Senin, 26 Oktober 2026 Bukan Sekadar Tanam Pohon, Kapolres Kampar Titip Pesan Lingkungan kepada Pelajar | Jangan Abai! Operasi Patuh Lancang Kuning Dimulai Senin 26 Oktober, Ini 10 Sasarannya | SK Diperpanjang, Gaji PPPK Paruh Waktu Kampar Mulai Cair Senin 26 Oktober | Pabrik Lee Biscuits Tutup Akhir Oktober Ini Setelah 92 Tahun Berjalan, Biskuit Marie Hadapi Babak Baru | Kapolri Suyudi Dorong Larangan Total Vape, Soroti Ancaman Pintu Masuk Narkotika Cair | Sejumlah Titik di Pangeran Hidayat Disisir Polisi, 18 Paket Sabu dan 4 Pria Positif Narkoba Diamankan
 
 
☰ Sosial Budaya
Catat 52 Persen Pengguna Masih Terkendala
Kemenkum Riau Bahas Strategi Perbaiki Layanan Jaminan Fidusia
Kamis, 10 September 2026 - 19:23:37 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru — Layanan digital fidusia sudah berjalan. Tapi persoalan belum selesai.Kamis (10/9/2026), Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Riau mengikuti Diskusi Strategi Kebijakan DSK. 


Temanya "Analisis Implementasi Permenkumham Nomor 25 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pendaftaran, Perubahan, dan Penghapusan Jaminan Fidusia".


Kegiatan digelar Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung secara hybrid melalui Zoom Meeting.


Yang hadir dari Riau, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan. Didampingi Kepala Divisi P3H, Tim Kerja Badan Strategi Kebijakan BSK, Tim Kerja Pembinaan Hukum, dan jajaran Kanwil.


Keikutsertaan ini untuk memperkuat pemahaman implementasi kebijakan hukum. Khususnya penyelenggaraan jaminan fidusia yang berkaitan langsung dengan kepastian hukum debitur, kreditur, notaris, dan lembaga pembiayaan.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung Taufiqurrakhman menyampaikan, DSK ini menjadi ruang menganalisis implementasi kebijakan jaminan fidusia di daerah.


Harapannya lahir rekomendasi yang mendorong pelayanan efektif, transparan, berkepastian hukum, dan mudah diakses masyarakat.


Kepala Badan Strategi Kebijakan Kementerian Hukum Andry Indrady mengapresiasi forum tersebut. 
Menurutnya, ini momentum mengevaluasi ekosistem kebijakan jaminan fidusia. Khususnya untuk memperbaiki kualitas pelayanan yang masih menghadapi kendala.


"Pengaturan jaminan fidusia harus jelas. Ini berkaitan dengan kepastian hukum atas benda yang menjadi objek jaminan," ujarnya.


Narasumber pertama, Yogi Tracka, memaparkan hasil evaluasi di Provinsi Lampung.


Muncul fenomena paradoks digitalisasi. Akses dan efisiensi layanan digital meningkat, tapi ketertiban administrasi dan pemahaman pengguna belum sepenuhnya mengikuti.


Hasil survei menunjukkan 52,6 persen pengguna platform AHU Fidusia Online masih mengalami kendala. 
Rinciannya, gangguan server atau aplikasi 54,5 persen. Kendala verifikasi data 27,3 persen. Rendahnya literasi tentang pendaftaran penghapusan atau roya 18,2 persen.


Selain teknis, ada tantangan lain. Masih banyak debitur yang belum paham kewajiban roya setelah kredit lunas. Integrasi pengawasan antara Ditjen AHU dan Kantor Wilayah belum optimal. Serta ada risiko ketidakpastian hukum dalam pengelolaan data jaminan fidusia.


Narasumber kedua, Selvia Oktaviana, menjelaskan fungsi jaminan fidusia. 


Instrumen ini mempertemukan kebutuhan debitur tetap memanfaatkan benda jaminan, dengan kepastian hak pelunasan bagi kreditur. 
Pendaftaran melalui akta notaris dan sistem resmi menjadi kunci kepastian hukum.


Namun di lapangan masih ada masalah. Seperti risiko pengalihan objek jaminan secara ilegal, keterbatasan literasi hukum debitur, dan potensi sengketa saat eksekusi.


Karena itu diperlukan penguatan regulasi dan administrasi. Agar produktivitas, kepastian hukum, transparansi data, dan keadilan terjaga.


Narasumber ketiga, Risbina Sinaga, memaparkan alur layanan fidusia daring melalui portal Ditjen AHU. 


Dimulai dari pembuatan akta oleh notaris, pendaftaran, perbaikan data lewat Fidusia Online, pembayaran PNBP sesuai nilai penjaminan, hingga cetak Sertifikat Jaminan Fidusia elektronik.


Evaluasi juga mencatat 5 kasus tindak pidana utama terkait jaminan fidusia di Lampung periode 2024-2026.


Ini menunjukkan persoalan fidusia tidak hanya administratif. Tapi juga berdampak pada penegakan hukum.


Ketidakpastian berpotensi menimbulkan sengketa bagi debitur. Risiko objek jaminan ganda bagi kreditur. Hambatan verifikasi bagi notaris. Hingga menurunnya keandalan basis data fidusia nasional.


Dari diskusi, forum merumuskan rekomendasi strategis.


Jangka pendek, perlu penguatan literasi debitur, pembinaan oleh Kantor Wilayah, serta monev kepatuhan notaris dan lembaga pembiayaan secara berkala.


Jangka menengah, bangun sistem pengawasan terpadu antara Ditjen AHU dan Kantor Wilayah berbasis indikator kinerja.


Jangka panjang, lakukan modernisasi platform AHU Online dengan fitur baru. Serta evaluasi dan penyempurnaan Permenkumham 25 Tahun 2021 agar lebih adaptif.


Bagi Kanwil Kemenkum Riau, forum ini menjadi ruang memperkuat kapasitas jajaran P3H dalam memahami persoalan implementasi dan merumuskan perbaikan berdasarkan data di lapangan.


Rudy Hendra Pakpahan mendorong jajaran meningkatkan kualitas tugas. Melalui penguatan analisis kebijakan dan pelayanan hukum yang memberi kepastian serta kemudahan bagi masyarakat.


Dengan ini, Kanwil Kemenkum Riau mendukung pengembangan kebijakan berbasis bukti. Sekaligus memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan hukum. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bukan Sekadar Tanam Pohon, Kapolres Kampar Titip Pesan Lingkungan kepada Pelajar
  • Jangan Abai! Operasi Patuh Lancang Kuning Dimulai Senin 26 Oktober, Ini 10 Sasarannya
  • SK Diperpanjang, Gaji PPPK Paruh Waktu Kampar Mulai Cair Senin 26 Oktober
  • Pabrik Lee Biscuits Tutup Akhir Oktober Ini Setelah 92 Tahun Berjalan, Biskuit Marie Hadapi Babak Baru
  • Kapolri Suyudi Dorong Larangan Total Vape, Soroti Ancaman Pintu Masuk Narkotika Cair
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bukan Sekadar Tanam Pohon, Kapolres Kampar Titip Pesan Lingkungan kepada Pelajar
    02 Jangan Abai! Operasi Patuh Lancang Kuning Dimulai Senin 26 Oktober, Ini 10 Sasarannya
    03 SK Diperpanjang, Gaji PPPK Paruh Waktu Kampar Mulai Cair Senin 26 Oktober
    04 Pabrik Lee Biscuits Tutup Akhir Oktober Ini Setelah 92 Tahun Berjalan, Biskuit Marie Hadapi Babak Baru
    05 Kapolri Suyudi Dorong Larangan Total Vape, Soroti Ancaman Pintu Masuk Narkotika Cair
    06 Sejumlah Titik di Pangeran Hidayat Disisir Polisi, 18 Paket Sabu dan 4 Pria Positif Narkoba Diamankan
    07 Air Sungai Batang Bio Keruh, Polsek Kampar Kiri Gerebek PETI di Tanjung Permai, 5 Rakit Dibakar
    08 Gubuk di Kebun Sawit di Desa Silam Kuok Dirazia Polisi, Orang Tak Ada Tapi Ditemukan Bong dan Pipet
    09 Pacu Sampan Buluh Cina Jadi Ikon Wisata Kampar, Dongkrak Ekonomi Warga
    10 Terungkap di Sidang, Zulkarnain Serahkan 8.000 Dolar Singapura kepada Suhardiman di Bandara
    11 Sembunyikan Sabu di Sumur Bor, Pria di Tapung Hilir Dibekuk Polisi
    12 Pisah Sambut Kakanwil Kemenkum Riau, Edison Manik Tekankan Program Berkesinambungan
    13 Polsek Tambang Bekuk Pengedar Sabu 2,42 Gram di Desa Kualu
    14 Polisi Gerebek Lokasi Penyimpanan Solar Subsidi di Tapung, 14 Jerigen Diamankan
    15 Delapan Petinggi PT SPRH Ditahan Kejati Riau, Komisaris Utama Sempat Pingsan
    16 Aksinya Terekam CCTV, Pelaku Pencurian Motor di Kampar Utara Ditangkap
    17 Hari Santri di Pelalawan Semarak, Ribuan Peserta Padati Pondok Badrul Hidayah
    18 Hari Santri di Bumi Lancang Kuning, Gus Muhaimin Titip Pesan: Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan
    19 Residivis Narkoba Dibekuk di Gang Assalaam Pekanbaru, Polda Riau Sita 2, 14 gram Sabu
    20 Angka Pengangguran Meningkat, Kapolres Kampar Gandeng Disperinaker Lewat Program POLIRAN
    21 Lestarikan Hutan Rimbang Baling, Pemkab Kampar Siap Dukung Budidaya Aren Miliki Nilai Ekonomi
    22 Polsek Kampar Kiri Hilir Musnahkan Dua Rakit PETI di Sungai Batang Pota
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat