Selasa, 01 September 2026 Dewan Pers Ajak Semua Konstituen Duduk Bersama, Masa Depan HPN Dibahas Terbuka | KPU Riau dan Unri Rancang Pendidikan Pemilih Adaptif, Ubah Gen Z dari Penonton Jadi Pelaku Demokrasi | Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas | Kemenkum Riau Bahas Tuntas Aduan Warga dari Sengketa Tanah hingga Paten | Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual | Harmonisasi Empat Rancangan Regulasi Siak, Kemenkum Riau Ingatkan Batas Kewenangan
 
 
☰ Peristiwa
Dari Air Mata ke Kebersamaan, Kisah Pulau Godang Hidup Lagi di Festival Adat
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:57:10 WIB

SULUHRIAU, Kampar — Ada nama kampung yang tidak pernah benar-benar ditinggalkan. 


Namanya Kampuong Lamo. Dan setiap tahun, ia hidup kembali lewat cerita, adat, dan air mata haru warganya.


Sabtu (29/8/2025) Desa Pulau Godang menggelar Festival Budaya Mangonang Kampuong Lamo. Artinya, mengenang kampung yang lama.


Tahun ini peringatan terasa istimewa. Bertepatan dengan HUT ke-34 Pemindahan Desa Pulau Godang dari tempat semula.


Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar hadir langsung. Didampingi Wakil Bupati Dr. Hj. Misharti dan Sekda Dr. Ardi Mardiansyah. Turut serta tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, hingga generasi muda.


Suasana penuh nuansa adat. Bukan sekadar seremoni. Ini ruang untuk mengingat.


34 tahun lalu masyarakat Pulau Godang harus pindah. Meninggalkan rumah, sawah, dan jejak hidup yang sudah tumbuh lama. 


Pemindahan itu berat. Tapi tidak memutus benang sejarah. Cerita para tetua, adat istiadat, dan nilai kebersamaan tetap dijaga.


Festival ini lahir dari kegelisahan itu. Agar anak kemenakan yang lahir setelah 1992 tetap tahu dari mana mereka berasal.


"Generasi muda Pulau Godang harus mengetahui bahwa apa yang mereka nikmati hari ini tidak lahir begitu saja. Ada keringat orang tua, ada perjuangan ninik mamak, ada doa para alim ulama dan ada kebersamaan masyarakat yang telah melewati perjalanan panjang," ujar Bupati Ahmad Yuzar.


Ia mengapresiasi masyarakat yang terus merawat sejarah melalui Mangonang Kampuong Lamo. 


Bagi Pemkab Kampar, kegiatan ini punya nilai lebih dari sekadar nostalgia. Ini pendidikan budaya. Ini pengingat bahwa pembangunan hari ini berdiri di atas pengorbanan.


"Kita ingin Mangonang Kampuong Lamo bukan hanya mengenang masa lalu. Tapi menjadi jembatan menuju masa depan," lanjutnya.


Ke depan, festival ini akan ditetapkan sebagai agenda tahunan. Pelaksanaannya akan dibuat lebih terencana dan melibatkan semua unsur.


Tujuannya satu. Agar identitas budaya Kampar tidak luntur. Agar anak cucu tahu, kampung boleh pindah, tapi akar tidak boleh dicabut. (kmf)


 




 
Berita Lainnya :
  • Dewan Pers Ajak Semua Konstituen Duduk Bersama, Masa Depan HPN Dibahas Terbuka
  • KPU Riau dan Unri Rancang Pendidikan Pemilih Adaptif, Ubah Gen Z dari Penonton Jadi Pelaku Demokrasi
  • Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas
  • Kemenkum Riau Bahas Tuntas Aduan Warga dari Sengketa Tanah hingga Paten
  • Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dewan Pers Ajak Semua Konstituen Duduk Bersama, Masa Depan HPN Dibahas Terbuka
    02 KPU Riau dan Unri Rancang Pendidikan Pemilih Adaptif, Ubah Gen Z dari Penonton Jadi Pelaku Demokrasi
    03 Pantau dari Udara, Kapolda Riau Pastikan Pendinginan Karhutla Pelalawan Tuntas
    04 Kemenkum Riau Bahas Tuntas Aduan Warga dari Sengketa Tanah hingga Paten
    05 Dorong Tertib Keuangan Daerah, Kemenkum Riau Harmonisasi Regulasi Pelalawan Secara Virtual
    06 Harmonisasi Empat Rancangan Regulasi Siak, Kemenkum Riau Ingatkan Batas Kewenangan
    07 Telkomsel Hadirkan Dukungan Konektivitas Digital di PBAK UIN Suska Riau
    08 Usir Gajah Liar di Bengkalis, Satu Pemuda Luka Tertendang, Satu Warga Meninggal karena Kelelahan
    09 The 2nd Riau Economic Forum 2026: Riau Dorong Ekonomi Solid Lewat Akselerasi Digital
    10 Cegah Sebelum Terbakar, Tim Pamen Mabes TNI Sosialisasikan Karhutla di XIII Koto Kampar
    11 Perkuat Sinergi Pendidikan Hukum, Kemenkum Riau Audensi ke Disdik Provinsi Riau
    12 17 Hektar Lahan Terbakar di Tambang, Polres Kampar Amankan 4 Pelaku Karhutla
    13 Turnamen ORADO Pekanbaru Berakhir Sengit, YUTO Persembahkan Juara 3 di Hari Peresmian Klub
    14 Polsek Kampar Kiri Bongkar Tambang Emas Ilegal di Sungai Tanjung Permai, 1 Operator Diamankan
    15 Kabut Asap Mereda, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka
    16 Saat Menyeberang Pakai Rakit, Kaki Atai Warga Meranti Digigit Buaya di Sungai Sendewo
    17 Dari Istana Siak ke Tingkat Nasional, Syair Perang Siak Diakui Sebagai Warisan Bangsa
    18 Dari Air Mata ke Kebersamaan, Kisah Pulau Godang Hidup Lagi di Festival Adat
    19 Cegah Api Hidup Lagi, Bupati Ahmad Yuzar Turun Langsung Pastikan Bara di Rimbo Panjang Benar-Benar Padam
    20 Dua Pelajar MTsN 1 Pelalawan Tembus OBA Riau 2026, Bawa Nama Daerah ke Tingkat Provinsi
    21 PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
    22 Kemenkum Riau Edukasi Layanan Kewarganegaraan, Pastikan Masyarakat Dapat Kepastian Hukum
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat