Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Hukrim
Modus ''Pura-Pura Mancing'' Tersangka Karhutla Jadi Sorotan, Prabowo Perintahkan Bawa ke Jakarta
Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51:13 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Presiden Prabowo Subianto tak mau penanganan karhutla di Riau berhenti di level lapangan. 


Senin (24/8/2026), ia memerintahkan tiga orang tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan dibawa ke Jakarta. 


Permintaan itu keluar saat Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Pekanbaru. Ia juga meminta Badan Intelijen Negara ikut mendalami kasus tersebut.


Perintah disampaikan langsung setelah mendengar pemaparan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. 


Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polda Riau mencatat 33 laporan polisi terkait karhutla. Dari laporan itu, 36 orang ditetapkan sebagai tersangka. Luas lahan yang terbakar mencapai 806,57 hektare.


Herry menyebut penyebab utama kebakaran adalah ulah manusia. Bisa sengaja, bisa juga karena kelalaian.


"Karhutla yang terjadi saat ini disebabkan oleh manusia, baik dilakukan sengaja maupun tidak sengaja," ujarnya di hadapan Presiden.


Untuk memutus rantai kebakaran, Polda Riau memasang 513 plang peringatan penegakan hukum di titik rawan. Plang itu dipasang di lokasi yang sebelumnya pernah terbakar.


Herry mencontohkan Rokan Hilir. Setelah 2025 plang dipasang, area bekas terbakar diawasi ketat agar tidak ditanami lagi.


"Jadi, bekas pembakaran tidak boleh ada lagi penanaman," katanya.


Dalam pemaparan itu, Herry juga menyinggung modus baru. Ada dugaan perusahaan besar memakai warga untuk membakar lahan.


Ia memberi contoh kasus 2025. Ada dua sampai tiga orang ditemukan di lokasi kebakaran. Mereka tidak punya kebun di sana. Alasannya memancing. Padahal di titik itu tidak ada tempat memancing.


Pernyataan itu langsung direspons Prabowo.


"Maaf, Kapolda. You ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?" tanya Presiden.


Herry menjawab belum ada bukti langsung mengarah ke korporasi. Tapi kejanggalan di lapangan membuat polisi curiga.


"Ada berapa orang?" tanya Prabowo lagi.


"Tiga orang pada tahun lalu, Bapak," jawab Herry.


Tanpa menunggu lama, Prabowo memberi instruksi tegas.


"Tolong dibawa ke Jakarta. Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri. Kita dalami. Nanti pendalamannya saya minta BIN juga ikut," tegasnya.


Perintah ini menunjukkan pemerintah pusat ingin mengusut tuntas. Tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tapi juga menelusuri kemungkinan ada pihak yang memerintahkan atau diuntungkan.


Dengan melibatkan BIN, pendalaman diharapkan bisa membuka jejaring yang selama ini sulit disentuh. Apakah benar ada aktor korporasi di balik pembakaran, atau murni ulah perorangan.


Pemerintah menargetkan tahun ini penanganan karhutla tidak lagi reaktif. Harus sampai ke akar masalahnya. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat