SULUHRIAU, Pekanbaru — Perjalanan 25 tahun layak dirayakan. Tapi yang lebih penting adalah langkah 25 tahun ke depan.
Senin (31/8/2026), Politeknik Caltex Riau (PCR) menggelar Puncak Semarak Perak di Gedung Serba Guna kampus.
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau hadir dalam kegiatan itu. Mewakilinya Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya Eva Lusiana dan Analis Kekayaan Intelektual Ahli Pertama Tesa Usilimy.
Acara ini jadi refleksi perjalanan PCR. Dari awal berdiri hingga menjadi institusi pendidikan vokasi yang melahirkan inovasi dan teknologi.
Hadir Ketua Umum Yayasan Politeknik Chevron Riau Ir. Akson Brahmantya. Juga Direktur PCR Dr. Erwin Setyo Nugroho, jajaran pimpinan, sivitas akademika, mitra, dan pemangku kepentingan.
Kehadiran Kemenkum Riau merupakan bagian dari komitmen Kakanwil Rudy Hendra Pakpahan. Tujuannya memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi.
Fokusnya pada kesadaran pelindungan dan pemanfaatan Kekayaan Intelektual. Khususnya terhadap karya dan inovasi yang lahir dari lingkungan akademik.
Rangkaian puncak acara diisi sambutan dari Direktur PCR dan Ketua Yayasan. Keduanya merefleksikan perjalanan seperempat abad PCR dan menyampaikan harapan ke depan.
Agenda utama malam itu adalah peluncuran buku "Tinta Perak". Buku ini menjadi catatan perjalanan 25 tahun Politeknik Caltex Riau.
Suasana semakin semarak dengan penampilan seni, permainan, pengumuman pemenang lomba, hingga prosesi pemotongan tumpeng.
Pemotongan tumpeng menjadi simbol syukur. Sekaligus harapan agar PCR terus tumbuh dan memberi kontribusi nyata bagi pendidikan, teknologi, dan SDM.
Bagi Kemenkum Riau, perguruan tinggi punya peran strategis. Kampus adalah sumber lahirnya karya, penelitian, dan inovasi.
Karya-karya itu punya potensi besar untuk dilindungi Kekayaan Intelektual. Sekaligus dikembangkan agar memberi manfaat ekonomi dan sosial.
Melalui momentum 25 tahun PCR, Rudy Hendra mendorong kolaborasi lebih erat.
Antara Kemenkum Riau dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan pemahaman, pelindungan, dan pemanfaatan HKI.
Sinergi ini diharapkan mendorong inovasi sivitas akademika. Agar hasil karya dan teknologi tidak berhenti di laboratorium, tapi sampai ke masyarakat dan pembangunan daerah. (rls)
Komentar Anda :