Senin, 31 Agustus 2026 Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual | Harmonisasi Empat Rancangan Regulasi Siak, Kemenkum Riau Ingatkan Batas Kewenangan | Telkomsel Hadirkan Dukungan Konektivitas Digital di PBAK UIN Suska Riau | Usir Gajah Liar di Bengkalis, Satu Pemuda Luka Tertendang, Satu Warga Meninggal karena Kelelahan | The 2nd Riau Economic Forum 2026: Riau Dorong Ekonomi Solid Lewat Akselerasi Digital | Cegah Sebelum Terbakar, Tim Pamen Mabes TNI Sosialisasikan Karhutla di XIII Koto Kampar
 
 
☰ Peristiwa
Usir Gajah Liar di Bengkalis, Satu Pemuda Luka Tertendang, Satu Warga Meninggal karena Kelelahan
Senin, 31 Agustus 2026 - 19:54:43 WIB
Ilustrasi warga mengusir Gajah Liar (Foto AI/Sr

SULUHRIAU, Bengkalis- Niat mengusir berujung petaka. Dua warga Bengkalis menjadi korban saat bertemu gajah liar di kawasan Suaka Margasatwa.


Insiden terjadi di Pusat Latihan Gajah Sebanga, Kabupaten Bengkalis. Kejadiannya bermula dari laporan warga pada Jumat  21 Agustus 2026.


Menindaklanjuti laporan itu, Balai Besar KSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah III langsung turun ke lokasi. Tim didampingi warga setempat.


"Setibanya di lokasi kami menemukan jejak gajah liar dan selanjutnya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian," kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin, Senin (31/9/2026).


Hasil pemeriksaan menunjukkan ada dua titik kejadian. Keduanya berada di dalam kawasan suaka.


Di titik pertama, seorang pemuda bernama Mikhael Daniel Simarmata, 18 tahun, ditemukan terluka. Ia mengalami luka robek di pinggang dan paha. Diduga terkena tendangan gajah saat ikut mengusir satwa tersebut. 


Mikhael kini sudah mendapat penanganan medis di rumah sakit.


Di titik lain, ditemukan Darwin Sondang Napitu, 47 tahun. Ia berada di lokasi untuk berjaga dan ikut mengusir gajah. 


Namun Ujang menegaskan, Darwin meninggal bukan karena serangan gajah. "Yang meninggal karena faktor kelelahan," ujarnya.


Dari hasil plotting, petugas juga menemukan fakta lain. Ada aktivitas warga di dalam kawasan konservasi.
"Data yang kami dapat, mereka berkebun sawit di dalam," kata Ujang.


Setelah laporan diterima, tim melakukan penyisiran untuk memastikan keberadaan gajah. Namun saat penyisiran, satwa tersebut sudah tidak terlihat lagi.


BBKSDA Riau mengingatkan, warga jangan melakukan penanganan sendiri jika bertemu gajah liar. Apalagi dengan cara mendekati atau mengusir secara langsung.


Masyarakat diminta menjaga jarak aman. Segera laporkan keberadaan gajah ke aparat desa atau ke BBKSDA Riau agar ditangani sesuai prosedur.


"Jangan melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa. Apabila kembali ditemukan gajah liar di sekitar permukiman, segera laporkan ke aparat desa atau Call Centre Balai Besar KSDA Riau," tegas Ujang.


Kasus ini menjadi pengingat. Konflik manusia dan gajah bisa diminimalkan jika penanganan dilakukan oleh petugas, bukan warga. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual
  • Harmonisasi Empat Rancangan Regulasi Siak, Kemenkum Riau Ingatkan Batas Kewenangan
  • Telkomsel Hadirkan Dukungan Konektivitas Digital di PBAK UIN Suska Riau
  • Usir Gajah Liar di Bengkalis, Satu Pemuda Luka Tertendang, Satu Warga Meninggal karena Kelelahan
  • The 2nd Riau Economic Forum 2026: Riau Dorong Ekonomi Solid Lewat Akselerasi Digital
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual
    02 Harmonisasi Empat Rancangan Regulasi Siak, Kemenkum Riau Ingatkan Batas Kewenangan
    03 Telkomsel Hadirkan Dukungan Konektivitas Digital di PBAK UIN Suska Riau
    04 Usir Gajah Liar di Bengkalis, Satu Pemuda Luka Tertendang, Satu Warga Meninggal karena Kelelahan
    05 The 2nd Riau Economic Forum 2026: Riau Dorong Ekonomi Solid Lewat Akselerasi Digital
    06 Cegah Sebelum Terbakar, Tim Pamen Mabes TNI Sosialisasikan Karhutla di XIII Koto Kampar
    07 Perkuat Sinergi Pendidikan Hukum, Kemenkum Riau Audensi ke Disdik Provinsi Riau
    08 17 Hektar Lahan Terbakar di Tambang, Polres Kampar Amankan 4 Pelaku Karhutla
    09 Turnamen ORADO Pekanbaru Berakhir Sengit, YUTO Persembahkan Juara 3 di Hari Peresmian Klub
    10 Polsek Kampar Kiri Bongkar Tambang Emas Ilegal di Sungai Tanjung Permai, 1 Operator Diamankan
    11 Kabut Asap Mereda, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka
    12 Saat Menyeberang Pakai Rakit, Kaki Atai Warga Meranti Digigit Buaya di Sungai Sendewo
    13 Dari Istana Siak ke Tingkat Nasional, Syair Perang Siak Diakui Sebagai Warisan Bangsa
    14 Dari Air Mata ke Kebersamaan, Kisah Pulau Godang Hidup Lagi di Festival Adat
    15 Cegah Api Hidup Lagi, Bupati Ahmad Yuzar Turun Langsung Pastikan Bara di Rimbo Panjang Benar-Benar Padam
    16 Dua Pelajar MTsN 1 Pelalawan Tembus OBA Riau 2026, Bawa Nama Daerah ke Tingkat Provinsi
    17 PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
    18 Kemenkum Riau Edukasi Layanan Kewarganegaraan, Pastikan Masyarakat Dapat Kepastian Hukum
    19 Karhula, Api di Parit 17-19 Inhil Hanya Berjarak 30 Meter Dekati Pemukiman Warga
    20 Stafsus Menteri Kehutanan Tinjau Karhutla Rimbo Panjang, Apresiasi Kerja Tim Gabungan Kampar
    21 Bentuk Kepedulian terhadap Kabut Asap di Pekanbaru, PWI Riau Berbagi Masker untuk Pengguna Jalan
    22 Kemenkum Riau Kawal Kopi Liberika Rangsang Meranti, MPIG dan IKM Lokal Didorong Naik Kelas
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat