Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Peristiwa
BBKSDA Riau Perketat Mitigasi Konflik Satwa
Harimau Sumatera Lompat ke Motor Pekerja Sawit di Siak, Korban Lolos dari Maut
Selasa, 21 Juli 2026 - 17:26:59 WIB

SULUHRIAU, Siak – Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Provinsi Riau. 


Seorang pekerja kebun sawit di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, nyaris menjadi korban serangan Harimau Sumatera setelah satwa dilindungi tersebut tiba-tiba melompat ke bagian belakang sepeda motor yang dikendarainya saat mengangkut hasil panen.


Peristiwa yang terjadi pada 14 Juli 2026 itu langsung mendapat perhatian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. 


Tim konservasi segera diterjunkan ke lokasi guna memastikan kronologi kejadian sekaligus melakukan langkah mitigasi agar konflik antara manusia dan Harimau Sumatera tidak semakin meluas.


Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan interaksi negatif antara Harimau Sumatera dengan seorang warga dan langsung melakukan pemantauan di lapangan.


"Tim segera kami turunkan untuk melakukan pengecekan lokasi, mengumpulkan informasi dari saksi, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait," ujar Supartono, Selasa (21/7/2026).


Berdasarkan hasil penelusuran, korban bernama Agus merupakan pekerja di kebun sawit milik Ahmad Rokani. Sekitar pukul 10.00 WIB, Agus sedang mengangkut tandan buah segar menggunakan sepeda motor dan melintasi jalur kebun seperti biasa.


Namun tanpa diduga, seekor Harimau Sumatera tiba-tiba muncul dan melompat ke bagian belakang sepeda motor. Satwa tersebut sempat mencakar keranjang yang dibawa korban.


Dalam situasi panik, Agus memilih terus memacu sepeda motornya hingga berhasil menjauh dari lokasi. Tindakan cepat itu membuatnya selamat dan terhindar dari kemungkinan serangan lanjutan.


"Korban berhasil menyelamatkan diri dengan terus menjalankan sepeda motornya hingga keluar dari lokasi kejadian," kata Supartono.


Kemunculan Harimau Sumatera di kawasan itu ternyata tidak berhenti sampai di situ. Empat hari kemudian, tepatnya pada 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, dua warga bernama Amir dan Dodi kembali melihat seekor harimau di sekitar Kilometer 4 Desa Mengkapan.


Menurut keterangan saksi, harimau tersebut keluar dari parit di sisi jalur pipa dan sempat melangkah menuju badan jalan. Namun saat berpapasan dengan sepeda motor yang dikendarai Amir, satwa itu memilih berbalik arah dan kembali masuk ke area parit.


Dalam perjumpaan tersebut, harimau tidak menunjukkan perilaku agresif maupun upaya menyerang pengendara.


Menindaklanjuti laporan itu, tim BBKSDA Riau kembali menyisir lokasi. Namun hingga proses pemeriksaan selesai dilakukan, petugas belum menemukan jejak kaki maupun tanda-tanda terbaru keberadaan Harimau Sumatera.


Keterangan warga setempat juga mengungkap bahwa kemunculan Harimau Sumatera di kawasan Mengkapan bukan merupakan kejadian pertama. 


Salah seorang warga, Gianto, menyebut satwa itu beberapa kali terlihat melintas di sekitar area kebun dan hutan, tetapi selama ini tidak pernah menyerang masyarakat.


Meski demikian, BBKSDA Riau menilai kondisi tersebut perlu diwaspadai mengingat kawasan tersebut diduga merupakan lintasan alami Harimau Sumatera. 


Karena itu, pemantauan intensif bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat akan terus dilakukan guna meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.


BBKSDA Riau juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan yang berpotensi menjadi habitat maupun jalur jelajah Harimau Sumatera. 


Warga diminta menghindari aktivitas seorang diri, terutama pada sore hingga malam hari, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat keberadaan harimau atau satwa liar lainnya.


