SULUHRIAU– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi menetapkan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Riau periode 2025–2030.
Dalam komposisi baru tersebut, H. Yulisman dipercaya sebagai Ketua DPD Golkar Riau, didampingi H. Suparman sebagai Sekretaris.
Penetapan kepengurusan ini menjadi momentum penting bagi Partai Golkar di Provinsi Riau. Selain menandai berakhirnya proses penyusunan struktur organisasi, keputusan tersebut juga menjadi titik awal konsolidasi internal partai dalam menghadapi berbagai agenda politik di daerah pada lima tahun mendatang.
Yulisman merupakan kader yang telah lama berproses di Partai Golkar. Karier politiknya dibangun melalui jenjang kaderisasi yang dibimbing tokoh senior Partai Golkar, Akbar Tanjung.
Sebelum terjun ke dunia politik, Yulisman dikenal sebagai aktivis mahasiswa dan pernah menjabat Presiden Mahasiswa Universitas Riau (Unri). Ia juga merupakan alumnus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi yang sama dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor SKEP-168/DPP/GOLKAR/VI/2026 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia DPD Partai Golkar Provinsi Riau Periode 2025–2030, kepengurusan baru turut menempatkan Rinor Kuswan sebagai Bendahara dan Parisman Ihwan sebagai Ketua Harian.
Sebagai tindak lanjut atas terbitnya surat keputusan tersebut, jajaran pengurus dijadwalkan menggelar silaturahmi sekaligus rapat pleno perdana pada Kamis (23/7/2026) malam.
Pertemuan itu menjadi langkah awal untuk menyatukan visi organisasi sekaligus menyusun program kerja kepengurusan yang baru.
Ketua DPD Partai Golkar Riau terpilih, Yulisman, mengatakan kepengurusan yang telah disahkan DPP akan segera menjalani proses pelantikan.
Menurutnya, saat ini pihaknya tinggal menunggu jadwal resmi yang akan ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.
"Insyaallah setelah ini kita menunggu jadwal pelantikan dari DPP. Setelah dilantik, kami akan langsung bekerja menjalankan program organisasi dan memperkuat konsolidasi hingga ke seluruh daerah," ujar Yulisman.
Penetapan Suparman sebagai Sekretaris DPD Golkar Riau turut menjadi perhatian dalam dinamika internal partai. Sebelumnya, nama Rinor Kuswan sempat disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi sekretaris.
Namun, berdasarkan keputusan final DPP, Rinor dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara, sementara posisi Sekretaris diberikan kepada Suparman.
Di internal partai, beredar berbagai informasi mengenai proses penetapan tersebut sebagai bagian dari dinamika komunikasi politik selama penyusunan kepengurusan.
Meski demikian, informasi yang menyebut penunjukan Suparman berkaitan dengan dukungan dari pihak tertentu, termasuk yang mengaitkannya dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga saat ini juga belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai informasi tersebut.
Dengan telah ditetapkannya struktur kepengurusan baru, tantangan terbesar yang kini dihadapi DPD Partai Golkar Riau adalah memperkuat soliditas internal sekaligus menjaga kekompakan seluruh kader di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain konsolidasi organisasi, kepengurusan baru juga diharapkan mampu memperkuat peran Partai Golkar dalam menjalankan fungsi politik, memperluas basis dukungan masyarakat, serta mempersiapkan strategi menghadapi berbagai agenda politik di Provinsi Riau pada masa mendatang. (rls, sr5)
Komentar Anda :