The 2nd Riau Economic Forum 2026: Riau Dorong Ekonomi Solid Lewat Akselerasi Digital
SULUHRIAU, Pekanbaru— Ekonomi Riau tidak bisa berjalan sendiri. Ia butuh kolaborasi, dan sekarang harus ditopang digital.
Senin (31/8/2026), The 2nd Riau Economic Forum 2026 digelar di Aula Lancang Kuning, Gedung A Lantai 3 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau.
Forum mengusung tema "Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi". Tujuannya satu, memperkuat sinergi agar pertumbuhan ekonomi daerah kuat, inklusif dan berkelanjutan.
Acara dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang diwakili Sekda Riau Syahrial Abdi. Hadir juga Kepala Perwakilan BI Riau Panji Ahmad, Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Ameriza Ma'ruf Moesa, bupati dan wali kota se-Riau, pelaku usaha, akademisi, serta pemerhati ekonomi.
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar menjadi salah satu tokoh yang menyuarakan pentingnya kerja bersama.
"Tantangan ke depan menuntut kolaborasi dan inovasi yang lebih kuat. Pertumbuhan tidak hanya soal SDA, tapi juga kemampuan kita beradaptasi dengan teknologi," kata Ahmad Yuzar.
Ia menekankan, pemerintah, dunia usaha, perbankan dan masyarakat harus punya komitmen yang sama. Tujuannya menciptakan ekonomi yang produktif dan tangguh menghadapi perubahan.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar soal teknologi baru. Yang penting adalah manfaatnya.
"Kita ingin digitalisasi benar-benar memberi manfaat. Memperluas peluang usaha, meningkatkan produktivitas, dan akhirnya menaikkan kesejahteraan, terutama bagi pelaku UMKM," tegasnya.
Ahmad Yuzar juga mengapresiasi peran Bank Indonesia yang konsisten menjaga stabilitas dan mendorong inovasi ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan BI Riau Panji Ahmad menyebut forum ini penting untuk memperkuat komunikasi antar pemangku kepentingan.
"Tema Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi mencerminkan kebutuhan membangun ekonomi yang kuat sekaligus adaptif terhadap perubahan digital," ujarnya.
Panji menambahkan, digitalisasi harus didorong bersama agar efisiensi meningkat. Akses masyarakat ke layanan ekonomi dan keuangan juga harus diperluas. Peluang baru bagi dunia usaha pun akan terbuka.
Ia menegaskan, penguatan ekonomi butuh sinergi berkelanjutan antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat.
"Kolaborasi ini kunci agar potensi ekonomi Riau bisa dikembangkan optimal," kata Panji.
Forum ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada pelaku usaha berprestasi. Dilanjutkan panel diskusi bersama narasumber kompeten di bidang ekonomi.
Harapannya jelas. Dari forum ini lahir gagasan dan langkah konkret. Riau dijaga tetap tumbuh, dan digitalisasi menjadi mesin baru untuk daya saing serta kesejahteraan masyarakat. (kmf)
Komentar Anda :