Minggu, 30 Agustus 2026 Turnamen ORADO Pekanbaru Berakhir Sengit, YUTO Persembahkan Juara 3 di Hari Peresmian Klub | Polsek Kampar Kiri Bongkar Tambang Emas Ilegal di Sungai Tanjung Permai, 1 Operator Diamankan | Kabut Asap Mereda, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka | Saat Menyeberang Pakai Rakit, Kaki Atai Warga Meranti Digigit Buaya di Sungai Sendewo | Dari Istana Siak ke Tingkat Nasional, Syair Perang Siak Diakui Sebagai Warisan Bangsa | Dari Air Mata ke Kebersamaan, Kisah Pulau Godang Hidup Lagi di Festival Adat
 
 
☰ Pendidikan
Kabut Asap Mereda, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka
Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:28:29 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Beberapa hari terakhir rumah jadi kelas. Besok, sekolah kembali jadi rumah kedua.


Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan siswa PAUD, TK, SD, hingga SMP sederajat kembali belajar tatap muka mulai Senin (3/8/2026).


Keputusan itu diambil setelah kabut asap Karhutla berangsur mereda. Kualitas udara Kota Pekanbaru terpantau membaik.


Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengimbau peserta didik kembali ke sekolah. Namun dengan catatan tetap waspada.


"Mari peserta didik kembali ke sekolah untuk belajar secara langsung. Dan tentu kita harus memperhatikan juga tata cara sekolah di tengah kondisi ini," kata Agung, Minggu (30/8/2026).


Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/25/2026. Isinya tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran di masa terdampak asap.


Edaran tersebut mengacu pada Surat Edaran Mendikdasmen RI Nomor 20 Tahun 2026. Juga mempertimbangkan data BMKG.


Pada Minggu 30 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara Pekanbaru masuk kategori "Sedang".


Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal menyebut, pembelajaran akan kembali normal sesuai jam sekolah.


"Maka sehubungan itu proses belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka penuh di sekolah sesuai dengan jam pembelajaran normal," ujarnya.


Meski begitu, belum semua aktivitas boleh seperti biasa. Dinas Pendidikan meminta sekolah membatasi kegiatan di luar ruangan.


Upacara bendera, olahraga, dan ekstrakurikuler yang biasa di lapangan diminta dialihkan ke dalam gedung.


Perhatian khusus juga diberikan kepada siswa dengan riwayat asma dan ISPA. Jika kondisi kesehatan terganggu, siswa diperbolehkan belajar dari rumah.


"Apabila kondisi kesehatan terganggu, murid diperkenankan belajar dari rumah setelah berkoordinasi dengan sekolah," terang Jamal.


Sekolah juga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara. Kondisi bisa berubah cepat jika Karhutla kembali meningkat.


Jika udara kembali memburuk, kepala sekolah berwenang mengambil langkah. Mulai dari menghentikan kegiatan luar ruang, memulangkan siswa lebih awal, hingga kembali ke pembelajaran daring.


Dengan demikian, masuk sekolah Senin besok bukan berarti kembali 100 persen normal. Kesehatan dan keselamatan siswa tetap jadi pertimbangan utama. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Turnamen ORADO Pekanbaru Berakhir Sengit, YUTO Persembahkan Juara 3 di Hari Peresmian Klub
  • Polsek Kampar Kiri Bongkar Tambang Emas Ilegal di Sungai Tanjung Permai, 1 Operator Diamankan
  • Kabut Asap Mereda, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka
  • Saat Menyeberang Pakai Rakit, Kaki Atai Warga Meranti Digigit Buaya di Sungai Sendewo
  • Dari Istana Siak ke Tingkat Nasional, Syair Perang Siak Diakui Sebagai Warisan Bangsa
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Turnamen ORADO Pekanbaru Berakhir Sengit, YUTO Persembahkan Juara 3 di Hari Peresmian Klub
    02 Polsek Kampar Kiri Bongkar Tambang Emas Ilegal di Sungai Tanjung Permai, 1 Operator Diamankan
    03 Kabut Asap Mereda, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka
    04 Saat Menyeberang Pakai Rakit, Kaki Atai Warga Meranti Digigit Buaya di Sungai Sendewo
    05 Dari Istana Siak ke Tingkat Nasional, Syair Perang Siak Diakui Sebagai Warisan Bangsa
    06 Dari Air Mata ke Kebersamaan, Kisah Pulau Godang Hidup Lagi di Festival Adat
    07 Cegah Api Hidup Lagi, Bupati Ahmad Yuzar Turun Langsung Pastikan Bara di Rimbo Panjang Benar-Benar Padam
    08 Dua Pelajar MTsN 1 Pelalawan Tembus OBA Riau 2026, Bawa Nama Daerah ke Tingkat Provinsi
    09 PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
    10 Kemenkum Riau Edukasi Layanan Kewarganegaraan, Pastikan Masyarakat Dapat Kepastian Hukum
    11 Karhula, Api di Parit 17-19 Inhil Hanya Berjarak 30 Meter Dekati Pemukiman Warga
    12 Stafsus Menteri Kehutanan Tinjau Karhutla Rimbo Panjang, Apresiasi Kerja Tim Gabungan Kampar
    13 Bentuk Kepedulian terhadap Kabut Asap di Pekanbaru, PWI Riau Berbagi Masker untuk Pengguna Jalan
    14 Kemenkum Riau Kawal Kopi Liberika Rangsang Meranti, MPIG dan IKM Lokal Didorong Naik Kelas
    15 Kemenkum Riau Perdalam Prinsip Ultimum Remedium, Pastikan Pidana Jadi Opsi Terakhir Regulasi
    16 Delapan Ranperbup Inhil Dibedah, Kemenkum Riau Pastikan Produk Hukum Daerah Tak Tumpang Tindih
    17 Hasyim Djojohadikusumo: Media Harus Jadi Penjernih, Bukan Pembuat Distorsi
    18 Sekda dan Dirut PT MIC Jadi Pesakitan, Perkara Suap Bupati Kuansing Segera Digelar
    19 Hari ke-12 Karhutla Rimbo Panjang, Satgas Kerahkan Alat Berat Sekat Api di Lahan Gambut
    20 Sekolah Pemilu Hijau KPU Riau Rampung, Peserta Diajak Komit pada Demokrasi Ramah Lingkungan
    21 Bakar Ranting, Lahan 15 Hektare di Rimbo Panjang Ludes, Warga Kemang Indah Diamankan Polsek Tambang
    22 Menuju WBBM, Kemenkum Riau Rapatkan Barisan Hadapi Evaluasi Tim Penilai Nasional
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat