Selasa, 13 Oktober 2026 Rp6,7 Miliar Bansos Pendidikan Cair, 1.138 Mahasiswa Riau Sudah Terima | Lihat Kondisi Rumah Ibu Lansia 73 Tahun di Desa Ranah, Kapolres Kampar Turunkan Bantuan Rehab | Polisi Sisir Rumah Diduga Sarang Narkoba di Hangtuah Perhentian Raja Kampar Kiri, Ini Hasilnya | Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Merek Kolektif Lewat Aplikasi SIMAKO | Perkuat Akurasi Data, Kemenkum Riau Ikuti Pemutakhiran SIMWAS dan SIPIDU | Plaza Citra Pekanbaru Tutup, Kenangan Bioskop hingga Belanja Bersama Keluarga Kini Tinggal Cerita
 
 
☰ Ekbis
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:44:52 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru– Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar "Workshop Jurnalistik GAPKI dan PWI" di Yogyakarta. 


Acara ini menjadi momentum strategis bagi kedua lembaga untuk memperkuat sinergi dalam mengedukasi publik terkait tata kelola industri kelapa sawit yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional.


Ketua Umum GAPKI, *Eddy Martono*, dalam sambutannya menyoroti bahwa pemilihan Yogyakarta—daerah tanpa perkebunan sawit—sebagai lokasi acara bukanlah kebetulan. 


Hal ini ditujukan untuk mensosialisasikan pentingnya sawit dalam kehidupan sehari-hari, termasuk penggunaan komoditas berbasis kelapa sawit untuk industri batik lokal dan berbagai kebutuhan kebutuhan dalam kehidupan setiap hari.


Namun, Eddy juga menekankan tantangan regulasi yang membebani industri, khususnya terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Ia memaparkan bahwa GAPKI secara proaktif turun tangan membantu pemadaman api di luar area konsesi, seperti yang terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. 


Meski demikian, industri tetap dihadapkan pada ancaman *Pasal 88 UU No. 32 Tahun 2009* tentang _Strict Liability_ (tanggung jawab mutlak).


"Apabila terjadi kebakaran—sekalipun titik apinya terbukti dari luar dan masuk ke dalam konsesi—kita otomatis dianggap lalai.


Padahal tidak mungkin ada perusahaan atau masyarakat yang sengaja membakar asetnya sendiri. Kami mengusulkan adendum atau klausul pengecualian dalam aturan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem," jelas Eddy Martono.


Menyambut paparan tersebut, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan pentingnya peran pers dalam menyajikan fakta di tengah gempuran kampanye hitam _(black campaign)_ global terhadap kelapa sawit Indonesia. 


Ia mengingatkan bahwa persaingan bisnis internasional kerap membidik isu lingkungan dan tenaga kerja untuk mendiskreditkan tata kelola sawit nasional.


"Tantangan utama industri sawit adalah membuktikan tata kelola yang bermanfaat bagi masyarakat. Dunia sangat membutuhkan kelapa sawit karena ini adalah minyak nabati paling produktif," ujar Akhmad Munir.


Ia menambahkan bahwa jurnalisme berbasis data dan fakta empiris sangat krusial. Wartawan bertugas menyuarakan praktik industri sawit yang ramah lingkungan, namun tetap kritis dalam mendorong perbaikan tata kelola _(good corporate governance)_.


"Pers harus mengedepankan kepentingan nasional dengan mendukung industri kelapa sawit yang ramah lingkungan, sehat bagi tenaga kerja, dan berkelanjutan. Inilah tugas mulia yang perlu kita kerjakan bersama," tegasnya.


Dalam sesi pemaparan, Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, Guru Besar Universitas Jember, menegaskan bahwa kelapa sawit adalah anugerah bagi bangsa Indonesia. 


"Sawit adalah anugerah. Kita harus bersyukur karena komoditas ini memberi kontribusi besar bagi devisa, lapangan kerja, dan ketahanan pangan serta energi nasional. Tugas kita bersama adalah mengelola anugerah ini dengan tata kelola yang baik agar manfaatnya dirasakan seluruh rakyat," ujarnya.


Senada, Ekonom Senior INDEF sekaligus President of ASAE, Prof. Dr. Bustanul Arifin, menegaskan pentingnya memperkuat hulu perkebunan rakyat serta strategi diplomasi internasional di tengah lonjakan kebutuhan energi domestik dan pengetatan aturan perdagangan global.


"Sawit berkelanjutan adalah keniscayaan nasional, bukan sekadar respons atas desakan luar negeri. Kunci daya saing kita ke depan terletak pada peremajaan kebun rakyat untuk memangkas _yield gap_, percepatan sertifikasi ISPO/RSPO, serta penguatan kemitraan adil antara petani, BUMN, dan swasta," ujar Prof. Bustanul Arifin yang juga merupakan pakar ekonomi pertanian ini. 


Pandangan tentang peran media dan kepentingan nasional juga disampaikan Agus Sudibyo, Ketua Bidang Pendidikan  PWI Pusat. Ia menekankan bahwa kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap kepentingan nasional.


"Kebebasan pers itu universal. Tetapi kesejahteraan nasional itu nilainya lebih tinggi. Bagi mereka (negara luar), kebebasan pers adalah instrumen untuk mencapai hal yang lebih tinggi, yaitu kepentingan nasional dan kejayaan bangsa sendiri. Makanya, mereka sangat protektif terhadap produk-produk yang mereka hasilkan," ujar Mantan Anggota Dewan Pers ini.


Oleh karena itu, Agus setuju pers harus memberitakan kelapa sawit Indonesia tanpa kehilangan sikap kritis dan tanpa membebek pada industri. Namun, media juga harus sadar bahwa sawit memiliki peran strategis:


1. Penyumbang devisa non-migas terbesar
2. Menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar
3. Menopang perekonomian daerah
4. Mendukung ketahanan serta kemandirian energi dan pengembangan biodiesel
5. Mendukung penyediaan minyak nabati dan bahan baku industri pangan


"Perhatian kita terhadap isu lingkungan dan masalah lainnya terkait sawit minimal harus seimbang dengan apresiasi, pembelaan, dan pengakuan kita bahwa sawit adalah _saka guru_ atau pilar utama perekonomian nasional. Minimal harus seimbang," tegasnya.


Ia menambahkan, di negara lain pembelaan terhadap produk sawit atau minyak nabati domestik justru lebih kuat, sementara kritiknya lebih sedikit. 


"Oleh sebab itu, kebebasan pers, profesionalisme media, dan sikap kritis terhadap industri sawit jangan sampai hilang jika memang ada masalah. Tetapi, kita juga harus semakin sadar mengenai apa kepentingan nasional kita dalam diskursus tentang minyak nabati global," pungkas Agus Sudibyo.


Melalui forum edukatif ini, PWI dan GAPKI berharap insan pers memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait dinamika sawit nasional, sehingga karya jurnalistik yang dihasilkan selalu jernih, objektif, dan mencerdaskan publik. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Rp6,7 Miliar Bansos Pendidikan Cair, 1.138 Mahasiswa Riau Sudah Terima
  • Lihat Kondisi Rumah Ibu Lansia 73 Tahun di Desa Ranah, Kapolres Kampar Turunkan Bantuan Rehab
  • Polisi Sisir Rumah Diduga Sarang Narkoba di Hangtuah Perhentian Raja Kampar Kiri, Ini Hasilnya
  • Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Merek Kolektif Lewat Aplikasi SIMAKO
  • Perkuat Akurasi Data, Kemenkum Riau Ikuti Pemutakhiran SIMWAS dan SIPIDU
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Rp6,7 Miliar Bansos Pendidikan Cair, 1.138 Mahasiswa Riau Sudah Terima
    02 Lihat Kondisi Rumah Ibu Lansia 73 Tahun di Desa Ranah, Kapolres Kampar Turunkan Bantuan Rehab
    03 Polisi Sisir Rumah Diduga Sarang Narkoba di Hangtuah Perhentian Raja Kampar Kiri, Ini Hasilnya
    04 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Merek Kolektif Lewat Aplikasi SIMAKO
    05 Perkuat Akurasi Data, Kemenkum Riau Ikuti Pemutakhiran SIMWAS dan SIPIDU
    06 Plaza Citra Pekanbaru Tutup, Kenangan Bioskop hingga Belanja Bersama Keluarga Kini Tinggal Cerita
    07 Klaim Serangan Houthi di Bandara Riyadh, Korban Disebut Tembus Ratusan
    08 Paripurna Hari Jadi Ke 27 Kuansing, DPRD Tekankan Sinergi di Tengah Keterbatasan Fiskal
    09 Operasi Narkoba di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru, 68 Orang Diamankan, 63 Positif Tes Urine
    10 Atlet SOIna Kampar Siap Berlaga di PeSONas II, Wabup Misharti Lepas Kontingen
    11 Cekcok Harga Indomie, Pemilik Warung di Siak Hulu Bacok Warga hingga Luka Parah
    12 Kakanwil Kemenkum Riau Edison Manik Pimpin Rapat Kinerja Perdana, Fokus Realisasi Anggaran Triwulan IV
    13 Bawa Sabu 3,43 Gram, Pemuda 25 Ditangkap di Sei Putih Tapung
    14 Perkuat Akuntabilitas, Kakanwil Pimpin Pembahasan Perjanjian Kinerja Kemenkum Riau 2027
    15 Kakanwil Kemenkum Riau Edison Manik Pimpin Jajaran Ikuti Pelantikan Pimti Madya Kemenkum RI
    16 Ambil Paspor Makin Mudah, Imigrasi Pekanbaru Hadirkan Layanan Digital ''IKAN PATIN''
    17 MTQ Kampar ke-55 Dimulai, Diikuti 21 Kecamatan dengan 9 Cabang Perlombaan
    18 Perdana Menteri dan Menhan Jadi Target Pembunuhan, Polandia Perketat Keamanan Pejabat Tinggi
    19 Tepuk Tepung Tawar Iringi Langkah Awal Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat, Pesan Adat Melayu Menguat
    20 Ahmad Yuzar Buka Bazar MTQ ke 55 di Gunung Sahilan: Syiar Quran Sekaligus Gerakkan Ekonomi
    21 Udara Pekanbaru Membaik, Senin 12 Oktober Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    22 Hujan Angin di Kampar, Pohon Besar Tumbang Sempat Tutup Jalan Lintas Pekanbaru Bangkinang Km 54
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat