SULUHRIAU, Pekanbaru- Beberapa hari terakhir rumah jadi kelas. Besok, sekolah kembali jadi rumah kedua.
Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan siswa PAUD, TK, SD, hingga SMP sederajat kembali belajar tatap muka mulai Senin (3/8/2026).
Keputusan itu diambil setelah kabut asap Karhutla berangsur mereda. Kualitas udara Kota Pekanbaru terpantau membaik.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengimbau peserta didik kembali ke sekolah. Namun dengan catatan tetap waspada.
"Mari peserta didik kembali ke sekolah untuk belajar secara langsung. Dan tentu kita harus memperhatikan juga tata cara sekolah di tengah kondisi ini," kata Agung, Minggu (30/8/2026).
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/25/2026. Isinya tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran di masa terdampak asap.
Edaran tersebut mengacu pada Surat Edaran Mendikdasmen RI Nomor 20 Tahun 2026. Juga mempertimbangkan data BMKG.
Pada Minggu 30 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara Pekanbaru masuk kategori "Sedang".
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal menyebut, pembelajaran akan kembali normal sesuai jam sekolah.
"Maka sehubungan itu proses belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka penuh di sekolah sesuai dengan jam pembelajaran normal," ujarnya.
Meski begitu, belum semua aktivitas boleh seperti biasa. Dinas Pendidikan meminta sekolah membatasi kegiatan di luar ruangan.
Upacara bendera, olahraga, dan ekstrakurikuler yang biasa di lapangan diminta dialihkan ke dalam gedung.
Perhatian khusus juga diberikan kepada siswa dengan riwayat asma dan ISPA. Jika kondisi kesehatan terganggu, siswa diperbolehkan belajar dari rumah.
"Apabila kondisi kesehatan terganggu, murid diperkenankan belajar dari rumah setelah berkoordinasi dengan sekolah," terang Jamal.
Sekolah juga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara. Kondisi bisa berubah cepat jika Karhutla kembali meningkat.
Jika udara kembali memburuk, kepala sekolah berwenang mengambil langkah. Mulai dari menghentikan kegiatan luar ruang, memulangkan siswa lebih awal, hingga kembali ke pembelajaran daring.
Dengan demikian, masuk sekolah Senin besok bukan berarti kembali 100 persen normal. Kesehatan dan keselamatan siswa tetap jadi pertimbangan utama. (src)
Komentar Anda :