Selain itu, masyarakat diimbau mengaktifkan kembali patroli keamanan lingkungan sebagai langkah deteksi dini dan menjaga keselamatan bersama.


Seorang pekerja kebun sawit di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, nyaris menjadi korban serangan Harimau Sumatera setelah satwa dilindungi tersebut tiba-tiba melompat ke bagian belakang sepeda motor yang dikendarainya saat mengangkut hasil panen.


Peristiwa yang terjadi pada 14 Juli 2026 itu langsung mendapat perhatian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. 


Tim konservasi segera diterjunkan ke lokasi guna memastikan kronologi kejadian sekaligus melakukan langkah mitigasi agar konflik antara manusia dan Harimau Sumatera tidak semakin meluas.


Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan interaksi negatif antara Harimau Sumatera dengan seorang warga dan langsung melakukan pemantauan di lapangan.


"Tim segera kami turunkan untuk melakukan pengecekan lokasi, mengumpulkan informasi dari saksi, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait," ujar Supartono, Selasa (21/7/2026).


Berdasarkan hasil penelusuran, korban bernama Agus merupakan pekerja di kebun sawit milik Ahmad Rokani. Sekitar pukul 10.00 WIB, Agus sedang mengangkut tandan buah segar menggunakan sepeda motor dan melintasi jalur kebun seperti biasa.


Namun tanpa diduga, seekor Harimau Sumatera tiba-tiba muncul dan melompat ke bagian belakang sepeda motor. Satwa tersebut sempat mencakar keranjang yang dibawa korban.


Dalam situasi panik, Agus memilih terus memacu sepeda motornya hingga berhasil menjauh dari lokasi. Tindakan cepat itu membuatnya selamat dan terhindar dari kemungkinan serangan lanjutan.


"Korban berhasil menyelamatkan diri dengan terus menjalankan sepeda motornya hingga keluar dari lokasi kejadian," kata Supartono.


Kemunculan Harimau Sumatera di kawasan itu ternyata tidak berhenti sampai di situ. Empat hari kemudian, tepatnya pada 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, dua warga bernama Amir dan Dodi kembali melihat seekor harimau di sekitar Kilometer 4 Desa Mengkapan.


Menurut keterangan saksi, harimau tersebut keluar dari parit di sisi jalur pipa dan sempat melangkah menuju badan jalan. Namun saat berpapasan dengan sepeda motor yang dikendarai Amir, satwa itu memilih berbalik arah dan kembali masuk ke area parit.


Dalam perjumpaan tersebut, harimau tidak menunjukkan perilaku agresif maupun upaya menyerang pengendara.


Menindaklanjuti laporan itu, tim BBKSDA Riau kembali menyisir lokasi. Namun hingga proses pemeriksaan selesai dilakukan, petugas belum menemukan jejak kaki maupun tanda-tanda terbaru keberadaan Harimau Sumatera.


Keterangan warga setempat juga mengungkap bahwa kemunculan Harimau Sumatera di kawasan Mengkapan bukan merupakan kejadian pertama. 


Salah seorang warga, Gianto, menyebut satwa itu beberapa kali terlihat melintas di sekitar area kebun dan hutan, tetapi selama ini tidak pernah menyerang masyarakat.


Meski demikian, BBKSDA Riau menilai kondisi tersebut perlu diwaspadai mengingat kawasan tersebut diduga merupakan lintasan alami Harimau Sumatera. 


Karena itu, pemantauan intensif bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat akan terus dilakukan guna meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.


BBKSDA Riau juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan yang berpotensi menjadi habitat maupun jalur jelajah Harimau Sumatera. 


Warga diminta menghindari aktivitas seorang diri, terutama pada sore hingga malam hari, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat keberadaan harimau atau satwa liar lainnya.


Selain itu, masyarakat diimbau mengaktifkan kembali patroli keamanan lingkungan sebagai langkah deteksi dini dan menjaga keselamatan bersama. (src, mcr)


 




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat