Senin, 31 Agustus 2026 KPU Riau dan Unri Rancang Pendidikan Pemilih Adaptif, Ubah Gen Z dari Penonton Jadi Pelaku Demokrasi | Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas | Kemenkum Riau Bahas Tuntas Aduan Warga dari Sengketa Tanah hingga Paten | Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual | Harmonisasi Empat Rancangan Regulasi Siak, Kemenkum Riau Ingatkan Batas Kewenangan | Telkomsel Hadirkan Dukungan Konektivitas Digital di PBAK UIN Suska Riau
 
 
☰ Peristiwa
Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas
Senin, 31 Agustus 2026 - 21:35:25 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Api boleh padam, tapi bara belum tentu mati. Itu yang membuat Kapolda Riau kembali naik ke udara.


Senin 31 Agustus 2026 pagi, Irjen Herry Heryawan melakukan patroli udara ke wilayah Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. 


Lokasi ini jadi prioritas penanganan Karhutla dalam beberapa hari terakhir.


Dari atas, Kapolda mengecek langsung titik terdampak. Ia juga memantau pergerakan personel dan peralatan yang dikerahkan untuk pemadaman serta pendinginan.


Patroli dilakukan untuk memastikan penanganan tetap berjalan maksimal. Meski hujan sudah mulai turun di sebagian wilayah Riau.


"Hari ini saya melihat langsung perkembangan penanganan Karhutla di Pelalawan. Kita ingin memastikan tidak ada kelengahan, terutama di lokasi yang masih berasap atau berpotensi muncul bara," kata Herry.


Berdasarkan data Posko Polres Pelalawan pukul 10.30 WIB, penanganan di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci sudah masuk hari ke-9.


Dari total luas terdampak 967,69 hektare, sekitar 957,54 hektare sudah berhasil dipadamkan. 


Sisanya 10,15 hektare masih mengeluarkan asap. Area inilah yang kini jadi fokus proses pendinginan.


Saat pemantauan, terdeteksi satu titik hotspot kategori medium. Kondisi ini jadi perhatian tim di lapangan.


Kapolda menegaskan, satu hotspot itu pengingat agar kewaspadaan tidak diturunkan. 


Karakter lahan gambut di Pelalawan membuat bara bisa bertahan lama dan muncul lagi jika pendinginan tidak tuntas.


"Selama asap masih ada, pekerjaan belum selesai. Bara harus benar-benar padam. Titik yang masih mengeluarkan asap harus terus diawasi," ujarnya.


Untuk itu, 289 personel gabungan masih bertahan di Desa Rantau Baru. 


Rinciannya, 55 personel Polri, 46 personel TNI, serta unsur BPBD, Damkar Pelalawan, tim perusahaan, Masyarakat Peduli Api, dan warga.


Dukungan alat juga masih lengkap. Ada 1 helikopter water bombing, 6 unit alat berat, puluhan mesin pompa dan mini striker, jaringan selang, hingga drone surveillance.


Menurut Herry, mempertahankan kekuatan besar di lapangan adalah strategi. Targetnya bukan hanya memadamkan, tapi mencegah kebakaran ulang.


"Tim darat fokus pemadaman dan pendinginan. Dari udara kita lakukan pemantauan dan dukungan water bombing jika diperlukan," jelasnya.


Kapolda mengapresiasi semua pihak yang masih berjibaku. Ia menyebut penanganan Karhutla adalah kerja kolektif.


Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, Pemda, BPBD, Damkar, perusahaan, MPA, dan masyarakat yang turun bersama.


Herry juga menyampaikan komitmen bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo.


"Kami berkomitmen mengawal penanganan Karhutla sampai tuntas. TNI-Polri akan terus di lapangan bersama seluruh stakeholder. Setiap titik yang masih butuh penanganan tidak boleh terabaikan," tegasnya.


Ia menutup dengan pesan untuk personel. 


"Terima kasih sudah bertahan sampai hari ini. Jaga keselamatan, jaga kesehatan, dan tuntaskan pekerjaan ini bersama-sama," katanya. (hpk)


 




 
Berita Lainnya :
  • KPU Riau dan Unri Rancang Pendidikan Pemilih Adaptif, Ubah Gen Z dari Penonton Jadi Pelaku Demokrasi
  • Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas
  • Kemenkum Riau Bahas Tuntas Aduan Warga dari Sengketa Tanah hingga Paten
  • Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual
  • Harmonisasi Empat Rancangan Regulasi Siak, Kemenkum Riau Ingatkan Batas Kewenangan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 KPU Riau dan Unri Rancang Pendidikan Pemilih Adaptif, Ubah Gen Z dari Penonton Jadi Pelaku Demokrasi
    02 Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas
    03 Kemenkum Riau Bahas Tuntas Aduan Warga dari Sengketa Tanah hingga Paten
    04 Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual
    05 Harmonisasi Empat Rancangan Regulasi Siak, Kemenkum Riau Ingatkan Batas Kewenangan
    06 Telkomsel Hadirkan Dukungan Konektivitas Digital di PBAK UIN Suska Riau
    07 Usir Gajah Liar di Bengkalis, Satu Pemuda Luka Tertendang, Satu Warga Meninggal karena Kelelahan
    08 The 2nd Riau Economic Forum 2026: Riau Dorong Ekonomi Solid Lewat Akselerasi Digital
    09 Cegah Sebelum Terbakar, Tim Pamen Mabes TNI Sosialisasikan Karhutla di XIII Koto Kampar
    10 Perkuat Sinergi Pendidikan Hukum, Kemenkum Riau Audensi ke Disdik Provinsi Riau
    11 17 Hektar Lahan Terbakar di Tambang, Polres Kampar Amankan 4 Pelaku Karhutla
    12 Turnamen ORADO Pekanbaru Berakhir Sengit, YUTO Persembahkan Juara 3 di Hari Peresmian Klub
    13 Polsek Kampar Kiri Bongkar Tambang Emas Ilegal di Sungai Tanjung Permai, 1 Operator Diamankan
    14 Kabut Asap Mereda, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka
    15 Saat Menyeberang Pakai Rakit, Kaki Atai Warga Meranti Digigit Buaya di Sungai Sendewo
    16 Dari Istana Siak ke Tingkat Nasional, Syair Perang Siak Diakui Sebagai Warisan Bangsa
    17 Dari Air Mata ke Kebersamaan, Kisah Pulau Godang Hidup Lagi di Festival Adat
    18 Cegah Api Hidup Lagi, Bupati Ahmad Yuzar Turun Langsung Pastikan Bara di Rimbo Panjang Benar-Benar Padam
    19 Dua Pelajar MTsN 1 Pelalawan Tembus OBA Riau 2026, Bawa Nama Daerah ke Tingkat Provinsi
    20 PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
    21 Kemenkum Riau Edukasi Layanan Kewarganegaraan, Pastikan Masyarakat Dapat Kepastian Hukum
    22 Karhula, Api di Parit 17-19 Inhil Hanya Berjarak 30 Meter Dekati Pemukiman Warga
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat