Usir Gajah Liar di Bengkalis, Satu Pemuda Luka Tertendang, Satu Warga Meninggal karena Kelelahan
SULUHRIAU, Bengkalis- Niat mengusir berujung petaka. Dua warga Bengkalis menjadi korban saat bertemu gajah liar di kawasan Suaka Margasatwa.
Insiden terjadi di Pusat Latihan Gajah Sebanga, Kabupaten Bengkalis. Kejadiannya bermula dari laporan warga pada Jumat 21 Agustus 2026.
Menindaklanjuti laporan itu, Balai Besar KSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah III langsung turun ke lokasi. Tim didampingi warga setempat.
"Setibanya di lokasi kami menemukan jejak gajah liar dan selanjutnya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian," kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin, Senin (31/9/2026).
Hasil pemeriksaan menunjukkan ada dua titik kejadian. Keduanya berada di dalam kawasan suaka.
Di titik pertama, seorang pemuda bernama Mikhael Daniel Simarmata, 18 tahun, ditemukan terluka. Ia mengalami luka robek di pinggang dan paha. Diduga terkena tendangan gajah saat ikut mengusir satwa tersebut.
Mikhael kini sudah mendapat penanganan medis di rumah sakit.
Di titik lain, ditemukan Darwin Sondang Napitu, 47 tahun. Ia berada di lokasi untuk berjaga dan ikut mengusir gajah.
Namun Ujang menegaskan, Darwin meninggal bukan karena serangan gajah. "Yang meninggal karena faktor kelelahan," ujarnya.
Dari hasil plotting, petugas juga menemukan fakta lain. Ada aktivitas warga di dalam kawasan konservasi.
"Data yang kami dapat, mereka berkebun sawit di dalam," kata Ujang.
Setelah laporan diterima, tim melakukan penyisiran untuk memastikan keberadaan gajah. Namun saat penyisiran, satwa tersebut sudah tidak terlihat lagi.
BBKSDA Riau mengingatkan, warga jangan melakukan penanganan sendiri jika bertemu gajah liar. Apalagi dengan cara mendekati atau mengusir secara langsung.
Masyarakat diminta menjaga jarak aman. Segera laporkan keberadaan gajah ke aparat desa atau ke BBKSDA Riau agar ditangani sesuai prosedur.
"Jangan melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa. Apabila kembali ditemukan gajah liar di sekitar permukiman, segera laporkan ke aparat desa atau Call Centre Balai Besar KSDA Riau," tegas Ujang.
Kasus ini menjadi pengingat. Konflik manusia dan gajah bisa diminimalkan jika penanganan dilakukan oleh petugas, bukan warga. (src)
Komentar Anda :