Jumat, 16 Oktober 2026 Bupati Siak Tegas Soal Disiplin ASN, 10 Pegawai Dipecat dan 14 Lainnya Diguyur Penghargaan | Syawal Pimpin PWI Kampar 2026–2029, Bawa Misi Satukan Wartawan dan Jaga Marwah Pers | Kabut Asap Masih Mengintai, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar dari Rumah 16–17 Oktober | Perkuat Profesionalisme, Polres Kampar Sosialisasi UU Polri dan KUHAP Baru | Perkuat Pengawasan Notaris, Kemenkum Riau Bahas Pedoman Pemeriksaan Protokol | 27 Merek Kolektif Terdaftar, Kemenkum Riau Kejar Target 50 KDKMP Aktif
 
 
☰ Pendidikan
KPU Riau dan Unri Rancang Pendidikan Pemilih Adaptif, Ubah Gen Z dari Penonton Jadi Pelaku Demokrasi
Senin, 31 Agustus 2026 - 21:44:04 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Generasi Z tidak bisa dididik demokrasi dengan cara lama. Mereka butuh ruang yang dekat dengan keseharian mereka, termasuk media sosial.


Senin (31/8/2026), KPU Provinsi Riau bersama Tim Peneliti Universitas Riau menggelar Focus Group Discussion. Temanya Optimalisasi Pendidikan Pemilih untuk Meningkatkan Partisipasi Politik Generasi Z.


Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor KPU Provinsi Riau.


Hadir Anggota KPU Riau Nugroho Noto Susanto, Nahrawi, dan Supriyanto. Juga pejabat struktural serta staf bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan Humas. Mahasiswa magang dari beberapa kampus di Pekanbaru turut hadir sebagai representasi Gen Z.


Tim Peneliti Unri yang hadir terdiri dari Dr. Hambali, Dr. Hariyanti, dan Hamdi Abdullah Hasibuan.


FGD ini jadi ruang bertukar ide. Tujuannya merancang pendidikan pemilih yang sesuai karakter generasi muda.


Ketua Tim Peneliti Unri Dr. Hambali menekankan, pendidikan pemilih tidak boleh berhenti di soal cara mencoblos.


"Pendidikan pemilih harus membangun Gen Z sebagai subjek demokrasi. Bukan hanya penerima informasi, tapi punya pengetahuan, kesadaran kritis, keterampilan, dan kapasitas untuk berpartisipasi aktif," kata Hambali.


Ia menyoroti peran media sosial. Bagi Gen Z, media sosial adalah ruang publik utama.


"Tantangannya, bagaimana ruang itu tidak hanya berisi konten viral. Tapi bisa jadi tempat belajar, berdiskusi, berdeliberasi, dan mengasah keterampilan berdemokrasi," lanjutnya.


Anggota KPU Riau Nugroho Noto Susanto sependapat. Sebagai Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi, Humas dan SDM, ia melihat ini tantangan besar bagi penyelenggara.


"Yang ingin kita bangun bukan sekadar pemilih yang datang ke TPS. Tapi generasi muda yang paham demokrasi, kritis terhadap informasi politik, bisa menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, dan terlibat berkelanjutan," ujarnya.


Dalam penelitian, tim mengusung konsep Pendidikan Pemilih Integrated. Konsep ini bertumpu pada lima prinsip: integratif, kolaboratif, komprehensif, berkelanjutan, dan digitalisasi.


Pendidikan pemilih bisa diintegrasikan lewat pembelajaran Pendidikan Pancasila. Juga melalui kegiatan P5 bertema Suara Demokrasi atau kegiatan kokurikuler.


Metodenya pun beragam. Mulai diskusi kelompok, role playing, studi kasus, project based learning, hingga simulasi.


Media pembelajarannya tidak kaku. Bisa lewat gamifikasi, kartu prapemilih cerdas, puzzle kepemiluan, sampai pemanfaatan media sosial.


Hasil penelitian menunjukkan, keterlibatan Gen Z di media sosial cukup aktif. Namun partisipasi politik masih menghadapi kendala.


Informasi sering dipilih berdasarkan viralitas. Literasi politik belum optimal. Keterampilan berdemokrasi juga masih perlu dikuatkan.


Melalui FGD ini, KPU Riau dan Unri mendorong pendidikan pemilih yang berkelanjutan. Bukan hanya menjelang pemilu.


Harapannya, lahir generasi muda yang melek politik, kritis, punya keterampilan berdemokrasi, dan berpartisipasi aktif serta bertanggung jawab.


Baik di ranah elektoral maupun non-elektoral. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bupati Siak Tegas Soal Disiplin ASN, 10 Pegawai Dipecat dan 14 Lainnya Diguyur Penghargaan
  • Syawal Pimpin PWI Kampar 2026–2029, Bawa Misi Satukan Wartawan dan Jaga Marwah Pers
  • Kabut Asap Masih Mengintai, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar dari Rumah 16–17 Oktober
  • Perkuat Profesionalisme, Polres Kampar Sosialisasi UU Polri dan KUHAP Baru
  • Perkuat Pengawasan Notaris, Kemenkum Riau Bahas Pedoman Pemeriksaan Protokol
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Siak Tegas Soal Disiplin ASN, 10 Pegawai Dipecat dan 14 Lainnya Diguyur Penghargaan
    02 Syawal Pimpin PWI Kampar 2026–2029, Bawa Misi Satukan Wartawan dan Jaga Marwah Pers
    03 Kabut Asap Masih Mengintai, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar dari Rumah 16–17 Oktober
    04 Perkuat Profesionalisme, Polres Kampar Sosialisasi UU Polri dan KUHAP Baru
    05 Perkuat Pengawasan Notaris, Kemenkum Riau Bahas Pedoman Pemeriksaan Protokol
    06 27 Merek Kolektif Terdaftar, Kemenkum Riau Kejar Target 50 KDKMP Aktif
    07 Kalahkan Puluhan Kanwil, Kemenkum Riau Raih Terbaik II Anugerah Legislasi
    08 PWI-Lemhannas Teken MoU untuk Menjaga Ketahanan Nasional
    09 Dua Kadiv Kemenkum Riau Lulus PKN Tingkat II, Kakanwil Edison Manik Beri Apresiasi
    10 Edarkan Sabu dan Pil Ekstasi, Tiga Pria di Tambang Kampar Ditangkap
    11 Adik Kepala BNPB Terseret Kasus Dana Siap Pakai Kebencanaan, KPK Dalami Dugaan Pengondisian
    12 Edarkan 18 Paket Sabu, Warga Kepau Jaya Siak Hulu Ditangkap Polisi
    13 Akses Jalan Ditutup, Warga Kulim Mengaku Dikeroyok hingga Lapor Polisi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Beri Masukan Ranperda Penanggulangan Bencana Inhu
    15 Kanwil Kemenkum Riau Evaluasi Kualitas Layanan Hukum bagi 13 Penerima Bantuan Hukum
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Kepatuhan Royalti Musik di Pekanbaru
    17 Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Kemenkum Riau Perkuat Tata Kelola Regulasi
    18 Konferkab PWI Kampar Siap Digelar, Dua Kandidat Berebut Kursi Ketu
    19 Modus Buang Bungkusan Berisi Narkoba di Jalan Gagal, Dua Pria Kampar Masuk Jeruji
    20 Utang Lunas Tapi Jaminan Masih Aktif, Kanwil Kemenkum Riau Soroti Layanan Roya Fidusia
    21 Kabut Tebal Selimuti Pelalawan, Jarak Pandang Disebut Hanya Sekitar 100 Meter
    22 Kabut Asap Karhutla Mengusik Kesehatan Warga Pekanbaru, 11.707 Kasus Dilaporkan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat