Jumat, 28 Agustus 2026 Hasyim Djojohadikusumo: Media Harus Jadi Penjernih, Bukan Pembuat Distorsi | Sekda dan Dirut PT MIC Jadi Pesakitan, Perkara Suap Bupati Kuansing Segera Digelar | Hari ke-12 Karhutla Rimbo Panjang, Satgas Kerahkan Alat Berat Sekat Api di Lahan Gambut | Sekolah Pemilu Hijau KPU Riau Rampung, Peserta Diajak Komit pada Demokrasi Ramah Lingkungan | Bakar Ranting, Lahan 15 Hektare di Rimbo Panjang Ludes, Warga Kemang Indah Diamankan Polsek Tambang | Menuju WBBM, Kemenkum Riau Rapatkan Barisan Hadapi Evaluasi Tim Penilai Nasional
 
 
☰ Sosial Budaya
SMSI Kukuhkan Newsroom Jaga Desa
Hasyim Djojohadikusumo: Media Harus Jadi Penjernih, Bukan Pembuat Distorsi
Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:14:16 WIB

SULUHRIAU— Di tengah derasnya informasi dan isu eskalasi demonstrasi, pesan ini mengemuka. Pers harus menjadi penjernih, bukan pembuat kebingungan.


Pesan itu disampaikan Hasyim S. Djojohadikusumo saat hadir di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis 27 Agustus 2026. Ia menjadi keynote speaker dalam dialog nasional usai pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa oleh Serikat Media Siber Indonesia.


"Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta," ujar Hasyim.


Ia menilai peran media sangat penting saat ini. Informasi yang lepas dari konteks bisa mendistorsi kebijakan pemerintah yang sedang menjadi prioritas.


Sebagai penasihat ekonomi Presiden, Hasyim juga mengapresiasi langkah SMSI. Menurutnya pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa adalah komitmen nyata merawat desa sebagai garda depan negara.


"Saya percaya SMSI. Saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang," katanya.


Hasyim juga memberi konfirmasi langsung terkait situasi Jakarta. Ia menyebut ibu kota tetap aman dan kondusif.


"Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata. Di sini aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus," ujarnya.


Ketua Umum SMSI Pusat Drs. Firdaus, http://M.Si menjelaskan, Pokja Newsroom Jaga Desa diluncurkan di lima provinsi sebagai pilot project. Kelima provinsi itu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.


"Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI. Dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi," papar Firdaus.


Menurutnya, desa harus menjadi etalase negara, bukan entitas yang dinomorduakan.


Dalam kesempatan itu, Firdaus juga menyoroti kondisi Gedung Dewan Pers. Ia menilai gedung yang menjadi pusat kegiatan pers nasional itu sudah tidak representatif untuk menampung seluruh konstituen.


Menanggapi hal itu, Hasyim merespons positif. Ia berjanji akan menindaklanjuti usulan tersebut bersama Kementerian Komunikasi dan Digital.


"Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang. Kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Menteri Komdigi Meutya Hafid," kata Hasyim.


Usai pengukuhan, acara dilanjutkan dialog nasional. Hadir Prof. Dr. Achmad Riyad U.B, Ph.D, Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, dan pakar ekonomi serta perbankan. Diskusi dipandu Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto dari PTIK.


Hasyim juga menyampaikan, pihaknya telah mengagendakan dialog dengan BEM UI, UGM, dan ITB. Hasil dialog itu akan menjadi masukan dan rekomendasi untuk pembenahan pemerintah.


Pengukuhan dihadiri tidak kurang dari seratus peserta. Suasana berlangsung meriah namun tetap khidmat. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Hasyim Djojohadikusumo: Media Harus Jadi Penjernih, Bukan Pembuat Distorsi
  • Sekda dan Dirut PT MIC Jadi Pesakitan, Perkara Suap Bupati Kuansing Segera Digelar
  • Hari ke-12 Karhutla Rimbo Panjang, Satgas Kerahkan Alat Berat Sekat Api di Lahan Gambut
  • Sekolah Pemilu Hijau KPU Riau Rampung, Peserta Diajak Komit pada Demokrasi Ramah Lingkungan
  • Bakar Ranting, Lahan 15 Hektare di Rimbo Panjang Ludes, Warga Kemang Indah Diamankan Polsek Tambang
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Hasyim Djojohadikusumo: Media Harus Jadi Penjernih, Bukan Pembuat Distorsi
    02 Sekda dan Dirut PT MIC Jadi Pesakitan, Perkara Suap Bupati Kuansing Segera Digelar
    03 Hari ke-12 Karhutla Rimbo Panjang, Satgas Kerahkan Alat Berat Sekat Api di Lahan Gambut
    04 Sekolah Pemilu Hijau KPU Riau Rampung, Peserta Diajak Komit pada Demokrasi Ramah Lingkungan
    05 Bakar Ranting, Lahan 15 Hektare di Rimbo Panjang Ludes, Warga Kemang Indah Diamankan Polsek Tambang
    06 Menuju WBBM, Kemenkum Riau Rapatkan Barisan Hadapi Evaluasi Tim Penilai Nasional
    07 Kemenkum Riau Asah Kapasitas Perancang, Dorong Sanksi Administratif Jadi Pilihan Utama
    08 Kemenkum Riau Uji Petik Jabatan Fungsional Pemeriksa Layanan AHU, Siapkan SDM Lebih Kompeten
    09 Tegakkan Integritas Notaris, Kemenkum Riau Dialog Terbuka dengan MPD Kampar
    10 JAM-Intel Kejagung Apresiasi Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Kepri
    11 Tiga Pengedar Sabu Diringkus di Sei Jernih, Satresnarkoba Polres Kampar Sita 4,25 Gram
    12 Harga Ayam Potong di Tembilahan Meroket ke Rp65.000 per Kg, Pedagang dan UMKM Kelimpungan
    13 Dari Jakarta untuk Desa, SMSI Luncurkan Pokja Newsroom di 5 Provinsi
    14 5 Pelaku Sindikat Curanmor Pekanbaru-Kampar Ditangkap Polda Riau dan Amanka 44 Motor
    15
    16 Kemenkum Riau Dampingi UMK, Empat Pelaku Usaha Berhasil Jadi Perseroan Perorangan
    17 Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Pengumuman Perseroan dan Yayasan, Perkuat Layanan BNRI dan TBNRI
    18 Kabut Asap Pekat di Kampar, Bupati Ahmad Yuzar: Pakai Masker Saat Keluar Rumah
    19 Kemenkum Riau dan LAN RI Bedah Kebijakan Bantuan Hukum, Dorong Rekomendasi Berbasis Data
    20 Kemenkum Riau Tindaklanjuti Rekomendasi BPK, Perkuat Tata Kelola Bantuan Hukum
    21 Residivis Gasak Rumah Warga Rumbio Jaya Subuh-Subuh, Korban Rugi Senilai Rp62 Juta
    22 Kondisi Udara Barbahaya Akibat Kabut Asap, Pemko Pekanbaru Perpajang Sekolah Daring Tiga Hari
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat