Selasa, 08 September 2026 Tenun Siak Menuju Indikasi Geografis, Kemenkum Riau Dampingi Penyusunan Deskripsi | Erupsi Anak Krakatau Berdampak pada Hampir 5.000 Penumpang Bandara SSK II Pekanbaru | Imustiar Gantikan Nalladia Pimpin Fraksi Golkar DPRD Riau | Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepatuhan Notaris melalui Sosialisasi PMPJ | 214 Siswa Madrasah se-Pelalawan Adu Prestasi di OMI 2026, Sulman: Saatnya Buktikan yang Terbaik | Perkuat Manajemen ASN, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pengelolaan SDM Berbasis Merit dan Kompetensi
 
 
☰ Ekbis
Tenun Siak Menuju Indikasi Geografis, Kemenkum Riau Dampingi Penyusunan Deskripsi
Selasa, 08 September 2026 - 11:11:54 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Tenun Siak tidak hanya kain. Ia cerita, identitas, dan ekonomi masyarakat.


Senin (7/9/2026), Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau melakukan pendampingan penyusunan Deskripsi Indikasi Geografis Tenun Siak.


Kegiatan berlangsung di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Siak.


Hadir Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Riau Febri Mujiono bersama jajaran Bidang Kekayaan Intelektual.


Dari Pemkab Siak hadir Sekretaris Dinas Perindagkop dan UMKM Risman, jajaran dinas terkait, Ketua Dekranasda Siak Ecy Novemirata, dan Ketua MPIG Tenun Siak Zurna Suspeni.


Fokus pembahasan adalah penyempurnaan dokumen deskripsi IG. Dokumen ini memuat karakteristik, kualitas, reputasi, dan ciri khas produk yang terkait faktor geografis.


Setiap poin harus didukung data dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.


Pembahasan menyentuh banyak aspek. Mulai dari sejarah dan perkembangan Tenun Siak, wilayah geografis penghasil, bahan baku, teknik produksi, motif dan corak, hingga kualitas dan reputasi.


Tak kalah penting, hubungan Tenun Siak dengan keterampilan masyarakat, pengetahuan tradisional, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.


Kanwil Kemenkum Riau menekankan pentingnya data akurat. Data pelaku usaha, sentra produksi, jumlah dan sebaran perajin, bahan baku, hingga proses produksi.


Semua itu diperlukan agar ciri khas Tenun Siak bisa dirumuskan jelas. Dan membedakannya dari tenun daerah lain.


Pendampingan ini bukan hanya soal budaya. Ada target ekonomi dan daya saing.


Pelindungan melalui Indikasi Geografis diharapkan memberi kepastian hukum. Menjaga reputasi produk, mencegah penggunaan nama geografis secara tidak tepat, dan membuka peluang nilai tambah bagi masyarakat.


Kanwil Kemenkum Riau dan Dinas Perindagkop dan UMKM Siak sepakat terus menyempurnakan substansi dan melengkapi data pendukung.


Hasilnya akan jadi bahan tahapan selanjutnya dalam proses pelindungan Indikasi Geografis Tenun Siak sesuai ketentuan.


Kepala Kanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.


"Upaya ini diharapkan menjadikan Tenun Siak sebagai produk unggulan daerah yang terlindungi, memiliki identitas kuat, serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Siak," ujarnya. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Tenun Siak Menuju Indikasi Geografis, Kemenkum Riau Dampingi Penyusunan Deskripsi
  • Erupsi Anak Krakatau Berdampak pada Hampir 5.000 Penumpang Bandara SSK II Pekanbaru
  • Imustiar Gantikan Nalladia Pimpin Fraksi Golkar DPRD Riau
  • Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepatuhan Notaris melalui Sosialisasi PMPJ
  • 214 Siswa Madrasah se-Pelalawan Adu Prestasi di OMI 2026, Sulman: Saatnya Buktikan yang Terbaik
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Tenun Siak Menuju Indikasi Geografis, Kemenkum Riau Dampingi Penyusunan Deskripsi
    02 Erupsi Anak Krakatau Berdampak pada Hampir 5.000 Penumpang Bandara SSK II Pekanbaru
    03 Imustiar Gantikan Nalladia Pimpin Fraksi Golkar DPRD Riau
    04 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepatuhan Notaris melalui Sosialisasi PMPJ
    05 214 Siswa Madrasah se-Pelalawan Adu Prestasi di OMI 2026, Sulman: Saatnya Buktikan yang Terbaik
    06 Perkuat Manajemen ASN, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pengelolaan SDM Berbasis Merit dan Kompetensi
    07 Pimpin Apel Pagi, Kakanwil Kemenkum Riau Beri Penghargaan Pegawai Teladan
    08 32 Wartawan Se-Indonesia Ramaikan National Open Biliar PWI Pekanbaru
    09 Kualitas Udara Tidak Baik, IDI, PPNI, IBI, IAI Gabung Bagi 4.000 Masker
    10 Kabut Asap Kembali Buat Kualitas Udara Turun, Siswa Pekanbaru Diliburkan Tatap Muka Dua Hari
    11 Operasi Serentak, Sungai Tesso Dibebaskan dari Penambang Emas Liar, 12 Rakit Dimusnahkan
    12 44 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Kapolda dan Pangdam Sidak ke Siak
    13 SMSI Apresiasi, PERADI PROFESIONAL Diprediksi Jadi OA Terbesar dalam Beberapa Tahun
    14 Erupsi Anak Krakatau, 24 Jadwal Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal
    15 IKWI Riau Asah Keberanian Bicara, Perempuan Diajak Ubah Mindset Lewat PCD
    16 Campakan Jala Pertama di Sungai Subayang, Bupati Kampar Dapat Ikan Baung Buka Mancokau Tanjung Belit
    17 Angin Bikin Karhutla Rimbo Panjang Sulit Pendinginan, Tim Gabungan Kejar 0,75 Hektar Lahan Gambut
    18 Bupati Kampar Tinjau Langsung SDN dan SMPN di Bangkinang
    19 Nanas Sungai Apit Siap Naik Kelas, Kemenkum Riau Kebut Data Indikasi Geografis
    20 Perkuat Kualitas Regulasi Daerah, Perancang Kemenkum Riau Ikuti Forum Legislasi Partisipatif
    21 Dari Kuala Lumpur, Kemenkum Riau Perkuat Layanan Pengaduan Publik Diaspora dan Pekerja Migran
    22 Gara-gara Kenal di Aplikasi Chat, Remaja 15 Tahun di Tapung Hilir Jadi Korban Pencabulan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat