Minggu, 16 Agustus 2026 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh | Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
 
 
☰ Ekbis
Petani Inhil Menjerit, Harga Kelapa Anjlok 70 Persen, Anggota DPRD Riau: Pemrov Perlu Buat Patokan Harga
Selasa, 28 Juli 2026 - 13:08:40 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir Inhil anjlok drastis. 


Komoditas andalan masyarakat pesisir Riau itu kini hanya dihargai Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram. Padahal sebelumnya harga normal berada di kisaran Rp7.000 per kilogram.


Kondisi ini memicu keprihatinan DPRD Provinsi Riau. Anggota Komisi dari Dapil Inhil, Andi Darma Taufik, mendesak Pemerintah Provinsi Riau bersama perusahaan pembeli segera menetapkan standar harga kelapa yang objektif dan adil.


"Penurunan harga kelapa di Inhil ini luar biasa. Dari Rp7.000 sekarang tinggal Rp1.800 per kilogram. Ini sangat mengganggu roda ekonomi masyarakat," kata Andi Darma Taufik kepada wartawan di Pekanbaru, Senin 27 Juli 2026.


Politisi PDI Perjuangan itu mengaku mendapat banyak keluhan langsung dari petani. Mereka resah karena harga terus ditekan sementara biaya produksi tidak turun.


Menurutnya, kelapa adalah tulang punggung ekonomi keluarga di Inhil. Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari hasil kebun kelapa. Jika harga terus merosot, daya beli masyarakat akan lumpuh dan berdampak pada sektor lain.


Andi meminta Pemprov Riau tidak tinggal diam. Ia menilai intervensi pemerintah sangat mendesak untuk menyelamatkan harga dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.


Selain pemerintah, perusahaan besar yang menjadi pembeli utama juga diminta ikut bertanggung jawab. Andi mendorong adanya sinergi antara Pemprov dan korporasi dalam menentukan harga beli di tingkat petani.


"Biaya produksi kelapa cukup tinggi. Karena itu kami minta Pemprov bersama perusahaan pembeli duduk bersama, agar ada harga yang berpihak ke petani dan masyarakat tidak waswas," jelasnya.


Selama ini petani berada pada posisi lemah. Mereka tidak memiliki acuan harga dasar sehingga hanya bisa menerima keputusan sepihak dari perusahaan. Penurunan pun terjadi terus menerus, bisa puluhan hingga ratusan rupiah setiap hari.


Tanpa adanya patokan harga, posisi tawar petani semakin tergerus. Padahal Inhil merupakan salah satu sentra produksi kelapa terbesar di Riau dan penyumbang devisa melalui ekspor turunan kelapa.


Andi berharap pemerintah segera turun tangan dengan kebijakan konkret. Penetapan harga objektif dinilai menjadi solusi awal agar petani tidak terus dirugikan dan perekonomian pesisir Riau tetap terjaga. (src, mdc)


 




 
Berita Lainnya :
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  • Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    02 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    03 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    04 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    05 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    06 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    07 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    08 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    09 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    10 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    11 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    12 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    13 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    14 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    15 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    16 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    17 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    18 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    19 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    20 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    21 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
    22 Sembunyikan Sabu di Kaleng Rokok, Oknum Mahasiswa dan Kurir di Kampar Diciduk Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat