Jumat, 16 Oktober 2026 Bupati Siak Tegas Soal Disiplin ASN, 10 Pegawai Dipecat dan 14 Lainnya Diguyur Penghargaan | Syawal Pimpin PWI Kampar 2026–2029, Bawa Misi Satukan Wartawan dan Jaga Marwah Pers | Kabut Asap Masih Mengintai, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar dari Rumah 16–17 Oktober | Perkuat Profesionalisme, Polres Kampar Sosialisasi UU Polri dan KUHAP Baru | Perkuat Pengawasan Notaris, Kemenkum Riau Bahas Pedoman Pemeriksaan Protokol | 27 Merek Kolektif Terdaftar, Kemenkum Riau Kejar Target 50 KDKMP Aktif
 
 
☰ Peristiwa
Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas
Senin, 31 Agustus 2026 - 21:35:25 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Api boleh padam, tapi bara belum tentu mati. Itu yang membuat Kapolda Riau kembali naik ke udara.


Senin 31 Agustus 2026 pagi, Irjen Herry Heryawan melakukan patroli udara ke wilayah Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. 


Lokasi ini jadi prioritas penanganan Karhutla dalam beberapa hari terakhir.


Dari atas, Kapolda mengecek langsung titik terdampak. Ia juga memantau pergerakan personel dan peralatan yang dikerahkan untuk pemadaman serta pendinginan.


Patroli dilakukan untuk memastikan penanganan tetap berjalan maksimal. Meski hujan sudah mulai turun di sebagian wilayah Riau.


"Hari ini saya melihat langsung perkembangan penanganan Karhutla di Pelalawan. Kita ingin memastikan tidak ada kelengahan, terutama di lokasi yang masih berasap atau berpotensi muncul bara," kata Herry.


Berdasarkan data Posko Polres Pelalawan pukul 10.30 WIB, penanganan di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci sudah masuk hari ke-9.


Dari total luas terdampak 967,69 hektare, sekitar 957,54 hektare sudah berhasil dipadamkan. 


Sisanya 10,15 hektare masih mengeluarkan asap. Area inilah yang kini jadi fokus proses pendinginan.


Saat pemantauan, terdeteksi satu titik hotspot kategori medium. Kondisi ini jadi perhatian tim di lapangan.


Kapolda menegaskan, satu hotspot itu pengingat agar kewaspadaan tidak diturunkan. 


Karakter lahan gambut di Pelalawan membuat bara bisa bertahan lama dan muncul lagi jika pendinginan tidak tuntas.


"Selama asap masih ada, pekerjaan belum selesai. Bara harus benar-benar padam. Titik yang masih mengeluarkan asap harus terus diawasi," ujarnya.


Untuk itu, 289 personel gabungan masih bertahan di Desa Rantau Baru. 


Rinciannya, 55 personel Polri, 46 personel TNI, serta unsur BPBD, Damkar Pelalawan, tim perusahaan, Masyarakat Peduli Api, dan warga.


Dukungan alat juga masih lengkap. Ada 1 helikopter water bombing, 6 unit alat berat, puluhan mesin pompa dan mini striker, jaringan selang, hingga drone surveillance.


Menurut Herry, mempertahankan kekuatan besar di lapangan adalah strategi. Targetnya bukan hanya memadamkan, tapi mencegah kebakaran ulang.


"Tim darat fokus pemadaman dan pendinginan. Dari udara kita lakukan pemantauan dan dukungan water bombing jika diperlukan," jelasnya.


Kapolda mengapresiasi semua pihak yang masih berjibaku. Ia menyebut penanganan Karhutla adalah kerja kolektif.


Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, Pemda, BPBD, Damkar, perusahaan, MPA, dan masyarakat yang turun bersama.


Herry juga menyampaikan komitmen bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo.


"Kami berkomitmen mengawal penanganan Karhutla sampai tuntas. TNI-Polri akan terus di lapangan bersama seluruh stakeholder. Setiap titik yang masih butuh penanganan tidak boleh terabaikan," tegasnya.


Ia menutup dengan pesan untuk personel. 


"Terima kasih sudah bertahan sampai hari ini. Jaga keselamatan, jaga kesehatan, dan tuntaskan pekerjaan ini bersama-sama," katanya. (hpk)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bupati Siak Tegas Soal Disiplin ASN, 10 Pegawai Dipecat dan 14 Lainnya Diguyur Penghargaan
  • Syawal Pimpin PWI Kampar 2026–2029, Bawa Misi Satukan Wartawan dan Jaga Marwah Pers
  • Kabut Asap Masih Mengintai, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar dari Rumah 16–17 Oktober
  • Perkuat Profesionalisme, Polres Kampar Sosialisasi UU Polri dan KUHAP Baru
  • Perkuat Pengawasan Notaris, Kemenkum Riau Bahas Pedoman Pemeriksaan Protokol
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Siak Tegas Soal Disiplin ASN, 10 Pegawai Dipecat dan 14 Lainnya Diguyur Penghargaan
    02 Syawal Pimpin PWI Kampar 2026–2029, Bawa Misi Satukan Wartawan dan Jaga Marwah Pers
    03 Kabut Asap Masih Mengintai, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar dari Rumah 16–17 Oktober
    04 Perkuat Profesionalisme, Polres Kampar Sosialisasi UU Polri dan KUHAP Baru
    05 Perkuat Pengawasan Notaris, Kemenkum Riau Bahas Pedoman Pemeriksaan Protokol
    06 27 Merek Kolektif Terdaftar, Kemenkum Riau Kejar Target 50 KDKMP Aktif
    07 Kalahkan Puluhan Kanwil, Kemenkum Riau Raih Terbaik II Anugerah Legislasi
    08 PWI-Lemhannas Teken MoU untuk Menjaga Ketahanan Nasional
    09 Dua Kadiv Kemenkum Riau Lulus PKN Tingkat II, Kakanwil Edison Manik Beri Apresiasi
    10 Edarkan Sabu dan Pil Ekstasi, Tiga Pria di Tambang Kampar Ditangkap
    11 Adik Kepala BNPB Terseret Kasus Dana Siap Pakai Kebencanaan, KPK Dalami Dugaan Pengondisian
    12 Edarkan 18 Paket Sabu, Warga Kepau Jaya Siak Hulu Ditangkap Polisi
    13 Akses Jalan Ditutup, Warga Kulim Mengaku Dikeroyok hingga Lapor Polisi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Beri Masukan Ranperda Penanggulangan Bencana Inhu
    15 Kanwil Kemenkum Riau Evaluasi Kualitas Layanan Hukum bagi 13 Penerima Bantuan Hukum
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Kepatuhan Royalti Musik di Pekanbaru
    17 Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Kemenkum Riau Perkuat Tata Kelola Regulasi
    18 Konferkab PWI Kampar Siap Digelar, Dua Kandidat Berebut Kursi Ketu
    19 Modus Buang Bungkusan Berisi Narkoba di Jalan Gagal, Dua Pria Kampar Masuk Jeruji
    20 Utang Lunas Tapi Jaminan Masih Aktif, Kanwil Kemenkum Riau Soroti Layanan Roya Fidusia
    21 Kabut Tebal Selimuti Pelalawan, Jarak Pandang Disebut Hanya Sekitar 100 Meter
    22 Kabut Asap Karhutla Mengusik Kesehatan Warga Pekanbaru, 11.707 Kasus Dilaporkan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat