026-2027 Dibahas, Kemenkum Riau Beri Catatan Penting
    15 Berlaku Lima Tahun, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penyempurnaan Standar Layanan Bantuan Hukum
    16 Seorang Pria Tewas di Depan Rumahnya Dikeroyok, Anak, Ayah dan 2 Pekerja Rumah Makan Diamankan
    17 HAORNAS Ke-43, Bupati Ahmad Yuzar Serahkan Bantuan ke Insan Olahraga
    18 Pemkab Kampar Gelontorkan Rp5 Miliar untuk Beasiswa 2026, PKB Siap Kawal Lewat Regulasi
    19 Kejari Meranti Geledah Kantor Bupati, Sita Dokumen Belanja Dugaan Korupsi BBM Kendaraan Dinas
    20 Hilang di Selat Sunda, Speedboat Bawa 5 Jurnalis Liput Anak Krakatau Belum Ditemukan
    21 Pasangan Suami Istri dan Seorang Pengguna Narkoba Ditangkap Polsek Tapung, 29 Paket Sabu Diamankan
    22 Rapat Evaluasi Kinerja, Triwulan III Hampir Tutup, Bupati Kampar Minta Program OPD Dituntaskan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat