Cegah Sebelum Terbakar, Tim Pamen Mabes TNI Sosialisasikan Karhutla di XIII Koto Kampar
SULUHRIAU, Kampar — Asap lebih mudah dicegah daripada dipadamkan. Pesan itu yang dibawa Tim Pamen Mabes TNI ke Kecamatan XIII Koto Kampar.
Senin 31 Agustus 2026 pukul 09.20 WIB, aula Kantor Camat XIII Koto Kampar penuh. Warga, kepala desa, hingga unsur TNI-Polri duduk bersama dalam kegiatan Sosialisasi, Penyuluhan dan Penanggulangan Karhutla.
Kegiatan mengusung tema Cegah Sebelum Terbakar, Deteksi Dini, Lapor Cepat, Tangani Secara Terpadu.
Rombongan dipimpin Kolonel Tek Hermawan. Turut hadir Kolonel Laut Dedi Noferi, Kolonel Laut Muksalminal, Mayor Muhammad Arifin, Mayor Inf Handarwoko, Mayor Cke Dedi, Mayor Cku Taufik Inal, Mayor Inf Rosy, dan Kapten Inf Hendra Wijaya.
Dari unsur daerah hadir Sekcam XIII Koto Kampar Pirdaus Aljumri, perwakilan Danramil 12, perwakilan Kapolsek Iptu Setya Widodo, Kabid Pencegahan, staf kecamatan, para kepala desa se-kecamatan, Babinsa, serta warga binaan.
Acara dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya dan doa bersama. Sambutan disampaikan bergiliran, mulai dari perwakilan Danramil, Kapolsek, Sekcam, hingga Kolonel Hermawan.
Materi utama disampaikan Mayor Inf Handarwoko. Ia tidak hanya berbicara teori. Yang ditekankan adalah langkah konkret di lapangan.
Mulai dari mengenali tanda-tanda awal kebakaran, cara melapor cepat ke aparat, hingga pola penanganan yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga.
"Deteksi dini dan lapor cepat bisa menyelamatkan ribuan hektare lahan. Jangan tunggu api besar baru bergerak," tegasnya.
Diskusi berjalan cair. Warga dan kepala desa aktif bertanya. Mulai dari penanganan titik api di medan sulit sampai cara pencegahan tradisional yang bisa diterapkan di kebun.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sembako kepada perwakilan warga. Simbol kepedulian dan dukungan nyata dari tim.
Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan kondusif.
Kolonel Hermawan menekankan, keberhasilan menanggulangi Karhutla tidak bisa ditangani satu pihak. Dibutuhkan kesadaran kolektif.
"Pencegahan yang dilakukan bersama-sama jauh lebih efektif daripada pemadaman yang terlambat," ujarnya.
Pemerintah Kecamatan XIII Koto Kampar menyambut baik. Sosialisasi ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan desa menjelang puncak musim kemarau.
Dengan sinergi yang terbangun, diharapkan XIII Koto Kampar bisa menjadi contoh wilayah yang mampu menekan risiko Karhutla sejak di hulu. (hpk)
Komentar Anda :