Jumat, 09 Oktober 2026 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar | Simpan Sabu di Semak Dekat Rumah, Warga Koto Kampar Hulu | Pegadaian Ajak Siswa Kenali Keragaman Geologi Lewat Geopark Silokek ke Anak SD | Pawai Ta'aruf MTQ ke-55 Kampar di Gunung Sahilan Ditiadakan, Bupati Ingatkan Gunakan Masker | Universitas Pahlawan Resmikan Kebun Raya, Hadirkan Ahli dari 5 Negara | Bawa Balita, Speedboat Penyelundup Migran Ditangkap di Bintan Kepri
 
 
☰ Peristiwa
Perintah Prabowo saat di Riau: Kejar Hotspot, Bor 300 Sumur Air Sebelum Api Karhutla Menyala
Senin, 24 Agustus 2026 - 14:52:24 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Strategi penanganan karhutla di Riau diubah. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar tim di lapangan tidak menunggu api muncul. Begitu terdeteksi titik panas, langsung dibor.


Perintah itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat di Pos Aju, Pekanbaru, Senin (24/8/3026). Rapat disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.


"Jangan menunggu sampai jadi titik api. Tolong, ya? Masuk ke titik hotspot itu. Segera saja masuk, ambil tindakan dini," tegas Prabowo kepada BPBD Riau.


Ia meminta 300 sumur bor air segera dibangun di lokasi hotspot yang terdeteksi. Menurutnya, keberadaan sumber air di titik panas sangat penting untuk memutus potensi kebakaran sejak awal.


"Langsung ke situ langsung bikin bor air. Begitu ada hotspot bikin bor air di situ. Jangan tunggu titik api," ucap Prabowo.


Kepala BPBD Riau M. Edy Afrizal melaporkan, saat ini masih ada 306 titik panas di Riau. Kedalaman bor yang dibutuhkan diperkirakan 30 hingga 50 meter agar bisa menjangkau sumber air tanah.


Edy menyebut sebagian besar hotspot berada di wilayah selatan Riau. Sementara wilayah utara relatif aman. Prabowo langsung menginstruksikan jajaran BPBD bergerak ke titik-titik tersebut tanpa menunggu.


Selain langkah teknis, Presiden juga menekankan sisi pencegahan. Ia meminta seluruh aparat turun ke desa untuk memberi pemahaman.


"Kalau ada oknum atau manusia yang sengaja membakar untuk alasan apa pun, ya. Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur, di semua desa, beri penjelasan bahwa membakar lahan dilarang keras," katanya.


Prabowo menegaskan karhutla tidak bisa ditangani hanya dengan pemadaman. Harus ada langkah awal yang memotong mata rantai, mulai dari deteksi dini, penyediaan air, hingga penindakan terhadap pelaku pembakaran.


Dengan adanya 300 sumur bor, diharapkan petugas pemadam memiliki akses air lebih cepat ketika berada di lokasi terpencil. Ini juga untuk mengurangi ketergantungan pada water bombing yang terkendala cuaca.


Rapat di Pos Aju menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat ingin penanganan karhutla tahun ini lebih agresif dan berbasis data. Tidak reaktif tapi preventif. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar
  • Simpan Sabu di Semak Dekat Rumah, Warga Koto Kampar Hulu
  • Pegadaian Ajak Siswa Kenali Keragaman Geologi Lewat Geopark Silokek ke Anak SD
  • Pawai Ta'aruf MTQ ke-55 Kampar di Gunung Sahilan Ditiadakan, Bupati Ingatkan Gunakan Masker
  • Universitas Pahlawan Resmikan Kebun Raya, Hadirkan Ahli dari 5 Negara
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar
    02 Simpan Sabu di Semak Dekat Rumah, Warga Koto Kampar Hulu
    03 Pegadaian Ajak Siswa Kenali Keragaman Geologi Lewat Geopark Silokek ke Anak SD
    04 Pawai Ta'aruf MTQ ke-55 Kampar di Gunung Sahilan Ditiadakan, Bupati Ingatkan Gunakan Masker
    05 Universitas Pahlawan Resmikan Kebun Raya, Hadirkan Ahli dari 5 Negara
    06 Bawa Balita, Speedboat Penyelundup Migran Ditangkap di Bintan Kepri
    07 Simpan Sabu di Bagasi Motor, Warga Subarak Gunung Sahilan Ditangkap Polisi
    08 Pengukuran Maturitas KI 2026 Dimulai, Kanwil Kemenkum Riau Siap Berbenah
    09 Kebakaran di Teras Lantai 6 Gedung Kejati Riau, Karpet dan Pipa Hangus
    10 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Nanas Kualu Kampar Jadi Produk Unggulan Daerah
    11 Kakanwil Kemenkum Riau Audiensi dengan Ketua Pengadilan Tinggi Riau
    12 Pamit Tugas ke Sumut, Rudy Pakpahan Paparkan Inovasi HARMONITAS ke Plt Gubernur Riau
    13 Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, 3.000 Masker Gratis Dibagikan KSABP untuk Pengendara
    14 Guru Ngaji 61 Tahun di Kampar Ditangkap, Diduga Cabuli 4 Anak di Bawah Umur
    15 Berdayakan Perempuan, Ibu- Ibu di Tapung Dilatih Buat Sabun Cuci Tangan
    16 Serahkan Hasil Analisis 17 Perda, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pembenahan Regulasi Daerah
    17 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Kebutuhan Penambahan Subjek Tarif Layanan RSUD Indrasari Rengat
    18 Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 215,5 Mikrogram
    19 Kabut Asap Selimuti Kampar, Guru SD 028 Rimbo Panjang dan Siswa Keluhkan Sesak Napas
    20 Pedasnya Harga Cabai Rawit Merah di Kuansing yang Tembus Rp100 Ribu, Sejumlah Bahan Pokok Justru Turun
    21 Perlindungan PMI di Malaysia, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Regulasi Daerah
    22 Evaluasi Standar Layanan Bankum, Kemenkum Riau Dorong Penguatan Kualitas dan Akses Keadilan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat