Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Sosial Budaya
Kemenkum Riau Asah Kapasitas Perancang, Dorong Sanksi Administratif Jadi Pilihan Utama
Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:32:17 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru — Membuat aturan tidak cukup hanya tegas. Aturan juga harus efektif, proporsional, dan memberi kepastian hukum.


Itu pesan utama yang dibawa Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau dalam Forum Pendalaman Materi Perancang Peraturan Perundang-undangan Edisi ke-11. Forum digelar secara virtual oleh Ditjen PP, Kamis (27/8/2026). 


Tema yang diangkat, Optimalisasi Sanksi Administratif sebagai Instrumen Penegakan Hukum. Dengan menempatkan sanksi pidana sebagai ultimum remedium atau upaya terakhir.


Kepala Kanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan hadir bersama jajaran Perancang Peraturan Perundang-undangan Kanwil melalui Zoom Meeting.


Keikutsertaan ini merupakan bagian dari komitmen penguatan kompetensi. Khususnya dalam merumuskan norma sanksi yang tepat sasaran.


Forum dibuka Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Dhahana Putra. Dalam arahannya ia menekankan pentingnya kapasitas perancang. 


Peraturan yang lahir harus mampu menjawab kebutuhan hukum di masyarakat secara efektif.


Materi utama disampaikan Albert Aries. Ia membahas bagaimana mengoptimalkan sanksi administratif sebagai instrumen penegakan hukum.


Menurutnya, sanksi administratif harus dirumuskan dengan cermat. Perlu mempertimbangkan jenis pelanggaran, tujuan pengaturan, dan efektivitas di lapangan.


Diskusi juga menyoroti posisi sanksi pidana. Pidana sebaiknya digunakan sebagai langkah terakhir.


Pendekatan ini penting agar instrumen penegakan hukum lain, termasuk sanksi administratif, dipertimbangkan terlebih dahulu. Dengan begitu norma yang dirumuskan tidak berlebihan.


Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Peserta berdiskusi tentang cara menentukan instrumen yang paling efektif sesuai karakteristik norma.


Rudy Hendra Pakpahan mendorong jajarannya untuk mengimplementasikan pemahaman baru ini dalam tugas sehari-hari.


"Penguatan kapasitas ini diharapkan melahirkan regulasi yang berkualitas. Perumusan norma sanksi harus cermat, efektif, proporsional, dan memberikan kepastian hukum," ujarnya.


Dengan strategi ini, Kanwil Kemenkum Riau berharap regulasi daerah maupun nasional yang dirancang bisa lebih aplikatif. Menindak pelanggaran tanpa harus selalu menggunakan jalur pidana.


Tujuannya satu. Hukum ditegakkan, namun tetap memberi ruang pembinaan dan perbaikan. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat